Game Setan

Game Setan
Bab 31


__ADS_3

Setelah mandi dan makan malam di rumah, aku tidak.melihat bapak dan ibu di rumah mungkin karena lelah aku sempat ketiduran di kamar dan kemudian aku mandi lagi dan makan setelah itu minum kopi sampai habis.


Mungkin ibu dan bapak sudah di balai desa dan tiba - tiba ada seorang datang dan mengatakan aku harus segera ke balai desa dan harus membuat kopi untuk ibu dan bapak kata anak kecil dan anak kecil ini juga seperti setenggah badan dan langsung aku mengingat apa kata ibu dan segera aku memberikan kopi ke anak kecil ini, menunggu dia meminum aku membuat kopi hitam lagi dan membuatnya banyak ada dua ceret sekalian.


Setelah meminum air kopi kesadaran anak itu mulai pulih dan aku juga memberikan gorengan yang di goreng pisang yang di buat ibu tadi dan anak itu segera memakan goreng itu dan kuberikan sisa dari dengan telor yang terhidang di meja makan dan anak itu memakannya dan kamipun berangkat ke balai desa serta membawa gorengan dan kopi itu.


Sampai di balai desa aku langsung melihat ibu dan bapak dengan segera ku berikan kopi dengan membawa cangkir besi jaman dulu dan kuberikan kepada ibu dan bapak yang sudah kelihatan lelah sekali dan sebelumnya tangan serta muka ibu dan bapak di basah dulu.


Setelah makan gorengan dan kopi hitam itu ibu dan bapak segera pulih dan mulai berpikir normal kembali. Kamu nak cari kopi di desa sebelah serta bahan makanan lain yang bisa kita makan karna bubuk kopi pasti sudah habis.


Jika di desa juga habis tumbuk lah di belakang rumah kita banyak yang kering dan malam ini juga harus kami kerjakan tinggalkan kopi itu dan jadikan menjadi satu serta gorengan itu juga nak.


Carilah telur atau yang lainnya bisa ubi atau kalau tidak utang saja di kedai atau ambil ubi kita di sebelah rumah nak, lakukanlah sekarang dengan kakak dan adikmu. Disini kita tidak boleh kekurangan makanan karna jika kekurangan makanan kemu lihat sendiri nak kita tidak akan bisa melanjutkan acara ini sampai besok.

__ADS_1


Akupun pulang ke rumah bersama kakak serta adikku dan kamipun akan melanjutkan apa yang di katakan oleh bapak.


Sebelum pulang aku melihat peti jenazah itu sudah banyak yang mendatangi dan mereka sebahagian ada yang pulang dan ada juga masih tinggal di balai desa dan kenapa mereka kelihatan lelah sekali dan ada paman yang memberikan kopi dan teh manis kepada bapak ataupun ibu - ibu yang sedang melayat disana.


Cepatlah nak jangan lupa segera nanti setelah masak antarkan kemari kata bapak, ibumu tidak bisa membantu kalian dan kalian harus cepat sebelum malam dan ambillah semua telor di kandang dan di kedai segera dan secepatnya kalian masak.


Akupun segera meninggalkan bapak dan aku seperti tak rela meninggalkannya bersama ibu dan yang lainnya. Kamipun segera ke kedai membeli semua telor dan minyak serta beras dan ibu yang menjual juga memberikan semua sayuran yang ada karna katanya mau tutup dan kamipun pulang dengan susah payah membawa telor dan yang punya kedai mengatakan bawa saja semuanya karna ibu itu juga harus tutup.


Aku heran kenapa semua lauk pauk di berikan ke kami dan tidak membayar apapun dan kamipun membawanya ke rumah dengan susah payah dan segera di masak.


Kakak sudah menggiling semua cabe - cabe itu tanpa ada yang tersisa dan adek menguliti telur - telur itu dan sebelum malam semuanya sudah siap dengan kopi hitam campur gula yang pekat kamipun mengantarkannya ke balai desa sebelum malam seperti kata bapak dan ibu.


aku melihat bapak dan ibu yang sibuk padahal Aku tidak tua apa yang di lakukan ya disana kenapa mereka capek sekali dan seharusnya kami yang capek tetapi ibu dan bapak seperti kehilangan tenaga ketika menyambut kami dan setelah makan ibu serta bapak berbicara lagi ke kami anak - anaknya.

__ADS_1


Aku langsung teringat ke nenek dan kakak yang menyuruhku membantu mereka. Entah kenapa aku merasa takut kehilangan mereka semuanya dan tak terasa air mataku mengalir dan dalam doaku tolong bapak serta ibuku ya Tuhan.


Setelah minum kopi dan makan nasi sambel telor itu bapak mengatakan bagikan ke pamanmu dan ketika adikku meminta minuman di tangan bapak,bapak pun tersenyum akan memberikan minuman itu kepada adikku dan aku mengatakan kepadanya nanti kita buat di rumah kataku kepada adikku dan aku mengajak kakak dan adikku untuk memberikan makanan itu kepada paman dan yang lainnya. Tentu saja dengan piring daun pisang yang ku ambil di samping rumah dan itu sudah banyak di rumah.


Setelahnya kamipun berangkat lagi ke kedai sebelah apa yang akan kita beli dek kata kakak kepadaku.


" Minyak goreng untuk nanti malam serta kopi hitam dan kita juga harus menumbuk kopi itu supaya tercampur dengan yang di rumah kak dan aku sudah mengambilnya dan sudah meletakkannya di rumah tadi jadi kakak dan aku tinggal menumbuknya menjadi halus saja kataku kembali.


Kami ke kedai sebelah dan mengatakan keperluan kami, dan ibu kedai juga memberikan beberapa telur dan mie untuk besok pagi serta sayuran dan beberapa roti dan mengatakan nak ini roti untuk kalian saja karna sedikit cuma ada tiga dan untuk mie untuk besok katanya.


Aku berpikir kami harus makan dan kami makan roti itu di rumah ibu itu serta beberapa minuman gelas yang ada karna aku sudah janji untuk adikku akan membelikan makanan tadi sewaktu di balai desa.


Ini uangnya Bu, maaf ini uangnya mohon ibu terima karna sudah kami makan, kami ikhlas Bu kataku dan si ibupun mengambil uang itu dan tentu saja langsung menutup rumahnya kembali.

__ADS_1


Sampailah kami di rumah, kak telor yang punya ibu dan telor yang di kedai jangan di satukan kak dan mie punya ibu juga kak, kita makan pakai mie punya ibu dan sayuran punya ibu di pisah saja kak karna setelah membayar roti dan minuman tadi kayaknya aku kok jadi semangat kataku ke kakakku kembali.


Bener dek, sebegitu banyak barang kita tidak kelelahan dek dan adek juga tidak mau minum kopi dan air kita sudah tercampur dek , ya sudah kak kita minum air galon punya ibu saja jangan yang untuk punya balai desa.


__ADS_2