
Sesampainya di rumah tole kulihat tole dalam keadaan yang sangat mengkwatirkan, dengan tubuh yang begitu lemah dan katanya sangat sakit seperti di tikam oleh pisau disayat2 katanya dan tole kamu kuat nak kata bapakku dengan memberikan tembakau hitam itu, tetapi tole belum juga sembuh dan bapak.masih juga mengoleskan tembakau hitam itu ke tole, aku sangat heran sekali kenapa tole tidak menpan bahkan terkesan tidak ada apa2 tembakau hitam itu, aku mendekati tole dan melihat apa yang terjadi, dan tole menjerit kesakitann seperti perutnyandi koyak koyak dan di cabik cabik rasanya katanya dengan peluh yang banyak dan tole menjerit kembali dan kemudian menjerit lagi kesakitan, suara sudah hampir kesakitan dan tole belum.juga ada kemajuan dan akupun segera berlari ke pamannya tole mudah2an bisa datang dan segera bisa menyembuhkan tole tentunya, kemudian akupun berlari dan meninggalkan bapak untuk dekat dengan tole dan aku lari secepatnya, aku gak tahan melihat tole kesakitan begitu, aku jadi kasihan.sekali seperti ada yang bergerak di perut tole, sampai di rumah paman tole akupun berteriak paman tole, kataku dengan kuat sekali, tole sakit gara2 ambil buah rambutan paman, bagaimana itu paman kalau paman tidak datang maka tole akan meninggal kataku ke paman tole, biarkan saja nak kenapa mencuri dan tidak minta maaf walaupun aku ini pamannya tetapi aku sakit nak katanya padaku, paman tolanglah paman soalnya kasihan ibuku paman dan adikku menunggu bapakku pulang tetapi gak pulang2, tolonglah paman, kataku, dan kenapa aku harus membantumu, bukankah tole yang sakit dan apa hubunganmu dengan masalah ini, soalnya bapak juga gak bisa kerja di tempat paman karna bapakku gak pulang2 dari kemarin paman, siapa yang mengerjakan ladang paman nanti kataku ke paman itu dan paman itupun terdiam, dan berkata dari tadi malam orang kerjanya cuma mengganggu dan kerjanya cuma mengatakan bantulah tole karna kesakitan tetapi kamu nak alasanmu masuk akal, baiklah kita ambil jeruk dulu ya sama ayam hitam di belakang kemudian bawa dan jangan sampai lepas kalau lepas dan apabila mati ayam itu kita tak bisa menyembuhkan tole kata paman tole, baik paman kataku, baik paman kataku, dan mengikat ayam itu dengan baik di kakinya, dan memangnya supaya tidak terlepas dan mati, kemudian kami berjalan menuju rumah tole, ibunya tole sudah menanggis dan bapak mengatakan dimana paman tole nak, paman tole datang memotong jeruk purut itu dan kemudian memotong ayam hitam itu, waktu itu tole sudah muntah darah dan darahnya hitam sekali dan setelah itu aku mendengar paman tole berucap pergilah kau dan tolepun sembuh dan darah yang keluar dari mulutnya sudah berkurang dan matanya sudah bisa di gerakkan, kemudian tole mengatakan terimakasih pelan ke pamannya, kulihat air mata tole mengalir di pipi padahal ketika kami berteman tole itu pantang menanggis dan tidak pernah menanggis dan aku melihatnyapun sendu dan menundukkan mataku kebawah tanpa berani berkata apapun, sekiranya tole patuh dan nurut, tentu saja tidak terjadi begitu dan kejadian ini tidak akan begitu, ketika minta maaf kata bapak juga tole juga tidak mau, karna tole merasa pamannya adalah kandung jadi gak mungkin pamannya tega katanya, tetapi kenyataannya tole kesakitan dan pamannya juga enggan mengobatinya, setelah itu paman tolepun pergi dan tidak berbicara apapun, dan mengatakan ganti ayam hitamnya yang sama dan jeruknya juga, ibu tolepun mengganguk dan mengatakan iya bang, ketika itu masih siang, dan kamipun.memberi makan tole dan Menganti bajunya yang sudah basah, dan memberikan minum teh hangat dan setelah itu kamipun pulang ke rumah bersama bapak, kasihan ibu yang sudah menunggu dari tadi dan siang itu bapak tidak bekerja di ladang paman tole rencana besok saja kata bapak karna bapak sangat lelah katanya, dan bapakpun tidur karna tadi malam sudah sangat lelah karna tidak tidur, dan kami tidak ada satupun yang mengganggu bapak, setelah beberapa hari kemudian akupun ke rumah tole kembali dan kata ibunya tole sudah pindah dan bersekolah disana di rumah pamannya yang beda dan akupun pulang, tapi sebelum pulang aku menanyakan ke ibu tole kenapa tole pergi dari kampung kami, karna juga kesepian dan ibu tole hanya berkata itu ke inginan tole katanya. ya sudahlah Bu, kalau begitu aku pulang dulu kataku pada ibu tole.