
Entah apa yang terjadi lagi ke depannya dan aku tidak menyangka kematian bibiku membuat pamanku serakah dan entah kenapa juga paman tidak mau untuk melihat jasat bibiku dan anak - anaknya juga dan pamanku juga mengobati pasien yang biasanya bibiku obati dan kini pamanku lah yang seakan yang mengobati pasien itu dan aku heran juga melihat pamanku ini, walaupun pasien itu tidak sembuh tetapi berusaha untuk mengobatinya dan paman ini ada - ada saja menurutku.
Setelah pasien itu pulang, bapak langsung beristirahat di rumah dan memang sudah sering sekali bapak mengobati orang tetapi bapak tidak mau mengobati bahkan katanya bapak tidak mau menyesatkan orang karna kalau kita sakit maka harus ke dokter bukan ke bapak, ataupun datang ke tetua ataupun ke dukun tetapi sekarang manusia lebih percaya ke dukun daripada ke orang - orang pintar seperti dokter bahkan sering sekali dokter di kampung kami tidak di anggap karna masih banyak dukun yang mengobati orang - orang sakit karna lebih percaya kepada dukun itu dan bapak hanya tersenyum saja melihatnya.
__ADS_1
Hari ini datang ke rumah kami seorang yang sakit karna mungkin dulu masa mudanya mengkonsumsi makanan yang yang banyak mengandung racun kata bapak sehingga dada orang ini bernanah dan sangat baik sekali dan katanya mereka sudah berobat kemana - mana tetapi masih belum sembuh juga dan bapak mengatakan kalau di rumah sakit berobat ini namanya kanker katanya tetapi kalau kalian datang kemari aku juga tidak bisa mengobati kata bapak karna kami masih sibuk di ladang dan mau panen padi dan kalau mau menunggu ini minumlah lebih dulu nanti sore kami akan pulang membawa obatnya kata bapak setelah memberikan obat warung kepada bibi itu dan bapak juga mengatakan bahwa pengobatan untuk ini membutuhkan sangat lama sekali dan mereka masih mau menunggu katanya.
Bagaimana kalau mereka tidak betah pak di rumah kataku, biarlah mereka pulang saja dan bapak juga banyak yang harus bapak kerjakan bukan hanya menunggu orang yang sakit dan untuk itu butuh makan mereka disana dan sepertinya orangnya susah kata bapak dan kamu nak ambilah beberapa 8kan dan sayuran yang muda untuk di bawa pulang biar dimasak oleh ibumu dan bapak yakin mereka juga belum makan kata bapak kepadaku lagi dan akupun mengambil sayuran itu dan mengantarkannya pulang ke rumah untuk di masak oleh ibu dan kembali lagi ke sawah dan setelah kembali aku mengatakan kepada bapak bahwa yang mengantarkan bibi tersebut sudah pulang dan bapak cuma terdiam saja dan tidak ada berbicara sedikitpun.
__ADS_1
Setelah sebulan ini aku melihat banyak perubahan di bibiku itu dan tubuhnya tidak bau lagi dan benar saja kini bibi itu mau pulang tetapi bapak mengatakan jangan pulang dulu tunggu sampai sembuh benar karna ketika pulang maka akan terbuka kembali kata bibi itu, tidak usah di bayar kata bapakku cukup obat - obatan sama pak mantri katanya dan bibiku itu cuma tersenyum dengan apa yang di katakan bapak dan benar saja bibiku menunggunya dan kami tulis mengobati mu dan tidak usah tidak enak hati kata bapak kepadanya dan aku tidak mengunakan ilmu hitam ataupun yang lainnya hanya mengunakan bantuan dari pak mantri dan ramuan kampung yang di hutan jadi tolonglah sembahlah dulu baru kembali ke kota.
Memang benar bapak tidak mengunakan setan dan bapak mengobati dengan cara ramuan kampung dan obat - obatan dari puskesmas dan bibiku itu sembuh hanya tinggal sedikit saja dan sudah tiga bulan di rawat bapak dan di kota usahakan makan makanan yang sehat dan jangan membeli makanan yang mempercepat kanker dan konsumsi buah - buahan segar kata pak mantri pada bibiku itu dan benar saja di sini bibi itu sehat dan sudah bisa berpakaian rapi dan sangat cantik sekali dan ibuku juga pangling melihatnya dan bapak masih juga di ladang untuk.memberi makan ayam kami dan sebahagian di bawa pulang untuk di potong dan malam.ini bibiku itu akan pulang ke kota dan kamipun makan dengan ayam gulai yang enak sekali.
__ADS_1
Pagi ini bibiku itu akan pulang dan tentu saja kami sangat senang sekali karna kami bisa tidur di rumah lagi bersama bapak dan tentu saja ibu juga sangat senang sekali dan kami tidak mengenal bibi itu dan entah mengapa datang ke rumah mau berobat dan kata bapak jika orang mau minta tolong apakah kita akan mengusirnya dan kenapa bapak tidur di sawah karna bapak juga segan jika tidur di rumah sedangkan kondisi bibi itu kepanasan dan tidak memakai bajunya dan bapak kami sungguh segan dan pengobatan berjalan bapak akan tidur di sawah.