
Kami masih menginap di balai desa menyelang pagi dan matahari mau naik kamipun akan pulang sesuai janji bapak dan ibu serta tetua atau kakak yang kami tua kan di kampung kami dan karena kami juga sudah lapar dan gerah kamipun akan bersiap - siap pulang ke rumah.
Dengan hati yang gembira dan burung - burung berkicau tidak seperti biasanya dan sudah ada penduduk yang hendak ke sawah dan membawa cangkulnya dan paman itu dalam keadaan sehat cuma aku tidak berbicara dengannya paman berbicara dengan bapak saja
" Dek, ini bapak dan ibu pada kemana dek, apa mereka duluan pulang ? "
" Aku tidak melihatnya kak, apa mereka memberitahukan kakak kemana mereka ? "
" Enggak dek, mungkin mereka pulang duluan, gerah dan biasanya ibu juga pulang duluan masak buat kita bukan ? "
" Tapi kan biasanya bapak menunggu kita kak pulangnya ? "
" Terus kita gimana bang ? " kata adik bungsuku.
Kita bersihkan dulu semuanya sampai bersih lagi kemudian kita pulang ke rumah dan di rumah ibu dan bapak sudah pulang dan kita bakar kembali sampah dan membersihkan kotoran sampah tadi malam biar kita pulang enak sama warga.
Kamipun membersihkan semuanya dengan bersih dan sisa - sisa pembakaran tadi malam kami rapikan kembalI ke dalam balai desa dan untuk semuanya piring dan wajan juga kami bersihkan dan kami memasukkan ke gudang di balai desa dan setelah itu kami juga akan membawa piring, teko, dan yang lainnya.
Tiba - tiba adikku mengatakan kenapa masih ada nasi dan telor Kak, kan kemarin malam sudah di makan semuanya sama ibu dan bapak kok ini malah basa dan tidak berbau cuma basi aja karna tidak dimakan kata adikku.
Aku heran juga kenapa nasinya itu basi seperti tidak di makan dan telor - telor juga serta air kelapanya juga kok basi seperti tidak dimakan lalu yang di makan bapak, paman , ibu, serta kakek apa ya, jangan - jangan mereka itu adalah demit yang nyamar seperti bapak dan ibu kami.
" Tapi kemana bapak dan ibu dek, apa mereka baik - baik saja dan apa sebenarnya yang terjadi kenapa jadi seperti ini dek "
__ADS_1
" Aku juga tidak tau kak, cuma tadi malam waktu tetua membakar kemenyan banyak sekali demit yang datang dan aku heran juga ada sosok.makhlup kasar mata yang hitam besar dan matanya merah sepertinya marah dan sering melihatku dan aku tidak tau apapun yang terjadi.
" Sudah lama kalian menunggu, maaf nak bapak dan ibu serta pamanmu terjebak di dalam kuburan karna paman kalian sepertinya kemasukan dan menggangap tanah saja adalah emas "
" Bapak siapa dan bapak darimana asalnya '
" Aku bapak kalian dan kami baru saja datang dari kuburan dan rasanya lelah sekali "
Terus bapak datangnya darimana kok gak kelihatan bapak tadi datangnya, " tiba - tiba saja muncul "
Ibu dan bapak kalian capek kenapa kalian malah banyak pertanyaan kata paman.
Soalnya kemarin bapak sama ibu serta tetua dan paman juga sudah pulang dan tadi pagi pulang ke rumah duluan dan kalian mengatakan kami ini anak kalian, bagaimana kami tidak percaya ada dua orang bapak dan ibu, paman serta tetua.
" Kami sudah memanggil kalian nak, kalian tidak mendengarnya dan untuk yang kemarin mungkin orang baik yang menjaga kalian sehingga masih sehat kalian menunggu ibu, bapak dan paman serta kakek.
" Lagian kamu lihat kaki paman menginjak lantai tanah bukan ? "
" Terus , kalian mengatakan kami demit, Ayo kak kita pulang saja dan tinggalkan anakmu di sini, aku sudah lapar ? "
" Bagaimana tetua, apakah sudah aman " kata bapak
" Sekarang sudah, pulanglah kalian dan makan dan minumlah, jangan langsung tidur tunggu makan dulu dan nanti siang baru boleh tidur, lakukan kegiatan biar gak tidur ya ! "
__ADS_1
" Ayo, kita pulang semuanya dan bawa barang - barang kita, nanti bapak juga mau berbicara dengan kalian "
" Tetua tersenyum melihatku dan mengatakan terimakasih dan mengelus kepalaku dan tetaplah jadi yang baik agar ketika besar nanti bisa menjadi orang yang di andalkan katanya '
Aku hanya diam saja dan karna bapak serta ibu mengajak pulang kamipun pulang bersama - sama tanpa berbicara dan kami yakin ini adalah orang tua kami karna kakinya kedua - duanya berjalan di tanah dan ikut membawa barang - barang dari kuburan.
Sesampainya di rumah kami tidak langsung tidur, bapak segera mandi kemudian ibu dan bergantian sampai bersih setelahnya ibu memasak dan membuat gorengan yang sederhana saja di temani kopi dan untuk bekal yang kami minta di warung entah kenapa semuanya tidak terpakai dan ubi yang kami ambil juga begitu, pada rusak dan ada ulatnya untuk telur - telor juga pada busuk dan bau sekali.
Bapak dan ibu tidak ada yang bertanya mereka menguburkan semuanya di dalam tanah dan untuk makan kami di petik di kebun dan di rebus saja kemudian ibu membuat sambal yang di petik di kebun, kakak dan adikku membersihkan rumah sampai wangi dan kerjaan kami selama dua hari ternyata membuat rumah kami berantakan dan kotor sekali penuh dengan barang - barang berserakan dan makanan yang busuk tentunya.
Kami saling membantu agar pekerjaan cepat selesai setelah semuanya siap dan rapi seperti sedia kala, bapak menyuruh kami semuanya untuk mandi agar bersih dan tidak gerah dan segera makan katanya.
" Bapak, kenapa pulangnya lama dan ibu juga, apakah terjadi sesuatu di sana kataku ke bapak"
" Makan saja dulu nanti bapak jelaskan, kalian juga capek, istirahat siang kemudian tidur besok bapak sama ibu jelaskan "
Kami adalah anak - anak bapak yang penurut dan sudah kebiasaan kami menghormati yang lebih tua apalagi orang tua dan umurku yang masih kecil begini sangat menghormati orang tuaku dan buatku orang tua di desa kami adalah orang yang banyak ilmunya meskipun mereka bukan sarjana tetapi pengajarannya kepadaku mengajarkan kebaikan dan kebijaksanaan.
Setelah makan kamipun istirahat dan aku bermimpi ketemu kakek padahal aku mimpi siang hari.
Kakek apa yang terjadi sebenarnya kek, kenapa ada dua bapak dan ibu serta paman dan tetua juga, " apakah kakak tau sesuatu tentang ini kek ! "
Kamu akan belajar untuk ini cucuku, kita tinggal di desa dan masih banyak adat - istiadat yang mengharuskan kita percaya kepada sesuatu, contohnya kakek bisa bertemu di dalam mimpimu walaupun kakek sudah meninggal dan untuk bijaksana di dalam mengambil keputusan tidak selamanya apa yang di lihat mata itu nyata.
__ADS_1
Tetapi mendekatkan diri kepada Tuhan yang utama, jagalah bapak serta ibu, kakak dan adikmu kakak akan selalu menjaga kalian.
B.04042023.