Game Setan

Game Setan
Bab 56


__ADS_3

Hari ini aku melihat banyak sekali hantu yang entah kenapa mukanya bernanah semuanya, muntah dan tentu saja berbau yang tidak enak, bagaimana mungkin aku merasakan bau yang begitu tidak enak sekali bahkan sungguh sangat membuatku mual saja dan baunya itu menusuk hidung dan berbau busuk lagi dan tentu saja cuma aku yang merasakannya dan tidak dengan yang lainnya. Kepalaku pusing sekali dan aku mau ke saung saja untuk sebentar tidur dan kepalaku sungguh sangat pusing sekali bahkan pusingku ini membuatku hampir pingsan saja. Aku tidur di saung dan mudah - mudah bau itu tidak mengikuti sampai ke saung dan kulihat bapak mengikutiku dari belakang dan bapak mengatakan kenapa kepalaku sampai pusing bahkan tidak ada bangkai tikus atau bangkai ular sama sekali kata bapak kepadaku kamu harus kuat nak jangan sampai kamu kalah dan tidak usah bapak kasih apapun karna di sawah ini memang kadang menjadi tempat untuk setan jahil kata bapak.


Kulihat si Lusifer tertawa lebar dan sangat bahagia melihatku terkapar di saung karna pusingku ini dan mungkin dia merasa aku sudah tertidur tetapi aku hanya pura - pura tidur saja karna ini pasti kerjaan si Lusifer dan teman - temannya. Aku tertidur di dalam tidurku aku melihat bibiku yang berobat di rumah bapak seperti di berikan jarum di kepalanya dan jarum itu harus di cabut katanya dan bibiku tidak boleh pulang dulu karna jika pulang bibiku akan mati karna ada orang yang menginginkan kematian bibiku dan tentu saja akupun terkejut dan bagaiman bapak bisa mengobati mu bik sedangkan bukan di kepala yang terluka tetapi kenapa masih ada saja yang tidak suka kepadamu kataku di dalam hati dan akupun terbangun dan kulihat bapak sudah memanggang ikan di samping saung dan hari sudah mulai malam.

__ADS_1


Bapak mengatakan jika kami harus segera pulang karna bibiku itu akan pulang ke desanya dan akan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit saja dan kataku pada bapak janganlah membawa bibiku pulang dulu dan biarlah kita cabut paku yang di taruh di kepala bibi pak begitu kata nenek padaku di mimpi tadiku kataku kepada bapak lagi, jadi maksud kamu bibimu itu setan nak kata bapak lagi, bukan pak kataku kembali,jadi ada jarum yang sengaja di kirimkan orang untuknya karna orang itu iri hati dan ingin supaya bibi cepat meninggal tetapi kalau bibi sudah pulang biarlah pak, mungkin nasib bibi sampai di sana dan marilah kita lihat pulang saja dulu kata bapak.


Kamipun sampai di rumah dan benar saja bibi sudah mau pulang ke rumahnya dan kondisi bibi sudah sangat sehat sekali dan aku meminta bibi jangan pulang dulu dan akupun membuka satu persatu - satu rambut bibi dan menemukan tiga jarum yang di tanamkan kepada kepalanya dan kata bibi selama ini dia terus merasa pusing dan kadang kalau sudah pusing suka sekali pingsan. Setelah kuambil jarum itu masih ada jarum kecil lainnya dan aku minta tong ke ibuku untuk mengambil semua jarum di tubuh bibiku dan banyak sekali jarum itu dan aku meyakinkan ibuku apakah jarum itu sudah keluar semuanya dan sudah kata ibu dan adik serta kakakku dan kamipun membuat jarum itu menjadi kecil dan membuatnya menjadi serbuk dan membakarnya dan kembalilah kepada yang memberikanmu kata bapak dan akupun mengatakan kepada bapak, apakah kita harus mengembalikannya pak dan mungkin saja tidak menpan kata bapak karna sudah mendarah daging dan kamu peka dengan dengan situasi dan malam ini bibi itu cepat sekali ngantuk nya dan kami tidak melihat mobil yang menjemput bibi datang dan mungkin saja sudah di batalkan.

__ADS_1


Setelah membantu bibiku pulang bapak tidak memberikan uang kelapa yang di panen kepada bibiku karna kata bapak juga sudah membayarkan uang sekolah kakakku dan sedikit sisanya untuk uang belanja sampai kita panen kata bapak kepada ibuku, karna bapak suka sekali membantu orang dan tidak pernah mau jika uang itu di kembalikan dan untung saja uang sekolah kakak sudah di bayar kata ibu kalau tidak kita pasti sudah mau pinjam kemana pak dan di kedai saja sudah gak boleh ngutang lagi, untung sudah di bayarkan dan beban ibu juga sedikit berkurang kata ibu kepada bapak dan bapak cuma tersenyum, kaku kita baik Bu, kita pasti dapat rejeki saja kata bapak.


Paman datang ke rumah mau bayar ikan yang kemarin di tangkap katanya dan memberikan uang ikan itu kepada bapak dan aku juga dapat uang merah karna membantu katanya kepadaku dan aku senyum karna mendapat upah membantu paman dan kuberikan kepada ibuku dan bapak juga memberikan uang ikan itu kepada ibuku dan ibuku binggung, kenapa uangnya agak banyak pak kata ibuku kepada bapak, bapak tersenyum dan mengatakan kepada ibuku , ikannya sama Bu, cuma sekarang ikan mahal dan mungkin rejeki anak - anak ibu dan simpanlah di bank besok supaya kalau mereka mau kuliah ada tabungan kita nanti, ibuku menaggis dan percaya apa yang di katakan bapak, jika kita baik maka rejeki itu akan terbuka saja, apalagi kalau tulus membantu orang dan tentu saja berkali lipat dan aku hanya diam , tetapi ada sesuatu yang kudapat hari ini.

__ADS_1


Kota L, 21 Juni 2024. 12.00 Wib.


__ADS_2