Game Setan

Game Setan
bab 23


__ADS_3

Bang Ali tetap saja kuat pendiriannya dan akan menjelajah ke hutan itu dan akan memotong semua kayu katanya dan hutan larangan itu akan dibuat kebun yang bisa menghasilkan uang dan tentu saja bang Ali semangat mengingat itu itu hutan sangat lebat dan tentu banyak.yang iya dapatkan dari saja dan tentu saja bang Ali mengajak orang2 kota itu supaya bisa mengangkut kayu2 itu ke kota untuk dijadikan bahan properti dan tentu saja tetua itu melarangnya dan bang Ali mengatakan itu pohon harus di tebang dan diganti dengan yang baru dan jika pohon tidak menghasilkan maka akan ditebang saja dan diganti yang baru dan tentu saja hewan yang tak berguna juga harus kita bawa ke kebun binatang agar mereka tidak memakan kita disana ada harimau dan yang lainnya, jaman sekarang tidak namanya setan kata bang ali dan hidup harus berjalan tetapi kalian masih percaya setan dan aku cuma mengatakan jika kalian takut biar aku yang mencarikan orang2 yang bisa di ajak kerjasama dan kita akan berbagi hasilnya untuk pembangunan desa ini dan mulai kini aku akan membuat kamar mandi dulu disini agar kita bisa mandi dengan teratur dan tertutup serta tempat buang air besar kata bang Ali, kasihan anak2 kita nanti ya g mereka harus malam2 pergi luar untuk buang air saja kata bang Ali, tetapi harus punya cukup modal dan harus punya modal tinggi dan besok pak Mamat akan memulainya dan jika ada yang bisa membantu silahkan, kita hanya membuat hutan menjadi hutan alami bukan hutan yang di sembah dan di hormati dan setan itu juga akan berkembang biak dengan cepat kalau kita sembah kata bang Ali.

__ADS_1


Bapak cuma diam saja dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh bang Ali dan sekali kali minum kopi yang sudah di sediakan oleh ibu ibu yang ada disana,aku cuma berpikir kenapa kata2 Joko dipercayai mereka padahal Joko masih kecil dan tidak tau mengenai hutan itu dan mungkin saja Joko itu bohong dan kelaparan waktu itu dan jika sudah begitu maka semua orang akan menyesal nantinya dan untuk itu semuanya yang ada di balai desa itu berembuk bagaimana bagusnya saja, ada tetua yang mengatakan selama ini kampung kita ini aman2 saja dan tidak ada hewan buas atau banjir yang melanda dan hasil panen juga baik2 saja tetapi kenapa masyarakat sekarang pada rakus dan suka.pada uang kata tetua itu, kami saja yang sudah hidup lama tidak tertarik dengan begitu kasihan hewan2 yang ada di dalam sana,.rantai makanan pasti terputus dan otomatis hutan akan rusak dan sumber penghasilan mereka juga sebentar lagi punah, monyet2 yang bergigi tajam dan tidak pernah datang ke kampung kita maka mereka akan datang dan desa kita ini pasti akan pindah ke desa lainnya kata tetua itu, pikirkan kembali Ali jika menyangkut orang lain kata tetua itu dan bukankah kita juga tidak pernah kesana dan bagaimana jika ular2 besar datang ke desa dan membuat desa kita tercemar dan kita mempunyai tempat Ali, bapak juga menambahkan ke bang Ali jika memang mau uang carilah dikota dan disana harus bekerja keras kata tetua itu, jangan merusak hutan jika tidak ingin kalian mati dan kalian tidak bisa pulang ke dunia manusia lagi, dulu ada yang mencoba begitu tetapi pulang dalam keadaan yang sudah gila dan sampai kematiannya dia tidak sadar diri dan meninggal, lakukanlah Ali dan jika kalian mau bantu bantulah dan kami tetua ini sudah mengingatkanmu Ali, jadi rapat kita buburkan saja dan kau Ali terserahmu saja jangan menyesal di kemudian hari.

__ADS_1


Setelah seminggu rapat itu bapak dan yang lainnya juga ikut mempersiapkan alat alat untuk ke hutan lindung dan rencananya mereka akan mulai dari yang paling ujung agar ekosistem tidak terganggu dan hewan masih bisa beradaptasi walaupun.pohon itu di tebang, mungkin.karna kesusahan.ekonomi membuat semua warga ikut kecuali para tetua desa dan merek diam saja di rumah dan menunggu kata bapak, bang Ali sudah membawa temannya dari kota dan mengatakan bahwa mereka juga membawa peralatan yang canggih jadi tidak hanya menggunakan parang ataupun cangkul, orang yang datang dari kota itu semuanya masih muda dan bisa menggunakan peralatan yang canggih itu dan kayu kayu itu di angkut melewati rumah kami dan tentu saja di kampung ini bakal ramai dan jalan ke kota dan kadipaten sudah di perbaiki dan tentu saja orang orang juga semakin banyak yang datang dan juga semakin terkenal dan jalan desa sudah sangat bagus, dan disaat itulah baru kusadari apa yang di katakan bang Ali benar, bang Ali adalah lulusan kota dan tentu saja pintar, setelah pohon itu tumbang dan di bersihkan maka di tanam dengan yang baru dan mereka istirahat dan membersihkan sisanya penduduk karna perlu kayu untuk memasak dan ranting kecil itu sangat berguna sekali dan bapak juga senang ketika kami membantunya dan sama sekali tidak ada yang mati dan tetua itu semakin marah saja karna mereka merasa terganggu dan tidak ad yang percaya kepadanya, bagaimanapun yang dikatakan tetua itu tidak benar.

__ADS_1


__ADS_2