Game Setan

Game Setan
Bab 57


__ADS_3

Terkadang aku tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh orang itu hantu ataupun setan entah apalagi namanya demit ataupun sejenis kawanannya si Lusifer padahal mereka sama hanya mau.menyebab manusia saja masuk ke dalam neraka dan sekarang bahkan manusia saja sudah banyak yang sombong, congkak dan bahkan mengandalkan uang mereka dan mencari uang dengan cara tidak benar dan tentu saja ada banyak sekali di kampung kami ini. Ada berbagai macam bentuk hantu yang berkeliaran mencari mangsa dan sekarang manusia sudah tidak takut lagi dan menyerahkan semuanya hidupnya kepada setan itu dan aku sangat sedih sekali bahkan setan ataupun jin itu di pelihara dan di beri makan.


Diberi makan kemenyan bahkan juga kadang darah yang di persembahkan ataupun hewan sebagai ganti gadainya dan aku juga tidak mengerti kenapa juga manusia mau hidup yang enak tetapi tidak mau bekerja dan bahkan menyerahkan dirinya untuk iblis penguasa kegelapan.

__ADS_1


Malam ini terasa sangat dingin sekali dan suara burung hantu Sera lolongan anjing yang begitu sanga yg mencekam serta seolah - olah alam tidak bersahabat dan seakan ada hal besar yang akan datang dan udaranya dingin mencekam seolah tidak ada mahluk yang pengen keluar untuk menikmati malam dan entah mengapa bapak masih sibuk saja diluar padahal sudah malam sudah lewat jam sepuluh malam dan ibu pun langsung mengatakan masuk ke dalam rumah ke pada bapak karna udaranya dingin sekali bapak juga belum mau masuk ke dalam rumah.


Setelahnya bapak masuk ke dalam rumah setelah melihat melihat dan mendengar suara gendang dan iringan peti mayat yang lewat dan tentu saja di ikuti oleh banyak mahluk siluman dan bahkan juga berbagai iblis berbentuk aneh - aneh dan ada yang membawa bendera setan dan ada juga yang bermuka datar dan tidak ada yang kulihat yang mukanya seperti manusia dan hanya yang di bawa di peti mati putih transparan itu yang kelihatan cantik dan tentu saja seperti putri yang sedang tidur dan penari gamelan itu terus saja menari dan berlanjut dan semuanya orang sudah masuk ke rumah masing - masing dan gamelan itu terus saja dan tanpa berhenti dan aku melihat bapak tenang saja sedangkan ibuku seperti orang yang tegang dan tidak berani bergerak sama sekali dan lihatlah ibuku sepertinya tidak bisa berjalan karna mendengar suara gendang dan gamelan itu membuatku bertanya apa yang sedang terjadi dan bapak hanya mengatakan besok saja yang nak sudah malam dan jika kamu mendengar suara itu janganlah kamu mengikutinya masuklah ke dalam rumah dan cepatlah tidur karna kalau tidak kamu juga akan di bawanya untuk menghidupkan mereka dan tentu saja sebagai abdinya tuan putri itu dan dia akan datang setiap kali kita sudah pasrah akan hidup kita ini.

__ADS_1


Untuk hidup ini kurasa sudah sangat mencekam sekali kenapa mesti mati kalau hanya keluar rumah dan apa hebatnya mereka karna mereka bukan manusia dan manusia itu lebih tinggi derajatnya daripada setan dan kenapa setan lebih berkuasa padahal mereka adalah manusia fana yang sudah tidak di perlukan lagi, kenapa mesti di buat seperti raja di dunia manusia dan kenapa manusia mesti takut kataku kepada bapak harusnya di pukul saja mereka dan pasti mereka lari dan ini malah manusia minta uang dan hidup yang enak kepadanya dan bahkan hidup abadi dan tidak ada yang bisa hidup abadi selain Tuhan saja dan kita manusia hanya sebagai pasti juga kembali padanya.


Setelah seminggu bibiku pulang ke kota dan kini bibiku itu sudah lebih sehat dan bibiku ternyata adalah orang kaya dan membantu kami dan mungkin bibiku kasihan melihat kami karna kami mungkin hidupnya di bawah garis kemiskinan dan bibi juga memberikan banyak perhiasan untuk ibuku karna sering sekali di hina oleh saudara - saudaranya di katakan miskin dan untuk makan saja susah kata mereka padahal bapak juga tidak pernah meminta kepada saudara - saudaranya ibu atau bapak kami bahagia walaupun tidak bisa membeli baju ataupun makan daging setiap hari tapi entar kenapa bapak selalu saja tersenyum walaupun kami di hina bahkan kami di rendahkan dan sekarang bapak sudah mempunyai kebun yang lebar dan bahkan ujungnya pun tidak tau di mana. Saking lebarnya dan cuma bapak yang mengerti dan bibiku. Bibiku mencium kami semuanya sebelum pulang ke kota.

__ADS_1


Bapak biasa saja walaupun kami sekarang punya durian dan sekarang bapak menyadap karet dan durian berbuah jadi kamipun membagikannya ke rumah tetua dan tentu saja mereka sangat senang sekali dan sekalian bapak memberikan uang belanja untuk tetua dan istrinya supaya nanti bisa makan yang enak kata bapak dan tentu saja tetua sangat senang dan tetua juga sayang kami semuanya.


Malam ini cuaca sangat cerah kami berkumpul di depan rumah dan membakar api unggun sekalian memasak nasi di dalam bambu untuk ayam gulainya sudah di masak ibu tadi siang beserta rendangnya tiba - tiba suara gendang itu terdengar lagi dan lagi dan semakin kuat saja dan ibuku pun segera mematikan api di luar dan masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2