
Karna semuanya pekerja bang Ali sudah pulang ke kota tentu saja hutan itu tidak di tebang lagi karna mungkin juga Karena ada yang meninggal dan semua orang pada gak berani datang ke sana dan kata bapak, kami mau menanam buah - buahan disana atau pohon ataupun sayur nantinya.
Ibuku mengatakan tidak usah buat menanam sayur kita sudah banyak sayuran kata ibu, tapi bapak mau menanam pohon buah itu Bu kata bapak, buat apalah pak nanti jadi permasalah juga, itu bukan tanah kita dan setiap orang yang kesana pasti mati.
Kita juga keturunan dari desa ini Bu, tidak akan dimakan penghuni hutan itu, lagian ibu percaya sama yang namanya setan, dan ibu takut kata bapak, dan memang hutan itu sudah di gundul semuanya jika tidak di tanami maka kita akan terkena banjir.
Nanti kalau bapak sempat bapak akan menanam pohon itu kembali dan supaya keturunan kita juga menikmati udara yang segar kata bapak.
Ibu diam saja dan mengatakan kepada bapak hati-hati disana saat akan memindahkan pohon itu, aku serta bapak dan pemuda desa serta bersama-sama tetua itu pergi kesana dan kami membakar semua ranting pohon dan kayu - kayu itu.
Kemudian menanam pohon itu kembali agar tidak terjadi banjir ke bawah seperti kata bapak, kami bekerja dengan setulus hati dan berjanji tidak akan menebang pohon - pohon itu agar alam juga terjaga kelestariannya, lelah kami tertidur semuanya dan terbangun kembali karna banyak ular hitam yang datang serta hewan melata lainnya.
Sepertinya mereka melihat kami dan serta seperti menundukkan kepala saja kepada kami, aku bertanya kenapa ular itu pak kataku kok sepertinya membungkuk, mereka itu juga makhluk hidup dan tentu saja mereka berterima kasih karna kita membuat rumah mereka kembali,tetapi mereka banyak pak apa tidak membahayakan kataku, tetua itu menjawab tidak mereka akan segera pergi katanya, aku melihat ular itu warnanya hitam pekat bahkan kalau kita tidak awas maka warnanya akan sama seperti tanah.
Ular - ular tidak akan menggangu jika kita tidak merusak rumahnya atau lingkungan tempat tinggalnya.
" kenapa tidak kita bunuh saja pak kataku kepada bapak soalnya ular itu sangat berbahaya!
Kalau kita bunuh maka tetua itu akan marah nak kata bapak kepadaku.
Jadi kalau kita biarkan maka ular - ular itu akan turun ke pemukiman kita pak dan racunnya itu sangat berbahaya.
Bapak tau tetapi tetua mengatakan jika kita membunuhnya kita akan mendapat kesialan
Kalau kita tidak membunuh ular - ular itu maka ular - ular itu akan berkembang biak dengan cepat
Terus kalau sudah begini bagaimana mereka makan pak dan apa makanan yang mereka makan, kan tidak mungkin mereka memakan tanah, biasanya mereka memakan kodok kataku kembali.
__ADS_1
Masih kecil gak usah banyak mikir kata bapak kembali.
Mereka diberi makan sama tetua nak kata paman.
Sebenarnya ularnya kecil dan tidak terlalu berbahaya kalaupun mereka hidup pasti manusialah yang mengganggu mereka.
Gimana gak berbahaya itu ular kan mengandung racun, sekali di gigit ampun sakit sekali.
Paman sebenarnya untuk naik ke atas bukit ini agak takut nak, karna katanya hutan ini binatang buasnya dan hantu juga berkeliaran.
Tetapi bapakmu tidak pernah takut dan pernah juga digigit oleh ular itu pada waktu kecil dan bapakmu hampir mati waktu itu.
Setelah di gigit oleh ular itu bapakmu sepertinya kebal akan bisa ular manapun sehingga aku sering kemari Untuk di gigit juga tetapi paman takut di gigit lagi.
Memangnya paman pernah di gigit gak, kalau pernah gimana rasanya paman.
Terus kenapa paman mau di gigit lagi bukankah itu bahaya.
Setelah kita di gigit oleh ular itu nak paman seperti di bawa ke tempat bidadari yang sangat cantik, awannya indah , di kelilingi oleh air terjun .
Sungguh paman belum pernah melihat ada bidadari yang sangat cantik menemani paman katanya tertawa.
Tiba tiba saja aku melihat bayangan wanita berambut panjang di rumpunan pohon bambu. Giginya panjang dan wanita itu melotot melihat kepadaku.
Terdengar suara tetua itu mengatakan pergi sana masih siang mau ngapain juga kemari.
Kemudian tetua itu melemparkan kemeyan kepada wanita dan mengatakan ambil dan pergilah.
__ADS_1
Aku melihatnya dan yang lain biasa saja tidak melihatnya sama sekali. Kutarik napasku panjang dan menurutku kenapa hantu itu keluar belum lagi malam.
Ada apa , kenapa mukamu pucat nak, kalau capek biar kita pulang kata bapak kemudian.
Aku tersenyum.melihat bapak dan mengatakan aku tidak sakit cuma lelah saja.
Setelah ular - ular itu pergi maka kamipun melanjutkan menanam pohon kembali. Kemudian kami pulang sebelum sore hari karna ketika malam banyak sekali hantu yang berkeliaran di hutan ini belum suara - suara aneh yang kedengaran dari jauh.
Kami segera bergegas pulang tiba - tiba tetua itu berhenti dan nampak ular - ular itu kembali lagi bermunculan secara bersama - sama dan aku terkejut melihat ada ribuan ular kecil dan besar bergerak seperti tanah berjalan.
Kami menunggu untuk sesaat untung belum gelap kalau tidak kami pasti akan menginjaknya. Sungguh aku juga terkejut dan kupegang erat tangan bapak dan kamipun lewat setelah berhasil memberikan jalan buat binatang melata itu.
Kamu lihat gak nak ada orang yang mengembalakan ular itu kata paman, ada dewi dan dewa ular disana. Kamu lihat gak nak dia sangat cantik sekali dan dewa ular itu juga tanpan. Rupa - rupanya mereka sekeluarga dan kita melihatnya banyak padahal cuma lima ekor yang lewat.
kenapa kata paman cuma lima padahal itu banyak, apa paman itu suka.berbohong kataku.
Tidak usah kamu dengarkan nak apa kata pamanmu kadang dia ngelindur sendiri seolah ini dunia adalah mimpinya. Kita waspada saja sebelum sampai ke rumah.
Sebelum malam kita harus sudah sampai di rumah dan jangan suka melihat ke belakang.
Kamipun berjalan lagi, kenapa malah banyak siput coklat untuk apa juga sifut ini jalan berbaris sampai di ujung dan ujungnya tak tau di mana.
Tetua berjalan di depan menaburkan garam dan siput itu masuk ke dalam rumahnya kembali, hati - hati jangan terkena cangkang bila terinjak itu siput beracun kata tetua kembali
Kami berjalan pelan di belakang tetua dan garam itu masih di tebar sampai ke ujung siput. Aku masih bingung kenapa di tebarkan garam.
Garam di berikan supaya mereka tidak bergerak nak, garam itu asin tentu saja daya rangsang siput ada dan langsung mengulung mulutnya ke dalam.
__ADS_1
Kamipun melanjutkan perjalanan kami kembali.