Game Setan

Game Setan
bab 17


__ADS_3

Sudah dua hari anak itu belum juga kembali, satu persatu kejadian dan kejadian sebelum anak yang hilang itu di tanyakan karna beberapa hari ini anak itu belum juga kembali dan orang tuanya sangat mengkwatirkanya, dan jika memang anak itu di bawa Umang seharus sudah ketahuan begitu kata tua2 itu yang disana, tetapi anak itu tidak ada kelihatan di bawa Umang ataupun setan yang ada di desa kami dan tetua menyuruh memanggil semua sanak saudaranya dan menanyakan apakah anak itu ada mereka dan mungkin saja lupa pulang dan kamipun Mecari di seluruh kampung kami ini, dan tetua itu sedang kemasukan roh para leluhur dan katanya anak itu belum mati dan cuma.di bawa orang dan tidak mau kembali, orang tuanya senang asal meninggal saja katanya, tadi pagi itu aku memarahinya dan menyuruhnya pergi dari rumah kata bapak anak itu dan mengatakan juga jika.anak itu pergi dari rumah ketika menghabiskan nasi dan tidak di tinggalkan untuk bapaknya yang sudah capek pulang dari sawah dan bapaknya marah dan menyuruhnya pergi kata bapaknya, dan hingga sekarang anak itu belum juga kembali dan bapaknya mengatakan minta maaf apabila sudah membuat warga sibuk dengan mencari anaknya itu dan untuk jika dia sudah menghabiskannya beli saja pak diluar dan lagi juga untuk apa memukul dan mengusir anak jika memang dia lapar, kita yang dewasa mendidik dan mengajarinya sopan santun kata bapak kepala desa, bapak anak itu sangat menyesal katanya dan buat apa menyesal pak, semuanya sudah terjadi dan kita harus mencari anak itu sampai bertemu dan mungkin saja kesasar di ladang atau di hutan dan tak tau jalan pulang kata bapak yang lain, jadi untuk itu jangan menyesal pak.mudah2an anak bapak cepat ketemu dan kita harus membantu bapak dan ibu, minta tolong sebahagian ke hutan dan cari di goa2 di tempat2 tersembunyi kata bapak kepala desa, dan ingat kalau sudah malam cepatlah kembali, karna hutan disini banyak hewan buasnya dan ular yang masih beracun kata bapak kepala desa, kamipun anak2 sekolah ikut mencarinya karna anak bapak itu juga teman kami , dan temanku juga mengatakan bahwa hutan itu adalah hutan larangan dan banyak sekali hewan buas disana bahkan hewan yang kasat mata juga banyak, dan hati2lah kata teman2 kami, dan bapakku mengatakan jangan ikut karna disana semak tingi2 dan jalannya sempit dan jika kesesat pasti susah kembali karna makanan juga susah di dapatkan kata bapak, kamu tinggal di rumah saja bersama ibumu nak katanya, tapi aku pengen ikut pak supaya aku jangan menjadi penakut dan menjadi pemberani dan jika bapak nanti berjalan aku akan jalan di dekat bapak, kataku kepada bapak dan kamipun semuanya berangkat ke hutan larangan, seperti kata bapak hutan itu sangat lebat dan memang sangat gelap sekali dan hari masih sangat pagi dan hutan ini sudah seperti malam yang berkabut dan bapak mengatakan kepadaku jangan berjauhan kita akan tersesat, tidak sinar matahari, sinar matahari di tutupi oleh daun2 yang lebat dan sangat lebat dan sangat lebat sekali dan sehingga menutupi semuanya hingga semakin lebat saja dan kami untung membawa senter yang besar, aku cuma takut ular saja dan karna gelap, kemudian berjalan beberapa lama ada sinar mataharinya dan suara burung mulai terdengar dan masih jam delapan pagi rupanya, dan kamipun berhenti di salah satu pohon dan tetua itu mengadakan ritual dan mohon ijinnya agar kami bisa sejenak rehat untuk makan pagi, aku membuka bungkusan nasi untuk pagi kami dan ibu sudah membalutnya dengan daun.pisang ketika akan selesai makan kami tidak akan berat membawanya, begitu juga untuk minum sudah ada kantung plastik yang ketika.sudah diminum bisa langsung dibuang dan bapak mengatakan jangan di habiskan nak itu bisa untuk lauk sore nanti kita akan pulang sore hari kata bapak, kami semuanya memakan bekal yang kami bawa dari rumah untuk sekarang makanan ini rasanya enak sekali dan sungguh luar biasa, dan minum juga seperti tidak pernah minum saja, haus dan haus saja, bapak hanya makan sedikit dan minum seadanya saja dan aku heran kenapa bapak begitu dan jika ada buah yang bisa dimakan maka bapak akan membawa dan memakannya di tengah jalan dan kaminbelum.menemukan teman kami itu dan entah dimana dia, daun2 yang hijau sudah membuatku mengantuk dan bapak menyuruhku untuk tidur sebelum lanjutkan perjalanan sampai ke lebih dalam lagi dan hari masih pagi dan entah kenapa aku mengantuk sekali dan akupun mulai tertidur..


__ADS_2