
Setelah seminggu kejadian Joko itu, orang kampung kami berkumpul dan aku cuma bermain saja dan mendengarkan apa kata bapak jangan ribut kalau mau mendengarkan diam saja katanya, kulihat ada tetua itu dan beberapa orang disana dan memulai rapat, tetua yang paling tua juga mendengarkan semuanya dan mereka mengatakan kalau kesana itu sangat sulit dan banyak rintangan yang harus dilalui dan jika memang mau di tepang pohonya kita harus melakukan ritual kembali dan memohon kepada penghuni hutan larangan itu apakah mereka mau untuk pindah dari hutan itu, dan tetua itu juga mengatakan ini sangat berat sekali dan sudah banyak anak2 kota yang kedatang ke hutan itu dan mereka tidak bisa kembali dan tentu saja pasti ada yang kembali dan entah kenapa mereka tidak pernah datang sejak hari ini dan hutan itu punya pemerintah dan tentu saja di di lindungi dan tidak boleh ada penebangan hutan sembarangan karna air tidak ada yang bisa menahanya dan membuat hujan luruh ke bawah dan pasti kampung kita akan tergenang dengan air dan itu yang harus kalian pikirkan dan kalau kalian mencari harta disana tidak ada, saya sudah kesana sejak dari kecil dan tidak pernah saya melihat ada emas disana yang ada hanya hewan buas dan ular hitam cobra dan jika di gigit kita akan cepat terkena racunnya, nah untuk itu pikirkan kembali, tapi kami sudah memikirkannya pak tua Karan mungkin 2 Minggu lagi ada mobil yang mengangkut kayu untuk dijual dan tentunya kita bisa menikmati juga nanti hasil uangnya, untuk belanja dan menyekolahkan anak, tapi tetua itu juga tidak mau ikut dan tidak mau membawa mereka membuka jalan dan karna resikonya besar kalian tidak tau apa yang dalam saja, karna kalian masih muda dan kami sudah tua dan kami tidak kuat lagi untuk jalan, jika Joko mau membawa kalian kesana silahkan dan tentu saja bapaknya juga ikut, tetapi bapak Joko dan Joko tidak mau ikut dan Joko juga mengatakan sudah tak ingin kembali ke sana lagi dan Joko juga masih juga takut untuk kembali kesana disana ada ular besar juga pak kata Joko dan jika kalian mau kesana bawalah parang yang tajam dan panjang kata Joko dan ada monyet banyak dan giginya itu tajam pak, jika mengoyakan daging Sangat cepat dan sebentar saja habis, dan kamu jok kenapa tidak di koyakkan monyet itu kata yang lainnya, kemarin itu aku di atas batundan tertutup oleh daun yang penuh dan perdu dan yang menolongku ada pohon pisang yang lagi berbuah dan mereka tertarik kepada pisang itu dan bukan kepadaku yang berbau lumpur dan bau daki yang sangat tajam dan sepertinya gigi mereka juga beracun jika mereka sudah mengigit mangsanya maka mereka akan melolong dan manga itu langsung mati kata Joko, dan itu membuat semua orang disana terdiam dan enggan untuk kesana dan ada satu orang anak muda menentang Joko, jika memang banyak pisang kitantidak akan di makan dan buat apa mereka memakan manusia dan manusia itu dagingnya tidak enak juga, bau amis, Joko mengatakan bahwa mereka menyukai daging manusia walaupun itu bangkai Karna jika makan daging manusia mereka tidak butuh Pisang lagi, dan jika manusia itu banyak maka meraka akan semakin banyak pula kata Joko bukan seperti monyet disini dan mereka cuma makan pisang dan sudah kenyang maka akan mudah disuruh naik kelapa dan mereka juga banyak kata Joko, gimana Ali masih mau kesana kata bapak, dulu kami suka bermain disana dan hutan itu belum lebat seperti sekarang dan sekarang hutan itu semakin lebat saja dan tentu banyak hewan yang bertahan hidup disana ada burung dan yang lainnya dan untuk itu, pikirkan kembali untuk memotong itu pohon jangan sampai hewan itu masuk perkampungan kita dan anak2 kita susah bermain dan jika ke luar banyak ularnya, Ali saja yang masih bersikekeh dengan.pendapatnya, Ali sudah lelah katanya bekerja di sawah dengan upah yang cukup kecil dan tidak cukup untuk mbeli keperluan lainnya dan untuk.itu Ali ingin kesana untuk mengambil emas itu, ya terserah Ali saja kata bapak, kalau tidak ada yang mau ikut biar Ali membawa teman dari kota, penebang handal dan tentu saja uangnya untuk ke desa berkurang kata Ali, bapak cuma mengelengkan kepalanya dan tetua juga sudah menyerah, kalau mau biarkan saja Ali yang mengambilnya dan hati2 kalau kesana kata bapak dan begitu juga teman2mu yang dari kota itu Li kata bapak, dan rapatpun di bubarkan dan kami kembali ke rumah masing2 dan kenapa bapak tak mau ikut, sudahlah nak, bapak sudah kesana dari dulu dan tidak melihat itu emas, kalaupun ada itu mustahil yang ada hewan liar yang di hutan itu sungguh sangat ganas kata bapak, tapi lkan sama dengan yang disini pak, hutan itu kalau kita rusak kita akan kebanjiran nak kata bapak dan mau kemana jika nanti banjir dan coba kamu bayangkan jika semuanya mati dan burung2 di pohon itu juga mati kata bapak, biarlah hutan itu menjadi legenda dan menjaga kita dari banjir dan kita tidak boleh mengganggunya kata bapak, tapi bang Ali pak, biarlah bang alimuniti kalau susah di beritahukan dan biarlah dia akan mendapat balasannya nanti.