Game Setan

Game Setan
Bab 54


__ADS_3

Bibiku sudah datang dari Jawa dan kami bisa melihat dari kejauhan saja dan kata bapak kami harus mandi dulu karna dengan mandi dengan garam badan ini terasa enak nanti karna kemarin malam kami tidur di lantai dan sering sekali bangun karna hujan yang deras dan belum peti mati bibiku itu selalu ada yang tidur di atasnya dan rambutnya menjuntai ke bawah dan giginya yang sudah panjang sepanjang taring anjing laut dan panjang sekali, matanya hitam dan kukunya yang panjang sampai ke bawah dan aku melihat itu terus tadi malam dan aku tidak berani mengatakannya kepada bapakku dan jika kami aku mengatakannya kepada bapak pasti bapak juga akan mengatakan tidak usah takut dia cuma lewat saja dan sudah berapa kali bapakku mengatakan begitu sehingga aku tidak pernah takut lagi jika ada maklum yang jelek dan sangat jelek di depanku dan kini pun aku sudah terbiasa dan tidak takut lagi makanya jika si Lusifer pun ada maka aku akan mengatakan kepadanya sudahlah Lusi aku tidak takut kepadamu kataku kepadanya dan benar saja aku tertidur sangat lama setelah itu karna kulihat bapak sangat tenang tidurnya.


Jika kami tidak tidur dan hanya menunggu hujan berhenti maka pagi ini kami tidak akan bisa bangun dengan segar dan tentu saja bapak juga pasti badannya pegal dan suka flu jadinya , kamipun mandi dan makan setelah itu dan ibuku sudah menyiapkan semuanya dan rumah kami tidak ada yang rusak parah karna banjir dan aku yakin juga bukan rumah kami saja yang masih utuh masih banyak rumah tetua yang masih bagus dan berdiri dengan kokoh disana dan bapak mengatakan orang baik pasti baik juga balasannya.

__ADS_1


Setelah mandi dan tentunya makan kamipun ke rumah duka dan bibiku juga sudah sampai disana dan kata bapak kami harus segera kesana karna suara yang ribut di rumah bibiku membuat bapak tidak tenang dan tentu saja bapak segera lari ke rumah bibiku dan melihat apa yang terjadi, teriakan bibiku menjadi sangat kencang ketika peti mayat itu di buka dan lihatlah belatung itu naik ke atas dan sudah banyak sekali sampai keluar saja dan bibiku agak tertekan karna melihat belatung kecil dan bapak segera menyuruh untuk menutup.peti mayat itu karna baunya juga sudah membuat mual dan kamipun segera menguburkannya dan aku melihat si Lusi senyum - senyum saja dan akupun juga kesal karna ini pasti ulah si Lusifer setan yang terkenal dan adalah raja segala setan.


Jasat bibiku sudah di bawa ke tempat pemakaman terakhir di tempat pemakaman biasa di desaku tepatnya di bawah pohon beringin yang rindang dan tentu saja tidak banyak yang mengikuti kami ke penguburan, hanya kami dengan tetua saja sedangkan bibiku yang baru saja datang pun tidak ikut ke acara penguburan, bapakku dan ibuku dan aku saja dan tetua kami dan hari di sini di penguburan sangat cerah dan tidak ada satupun kelihatan setan yang mendekat mungkin bibiku juga sudah lema meninggal dan mungkin saja si Lusi yang hidup di jasat bibiku dan kata bapak jangan terlalu memikirkan hal yang di luar nalar dan setelah kami menutup kuburan bibiku dan kamipun hendak kembali ke rumah dan kuburan bibiku terasa bau yang sangat harum sekali seperti bunga melati yang baru mekar kata ibuku dan tetua menyuruh kami untuk segera pulang karna tidak perlu berlama - lama disini katanya karna muncul hal yang tidak baik dan tentu kamipun akan pulang, selama perjalanan orang yang ikut mencangkul kuburan bibiku berkata bahwa pamanku ini cuma mau harta bibiku dan juga anak - anaknya tidak ada satupun yang mengantarkan kepergiannya sama juga orang yang sudah di sembuhkan oleh bibiku juga tidak ada yang mengantarkan bibiku dan sungguh mereka sangat jahat sekali dan lihatlah di rumah bibimu itu sudah ada pasien yang menunggu dan pamanmu sedang sehat saja sedangkan tadi pamanmu mengatakan tidak sehat kata bapak kepadaku.

__ADS_1


Sudah ada mobil mewah yang berobat dan benar saja pamanku dengan lincah mengobatinya tetapi orang - orang itu masih kesurupan saja dan tidak ada satupun yang bisa menghentikannya dan aku melihat si Lusi tertawa - tawa di atas bubungan rumah dan lihatlah sampai lidahnya menjulur ke bawah sampai di Lusi semakin jelek saja dan rambutnya sampai gosong dan si Lusi sampai begitu tertawanya dan aku hanya melihatnya, kasihan pak ibu itu kataku kepada bapak.


Setelah sadar ibu mengatakan di mana dan mengapa sampai jauh sekali naik.pesawatnya katanya dan aku merasa lelah sekali dan tidak punya kekuatan untuk bicara dan dimanakah kita ini, kata ibu itu kepada anaknya. Kita sedang berobat Bu katanya dan ibu seperti hilang arah dan ibu sepertinya ada sesuatu yang ibu sembunyikan kepada kami kata anak ibu itu kembali.

__ADS_1


Kami pulang dulu ya, jangan lama - lama disini karna akan berpengaruh buruk kepada kesehatan ibumu dan perkuat lah di dalam ilmu agama supaya yang jelek cepat pergi kata bapak kembali dan cepatlah bertobat karna dengan bertobat setan akan pergi jauh dan untuk itu cepatlah kalian pulang kata bapak lagi dan kamipun pergi dari rumah paman.


Setelah sampai di rumah kami langsung ke sawah, sekalian mengambil sayur untuk ibu dan berbagai ikan untuk lauk malam karna kami capek kata bapak dan kami pun mengambil ikan yang besar dan kemudian membawa pulang ke rumah. Tetapi di rumah paman sudah ribut kembali dan ibu yang tadi sudah sehat dan anak paman yang kesurupan dan bapak terus di cari dari tadi kata ibu dan bapak menyerahkan ikan kemudian kembali ke rumah paman.

__ADS_1


__ADS_2