
Sesampainya di rumah aku meletakkan semuanya sayur ke dalam kulkas dan membersihkan yang lainya lagi. Kenapa ada kulkas , karna desa kami sudah ada masuk listrik di samakan desa - desa lainnya dan kulkas di bagikan oleh paman yang waktu hendak memotong pohon kayu di hutan jadi daripada tidak terpakai maka ibuku mengatakan pakai saja dan tetua juga sudah mengetahuinya dan penduduk lainnya juga sama karna itu adalah keuntungan waktu memotong kayu dulu.
" Ibu, dimana aku pulang Bu ? " tidak ada jawaban dari ibu, kakak ibu dimana kenapa ibu gak ada ya kataku kepadanya dan dimana juga kak, adik dibawa ibu ke balai desa dek, katanya mau lihat bapak dulu karna tadi ada orang yang panggil dan adek ikut ibu. Aku mandi dulu kak soalnya gerah dan sayurnya sudah ke masukkan ke kulkas semuanya, ada air kelapa kak diminum kak soalnya aku sudah membuka ta kutnya nanti kakak lupa kak.
Setelah mandi akupun langsung makan dan melanjutkan membersihkan semuanya sisa kotoran yang dari kebun kemudian menyapu rumah dengan bersih. Lalu kembali lagi ke kakak tetapi ibu belum datang juga.
" Kenapa ibu belum.pulang ya kak ? " aku jadinya tidak tenang dan merasa kejadian kemarin itu belum selesai juga, apa aku harus menyusul ibu saja ya kak ke balai desa ? "
" Kita tunggu aja dek, sebentar lagi ibu pasti pulang ? "
" Tapi aku cemas kak ibu pulang malam nanti, sebelum malam kak ayo kita ke balai desa saja dan melihat sendiri keadaan ibu dan bapak di sana ? "
Kamipun berangkat bersama - sama ke balai desa, tetapi kenapa mata orang - orang di balai desa ini merah dan berair saja seperti menanggis lama dan mukanya juga sembab, ' apa yang terjadi lagi, kenapa semuanya membuatku binggung dan kerumunan ini dimana ibu dan ayahku serta adikku ? " Kak jangan jauh dariku kak, aku takut pasti sesuatu terjadi ? "
Cicak besar berjalan di aula balai desa ini ada 4 cicak besar itu seakan mau memakan orang - orang yang menaggis itu dan kulihat adik bungsuku di dekat ibu dan sepertinya ketakutan melihat cicak besar itu dan sepertinya tidak ada yang melihat selain adikku saja.
Dan apa itu sebuah batang pisang di tangisi seperti manusia , " Apa mereka tidak melihat bahwa itu adalah pohon pisang saja tetapi di tangisi dan di pakaikan baju ? " pikiranku pusing oleh orang - orang ini, mana mungkin batang pisang di tangisi dan di buat acara kematian seperti ini.
" Paman, siapa yang meninggal ? " Soalnya aku tidak bisa melihat siapa yang meninggal disana paman, kataku kepada paman itu.
__ADS_1
" pamannya tole yang mempunyai kebun banyak itu nak, emangnya kamu tidak mendengar beritanya, dia meninggal tadi pagi dan bapakmu juga ikut tadi pagi bukan ? "
" Iya, paman makanya kami kemari karna bapak dan ibu belum pulang jadi kami menyusul paman ? '
Cicak besar itu menjulurkan lidahnya ke bawah seperti buaya yang akan menerkam orang - orang ini dan aku juga tidak tau apa maksudnya semua ini.
" Kakak apa melihat cicak besar di atas genteng empat sudah itukah dan kenapa kakak ketakutan ? " kataku kepada kakakku.
" iya dek, lagian kenapa juga itu batang pisang di buat seperti jenjang ya dek, kayaknya ada yang aneh disini ?"
Kalian sudah datang nak, ayo kita pulang saja karna besok baru akan di kuburkan karna menunggu anaknya yang kota datang dulu dan bapak sudah izin ke para tetua nak, " Ayo nak, ajak ibu dan adikmu bapak tunggu diluar ya ! '
Di tengah jalan aku melihat seperti hantu di balik pohon beringin besar itu dan mengatakan aku akan datang ke rumahmu dan akan mengatakan yang sebenarnya terjadi nanti. Aku tidak memerlukannya kalau pun sudah terjadi biarlah akan menjadi rahasia Tuhan dan bukannya aku harus menyembahmu iblis kataku kepadanya. Hantu diam saja dan cuma tersenyum lebar dengan banyak belatung di giginya yang busuk, pulanglah ke alammu dan jangan pernah menggangguku dan tidak usah mendatangiku lagi.kataku kepadanya.
Dia pun pergi dan mengatakan akan datang kembali ke mimpiku, bukan untuk menjadi musuh tetapi banyak orang yang ingin menjadi seperti Tuhan katanya dan perlu kau tau Tuhan hanya satu saja, tetapi mereka serakah dan sangat sombong, mementingkan diri sendiri, angkuh dan sangat menyebalkan.
" Pulanglah iblis ke rumahmu ? " jangan pernah menggangguku dan aku capek dari kemarin kau ganggu terus dan maumu apa kataku kepadanya.
" Aku akan memberikan apapun yang kau mau, uang, kekuasaan dan semuanya, tapi kau harus menyembahmu dengan segenap jiwamu maka keluargamu juga akan senang pernah dengan harta kekayaan, daripada sekarang kalian miskin !
__ADS_1
" Maaf aku tidak mau? "
" Kenapa, bahkan semua orang di desamu sudah menyembahku ? " katanya marah dan menunjukkan kukunya yang hitam panjang kepadaku, bukankah kau bisa melihatku dan semua setan di sini, kenapa kau enggan menyembah kami, tinggalkan itu keyakinan pada Tuhanmu itu dan ikutlah denganku ? "
" Aku tidak mau, mati seperti pohon pisang saja di tangisi dan kau setan menutupinya dengan cicak yang buak di atas genteng padahal orang itu sudah kau hidup - hidup di kerajaanmu dan kau setan sungguh sangat keterlaluan. Kataku kepadanya.
' Aku tidak meminta dia. Menyembahku dia datang sendiri menyerahkan nyawanya dan meminta uang dan kekuasaan sehingga dia meninggal dengan cara begitu, dia mengingkari janjinya kepadaku karna merasa dia lebih hebat dariku. Lalu kenapa kau bunuh dia begitu saja tanpa ampun juga, kataku kembali.
" Sudahlah iblis nanti ayahku marah dan segeralah pergi dari sini, sebelum ayahku melihatmu di sana, pergi ! "
" Ada apa nak, bapak melihat ada bayangan yang mengitari mu dan sungguh itu tidak baik, apakah kau sehat ? "
" Tentu, mungkin kelelahan saja pak ! "
Kamipun sampai di rumah dan ibuku segera membuatkan makanan kepada bapak dan segera mandi katanya. Kemudian kami makan bersama dengan minum air kelapa hijau muda dan bapak kelihatannya banyak pikiran, kalau aku tanya maka bapak selalu mengatakan belajar yang benar nak, biar bisa sekolah ke kota katanya.
" Pak, kenapa batang dibungkus seperti mayat pak, kan ngeri ? " kata adikku.
" Kamu melihatnya dek, apa yang kamu lihat selain itu ? Kata bapak lagi ke adik bungsuku.
__ADS_1
Ada 4 cicak besar di atas genteng dan menjulurkan lidahnya yang merah panjang..