
Setelah ritual itu masih banyak sekali kejadian2 aneh di kampungku, tentunya ritual itu hanya sekali saja karna kata bapak ritual itu dikutif uang per rumah tangga jadi masih banyak yang tidak mampu memberikannya karna di kampung kami ini masih banyak yang hanya mengharapkan ke sawah tentunya jika punya uang menunggu hasil panen dulu, dan untuk ritual itu tentu sangat banyak dan kata bapak sekarang Musin panen turun, jangankan dapat untuk untuk balik modal saja sudah bersyukur, dan ritual acara kematian itu dan kejadian meninggal beruntun sudah tidak dibicarakan orang lagi dan sekarang sibuk ke sawah bahkan sudah mulai melupakan ritual itu, dan kini kampun sudah melupakannya.
kami punya tetangga yang.mempunyaunanak tiga orang dan sudah pada gadis semuanya, si kakak ini tidak percaya akan mistik ataupun ritual pemanggilan arwah itu dan kak Marina selalu saja mengatakan percaya sama Tuhan, tetapi beribadah tidak pernah bahkan untuk meluangkan waktunya saja ke Tuhan tidak ada, dan selalu saja mengatakan hidup adalah perjuangan dan dengan berjuang kita akan kaya dan menjadi orang terpandang, kak Marina berobsesi menjadi kaya dan menjadi orang yang tidak susah dalam keuangan dan tentunya membantu orang tuanya, ayahnya sudah tua dan ibunya hanya mengharapkan upah dari bekerja harian dan itulah membuat kak Marina bersemangat dalam hidup dan berjuang untuk hidup, suatu hari kak marina ke kampung ibunya, kampung itu masih sangat pelosok dan jauh dari kota, dan masih banyak orang2 percaya kepada hal yang tidak mustahil dan tentu saja kak Marina itu tidak percaya hantu dan hal gaib lainnnya, kak Marina kesana dan karna kampung ibunya sudah memgganggap kampung itu seperti kampung kamu, iya emang kak Marina cantik dan kulitnya putih mulus dan rambutnya panjang sebahu beda dengan adiknya Maria, Maria hitam dekil seperti ayahnya, jadi kak Marina. menjadi kesayangan ibunya, dan kak Marina selalu sombong, pada saat itu ada acara di kampung itu, kak Marina akan pulang besoknya dan ibunya duluan pulang ke kampung kami, dalam acara itu kak Marina nampak bersinar dan cantik, dan ada seorang pemuda yang pengen berkenalan tapi karna laki2 itu dekil kak Marina malas ngomong dengan pria hitam dan membuang air ludahnya ke tanah, ABG itu diam saja dan tersenyum tidak apa kalau tidak mau dek katanya, kita juga mau kenalan dan bukan mau menculikmu, dan kalau kami mau kamu bisa aja kami ajak pulang ke rumahku, tapi karna kami lihat dirimu itu beda dan bukan dari kampung kami ini maka kami mau ajak kenalan dan kamu sombong dek kata ABG itu dan kemudian mengambil pisau dan mengambil ludah yang di buang kak Marina tada dan tanah serta ludah itu di balut dengan daun rumput di sekitar dan ABG itupun tersenyum dan berkata semoga harimu besok menyenangkan dek katanya, malam sudah ke pagi dan kak Marina dan Maria pulang ke kampung kamu sore hari tiba di rumahnya, tengah malam tiba kak Marina menyerit sakit giginya, besar dan menurutnya susah untuk berbicara, ibunya sudah kesusahan untuk menenangkannya tetapi kak Marina teriak sakit dan sakit sambil memukul dirinya, semua orang datang ke rumahnya serta tetua itu mengatakan adakah kamu berjalan ke arah matahari terbenam katanya, iya kemarin kita ke kampung ibu, dan ibu sudah menyuruh pulang tapi kami masih tinggal disana sampai sore hari baru pulang, adakah Marina menyakiti hari seorang pria dan dengan sombongnya Marina meludahi laki2 itu, tidak Marina cuma pengen meludah saha dan kebetulan batuk, tetapi laki2 itu sakit hati Marina dan kamu harus minta maaf kepadanya sekarang atau kamu akan seperti ini terus, ibu nya menanggis dan mengatakan kami akan kesana kak langsung kasihan Marina dan biarlah Maria yang jaga rumah, kak Marina dan ibunya berangkat ke kampung ibunya dan minta maaf ke ABG itu dan ternyata ABG itu adalah anak dari ABG sepupu ibunya dan ABG juga terkejut ketika datang karna ibu kak Marina adalah bibinya, dan ABG sudah memaafkan kak Marina dan mengatakan bahwa dalam hidup tidak boleh sombong dan ABG itu juga mengatakan bahwa tidak kenal kenal dengan kak Marina dan sakit hati karna membuang ludah, setelah diberikan daun sirih kak Marina sudah tidak menyerit dan kesakitan lagi dan mereka pulang ke kampung kami kembali, dan ketika sampai akupun datang dan penasaran serta melihat mulut dan giginya biasa saja dan sudah ke bidan kata bidan baik2 saja tetapi kak Marina gak tahan katanya, jadi kak Marina minta maaf kataku, iya dek katanya dan aku juga tidak kesana lagi dan aku juga jera sudah kapok berbicara dengan orang kampung susah dan padahal saudara sendiri sebegitunya, cuma karna aku batuk dan pengen meludah dan akupun di guna2 dengan tanah kuburan, bukan takut dek tapi yang begitu emang masih banyak di tempat kita, gimana kita kita mau berkembang pemikirannya jika.hidup kita hanya disini2 saja, dan tidak berkembang, aku tersenyum saja dan tidak mengerti, iyalah kak Marina jangan sombong lagi dan emang begitu tidak perlu kerja keras membuatnya cukup percaya ke iblisnya dan diapun bekerja dengan sempurna kataku, dan kak Marina juga menjerit kesakitan ujurku, iya dek kamu benar kak sudah kapok katanya dan sudah jera. syukurlah kak kalau kak sudah tobat.