
Malam ini aku bermimpi sangat seram sekali , aku berjalan di antara orang - orang mati tetapi tubuh mereka sangat besar dan belatung - belatung sudah berjalan - jalan di badanya dan dari mulut mereka keluar bau yang tidak enak di cium. Badan mayat itu penuh dengan luka - luka membusuk dan badannya mereka ini seperti raksasa yang sangat besar dan aku hanya seperti kurcaci kecil saja di sini dan aku berjalan sampai tidak kuat lagi menahan napasku karna baunya sesak dan tidak bisa bernapas kembali.
Kemudian mayat - mayat itu di buang ke api yang besar oleh seorang laki - laki yang penuh dengan api di dalamnya tubuhnya dia bahkan tidak jijik mengangkat badan raksasa yang berbau busuk itu dan menyisakan belatung - belatung itu jatuh ke tanah. Aku benar - benar sangat mual dan sungguh kepalaku sangat pusing sekali akan suasana di sini, bau nanah ini sepertinya lengket di badanku dan rasanya sudah mendarah daging saja.
Kulihat Lucifer memerintah di sana dan dialah rajanya dan terkadang dia marah dan membakar orang - orang disana tetapi orang - orang disana masih hidup dan hidup lagi dan bau nanah itu tidak bisa hilang dan manusia itu masih saja bau nanah walaupun masih hidup dan Lusi kulihat pantatnya merah dan seakan siap membakar tubuh manusia - manusia itu dan aku ketakutan melihat wajah si Lucifer itu.
Aku masih bocah tetapi kalau di perlihatkan hal yang begini aku takut dan tidak bisa lari dari tempat ini dan lihatlah kakiku seperti terlilit sama tali yang besar dan Lusi melihatku dengan penuh kemenangan. Lusifer aku masih anak - anak dan kamu masuk di dalam mimpiku dan aku tidak akan pernah bisa memaafkanmumu Lusi dan ingatkah apa yang kukatakan kepadamu Lusi ? "
Anak.kecil aku cuma mau jadi temanmu dan bukan menjadi lawanmu jika kau tidak mau jangan masuk ke duniaku dan pernah mau melihat duniaku di bawah tanah walaupun cuma mimpimu dan kau sendiri yang datang kepadaku karna denganmu kepadaku dan kami pera iblis cuma akan berteman dengan dengan dan ke angkara murka saja
Kau ingin menemuiku dan kau tidak mau dipersalahkan bukan, jadi jangan salahkan aku anak kecil, jika kau bisa keluar dari tempatku maka kau juga harus berjuang kalau tidak kau mati di duniamu sana dan sekarang lakukanlah jika kau bisa jangan menyalahkan ku saja, dasar manusia.
__ADS_1
Akupun berdoa dan memanjatkan puji syukurku kepada Tuhanku dan memohon maaf apabila aku banyak selahan kepada ibu dan bapakku serta orang - orang dan masih banyak orang yang belum bisa kutolong dan bahwa aku tidak punya apaapun di dunia.
Akupun seperti terlepas dan pegangan yang kuat dan cengkraman di kamipun terlepas dan aku tersadar sudah di kamarku dan terbangun ketika hari sudah siang saja dan aku mimpi yang sangat mengerikan dan tidak bisa kulupakan Lusi yang sangat kejam.
Mandi dan makan kemudian pergi kesekolah sama seperti anak - anak lainnya dan kemudian pulang ke rumah membantu pekerjaan bapak di sawah.
Pamanku datang ke rumah mencari ibuku kayanya ada keperluan dan tidak bisa menunggu dan akupun pergi ke sawah kami di ladang, sungguh aku begitu takjub akan anugrah kau berikan Tuhan semuanya sudah kau atur sempurna. Tumbuh - tumbuhan ini begitu indah dan padi - padi ini tumbuh sangat indah dan di samping ada ikan yang siap untuk di bakar. Ikan - ikan itu tidak akan ada yang ambil pasti karna takut akan kena santet karna di kampung ku ini siapa.yang mencuri perutnya akan besar dan pastinya akan mati lagi.
Sambil membolak balik ikan mas bakar dan mujair bakar itu kulihat paman mengatakan kepada ibu dan bapak bahwa istrinya kemarin demam dan sudah di bawa kerumah sakit tetapi di rumah sakit tidak ada kelainan di tubuhnya tetapi bibi Merakan semuanya badannya sakit di pukili oleh orang lain dan anehnya bisa diam saja dan tidak bergerak. Paman takut bibiku pergi meninggalkannya dan mengatakan sepertinya bibiku kena santet dan terus terang saja bapak dan ibuku terdiam.
Mungkin saja ada yang iri kepada paman dan bibi karna mereka punya usaha yang lumayanlah untuk menopang hidup paman dan bibiku, tetapi siapa yang membuatnya bibi menderita begitu, ' Apa bibi menyakiti hati orang sehingga orang lain tersinggung dan mengirimkan santet kepadanya.
__ADS_1
Bapakku segera pulang bersama paman dan aku beserta ibuku menunggu ikan yang mau di bawa pulang karna sebentar juga sudah matang dan aku memberikan beberapa untuk pamanku karna tadinkeluhat paman sangat kelaparan dan menghabiskan nasi sisa untuk ibu dan bapak.
Bapak mengambil beberapa daun sirih dan beberapa daun bidara serta pohon pisang yang muda serta buah jeruk purut. Disini semuanya tumbuh pohonnya karna kakekku dulu yang menanamnya sehingga malah tumbuh subur di ladang. Pohon ini selalu saja di minta oleh orang dan tetap saja tumbuh dengan subur disana dan tidak pernah mati.
Setelah ibuku selesai dan kubungkus ikan matang itu ke daun pisang dan mengambil beberapa ikan segar untuk lauk besok dan beberapa sayuran serta bawang kamipun pulang karna sudah sore dan ibukunsegera mandi dan kemudian makan setelahnya langsung ke rumah pamanku adik ibuku.
Aku dan kakakku serta adikku segera mengumpulkan ranting yang di belakang karna mau hujan. Kami masih mengunakan ranting untuk memasak dan keperluan sehari - hari. Jika memasak air jadi tidak perlu menunggu gas untuk memasak air dan yang lainnya.
Setelah ini ke rumah paman yuk dek, kata kakakku kepadaku. Kata ibu kita di rumah saja kak takutnya kita nanti di sana menggangu saja dan tidak bisa membantu malah membuat orang benci kepada kepada kita kak.
" Tapi dek, bibi sakitnya parah dan kasihan sekali ! "
__ADS_1
Aku takut bapak marah kak, kecuali kalau di suruh kita kesana terus siapa yang jaga rumah, sudah kita di sini saja sampai ibu kembali dan itu ikannya masih di daun, Kakak mau makan gak , ajaklah adik juga makan dan aku mau istirahat dulu.