
Kenapa bapak dan ibu belum juga pulang dari kuburan, padahal sudah mau sore makanan yang di buat juga sudah mulai dingin, Ayo kak kita buat api kecil saja karna makanan ini harus di panaskan kasihan ibu dan bapak kataku. Kamipun membuat api dari tungku dan kayu masih masih masih banyak yang tersisa, kakakku menanggis di tempat tunggu itu dan mengatakan kenapa ibu dan bapak belum pulang dan kenapa paman tidur aja tidak makan juga dan hari sudah mau malam.
Hatiku juga tidak tenang dan akupun berdoa semoga bapak serta ibu selalu di lindungi oleh Tuhan dan menemaninya sampai pulang ke rumah.
Dari jauh aku melihat obor kecil dan semakin membesar dan ketika ku tutup mata obor itu kembali hilang. Kenapa ada obor belum malam dan kenapa begitu banyak orang di sekitar pekuburan itu dan suara gamelan dan seperti gondang berdentang pelan dan seperti orang sedang menari - nari.
Kami anak - anakmu bapak dan ibu menunggumu disini dan aku juga sudah sedih jika sudah malam tetua, bapak dan ibu belum kembali bagaimana itu, air yang kami panaskan sudah mulai dingin dan kami biarkan saja di atas bara supaya tetap hangat.
Kamipun sudah menyapu balai desa bersih dan sampah - sampah sudah kami bersihkan dan semuanya sudah kami bakar agar tidak berbau dan untunglah sampah - sampah itu mudah terbakar dan aku takut tertidur kembali karna sudah gak tidur dari kemarin
Paman masih saja tertidur dan sebentar bangun tanpa berbicara dan kembali dari ke tempat obor yang kelihatan dari jauh dan aku juga penasaran kenapa ada obor belum malam dan hari sudah mulai tidak panas lagi dan ibu beserta lainya belum juga datang, mataku sudah mulai mengantuk dan sebentar aku melihat di tempat paman tadi ada yang bergerak dan api masih masih hidup dan tanpa melihatnya kamipun membakar semuanya dan daun - daun pisang juga ikut kami bakar supaya tidak ada hewan atau apapun yang datang ketika malam kami tinggalkan balai desa nanti .
Bapak dan ibu sering mengajarkan kepada kami untuk membersihkan apapun jika sudah tidak terpakai lagi, makanan dan minuman jika tidak terpakai maka di buang atau di berikan ke orang yang membutuhkan, jika sudah basi maka di buang saja atau di kuburkan supaya jadi kompor buat tanaman.
Dan kami sudah menguburkannya sampah - sampah basah ke dalam tanah di dekat pohon pisang dan yang bisa di bakar di bakar saja supaya nanti ketika mereka pulang semuanya sudah bersih dan tikar - tikar juga sudah di bersihkan dan kenapa mereka belum pulang juga sudah mulai malam .
Hari sudah mulai malam dan aku sudah mengantuk ibu dan bapak belum juga pulang, Rasa ngantuk yang begitu berat tidak mengalahkan rasa khawatirku kepada ibu dan bapak.
__ADS_1
" Kak jangan tidur dulu ? "
" Iya dek, kakak juga gak bisa tidur dek ? "
" Kamu dek , jangan tidur ? "
" Adek takut bang ibu dan bapak belum juga pulang ? " dan.menghilang seperti yang lainnya bang, kata adikku sambil menaggis tersedia - sedu.
" Sudahlah dek ? " kita tunggu ibu di sini saja dulu ya sampai besok pagi dan balai desa juga sudah kita bersihkan tapi kemana semuanya warga, kenapa tidak ada yang ke balai desa kataku di dalam hati
Hari sudah mulai malam dan api obor yang kelihatan semakin dekat dan terang dan akan menuju ke arah kami tetapi api itu kembali mengecil dan tidak kelihatan lagi dan akupun mulai kwatir kepada ibu dan bapakku yang disana dan tentunya suntuk tetua juga katanya datang jam dua tetapi ini belum datang juga dan hawa malam semakin dingin saja tetapi ibu dan bapak belum juga pulang. Aku sudah berdoa berkali - kali dan untuk membawa adik dan kakakku pun aku takut untuk kesana seperti kemarin kami tidak akan pulang dan ini sudah larut kami tidak meninggalkan balai desa sama sekali dan untung roti yang kami bawa dan minum yang kami pisahkan dan kamipun mulai masuk ke dalam dan kembali membawa barang - barang masuk dan kulihat obor itu semakin dekat ke kami dan sudah jam dua malam.
Ibu dan bapak kulihat dari jauh memegang obor dan aku yakin itu ibu dan bapak serta paman dan tetua cuma mereka saja sedangkan yang lainnya tidak ada padahal kemarin aku melihat orang banyak sekali mengantarkan mereka ke kuburan dan benar saja itu ibu dan bapak serta yang lainnya.
Aku segera memberi minum kepada mereka dan memberi mereka makan dan air kepala muda yang di pesankan bapak kemarin dan kulihat peluh mereka begitu banyak terutama ibuku.
Kami hanya diam saja memperhatikan mereka dan paman masih diam seperti yang tadi tidak mau bicara sama sekali dan tetua mengatakan sudah dari tadi siang kalian disini nak, seharusnya kami sudah pulang tetapi pamanmu malah berbuat ulah jadinya kami pulang malam
__ADS_1
Pamanmu mengambil barang di kuburan itu banyak barang emasnya dan di simpan di balik bajunya dan seketika pamanmu kemasukan dan tak bisa pulang.
" Yang tadi siang kemarin siapa pak, paman datang Jan dua siang tadi dan tidak mau bicara serta tidur saja kemudian ada orang yang membawa obor membawa paman pergi dan kembali lagi ke kuburan.
Mungkin orang lain nak, soalnya pamanmu pingsan di bawah liang lahat, susah kami angkat dan tidak bangun - bangun dan ketika bangun seperti orang linglung.
Kokok ayam pertanda pagi sudah akan datang.
Kita tidak usah pulang dulu nanti saja, nanti kita akan membangunkan mereka semuanya dan menjadi tidak tenang lagipula masih subuh kata tetua lagi.
" Siapa yang tidur pak dan kenapa kalian cuma pulang berempat dan kemana warga yang banyak kemarin ? "
" Kamu melihatnya nak, dan kamu melihat banyak orang disini ? "
" Aku sudah mengatakan ke abang pak yang dia lihat bukan siapa - siapa dan kaki mereka tidak berjalan di tanah dan Abang mengatakan itu semuanya warga! "
" Apa kalian tidak tidur dari kemarin, berjaga terus ? "
__ADS_1
" iya kakek, sesuai pesan kakek kami agar membantu dan membersihkan balai desa ini sampai bersih dan membakar semuanya sampah biar ibu, bapak, serta kakek dan paman pulang ke rumah, betul kek ? "
Terimakasih cucuku, walaupun bukan cucu kandung tetapi kalian sudah menyelamatkan kakek dan kita semuanya.