
Aku yang sekarang sedang melihat Lusifer sedang mengobati seorang anak yang kesurupan dan si Lusi ada disana ikut mengobati anak yang kesurupan itu dan tentu saja bibiku yang di gunakan untuk tangan.penyambungnya maka untuk itu aku diam saja saat Lusi sibuk kesana kemari meniup orang yang sedang sakit itu dan kenapa si Lusifer jadi baik dan tidak kelihatan jahatnya padahal si.lusi ini memang orang yang benar - benar jahat dan aku juga tidak mengerti kenapa dia berubah menjadi sangat baik sekali dan kini aku yang terheran melihatnya.
Kemudian setelah adik yang kesurupan itu sadar serta sudah kelihatan sehat saja, padahal bibiku cuma memegang tangannya dan memberikan air putih saja dengan di ucapkannya mantra - mantra kemudian meminumkan air putih itu ke adek yang kesurupan itu adek itu langsung sembuh dan iblis yang di dalamnya keluar tetapi aku melihat adeknya sepertinya pikirannya kosong dan tidak bergairah untuk hidup dan pantaslah adek kesurupan karna pikirannya kosong dan tidak keinginan untuk hidup juga sepertinya dan aku juga tidak yakin apakah adek ini kesurupan lagi karna mata masih memperlihatkan beban yang besar walaupun dia masih kecil
__ADS_1
Kemudian Lusifer membagi - bagikan uang kepada penduduk desa kami dan entah darimana bibiku mendapatkan uang sebanyak itu sehingga bibiku bisa membagi - bagikan uang kepada semua penduduk desa 6ang jumlahnya kalau menurut bapak itu sangat banyak sekali dan kulihat si Lusi selalu di dekat bibiku sambil tersenyum dan si lusi juga ikut membagikan uang itu dan si Lusi ini selalu saja tersenyum dan aku yakin setelah ini pasti penduduk kami mengalami sesuatu hal yang menakutkan jika menerima uang itu dan bapak mengatakan kepada kami jangan mengambilnya karna itu hanya diberikan kepada orang yang memerlukan saja sedangkan kita tidak butuh atau kita belum membutuhkannya kata bapak kepada kami dan kamipun pergi ke sawah untuk membantu bapak.
Di sawah kami membakar ubi dan jagung sekalian kami membantu bapak membersihkan sawah bapak karna sebentar lagi akan panen dan padi sudah menguning sekalian jaga burung dan untuk membantu bapak juga dan bapak sangat senang sekali setiap kami.membantunya dan disekitar sawah kami banyak sekali telur burung puyuh untuk kami bawa pulang untuk di buat telor balado yang enak sekali tentunya.
__ADS_1
Sore hari kami pulang ke rumah dan uang yang di bagikan bibiku belum juga selesai di bagikan dan tentu saja penduduk desa sangat senang sekali karna ada pembagian uang yang sangat banyak sehingga tidak ada yang pergi ke sawah atau ke ladang lagi, mereka diam di rumah saja dan tidak mengerjakan apapun menunggu uang pembagian itu sampai malam dan ketika malam pembagian uang itupun sudah berhenti dan tidak ada kulihat bibiku dan si lusifer di sana, kamipun masuk ke rumah untuk makan dan mandi setelahnya akan istirahat tentunya. Bapak dan ibu saja di ruang tengah mengobrol kemana akan di juga padi - padi itu karna besok akan di panen sedikit - sedikit dan kata ibuku persediaan beras dan padi kami masih ada dan tentu saja padi itu akan di jual dan sebelumnya pasti di jemur dulu supaya kering menjadi gabah kering kemudian di tumbuk menjadi besar tentunya dan aku juga akan membantu bapak memanen padi itu setelah pulang sekolah dan kamipun tidur karna memang sudah lelah sekali bermain di sawah.
Sepulang sekolah akupun mencari bapak dirumah tetapi tidak ada, kamipun akan menyusul bapak ke ladang saja karna perlengkapan keranjang ibu tidak di rumah dan bibiku mengajak kami ke rumahnya untuk makan siang tetapi aku lebih memikirkan bapak dan ibu di ladang, aku mengatakan kepada bibiku nanti kami akan menyusul ke rumahnya dan aku serta adikupun langsung berganti baju kemudian makan siang yang sudah di sediakan ibu dan sungguh kami sudah kenyang langsung menjumpai ibu di sawah dan membantu mengangkat padi itu ke rumah bersama bapak, lelah sekali memang tetapi bapak hanya minum air kelapa dengan air es yang dibawa dari rumah dan sungguh nikmat sekali dan ketika kami sampai di rumah kelihat bibiku sudah menunggu kami di rumah, katanya karna kami tidak mau makan di rumahnya siang tadi dan bibiku sudah berulang kali ke rumah katanya untuk mengajak kami makan tetapi kami tidak ada malah pergi ke sawah katanya.
__ADS_1
Aku diam saja dan mengatakan harus membantu bapak untuk mengangkat padi - padi ini Bik, kasihan bapak kalau sudah sore padi - padi itu di tinggal di sawah dan tentu besok sudah banyak yang jauuh ke tanah kataku kepada bibiku itu, dan bibiku hanya diam tetapi mukanya merah seperti muka si Lusifer yang marah karna mau membakar kota saja kataku di dalam hati dan bibiku pun pulang dan aku kembali lagi ke sawah untuk mengangkat padi - padi itu dan benar saja bapak belum istirahat juga padahal aku sudah mengatakan istirahat saja tetapi bapak hakut kesorean katanya hingga seluruh padi - padi itupun sudah selesai di ikat dan tinggal membawa pulang saja sekali lagi
Sampai di rumah kamipun masuk ke dalam dan sudah ban yg ak makanan yang tersaji di rumah dan apakah kakak yang memasak semua makanan ini dan menghidangkannya kataku kepadanya, bukan dek kata kakaku, bibi yang memberikan ke rumah tadi dan kakak cuma memasak telur dan rebusan itu di sana katanya dan ini enak kalau kamu sudah lelah mandi dan makanlah kata kakakku kepadaku. Bapak membuang semua makanan itu ke bak sampah.
__ADS_1