Game Setan

Game Setan
bab 19


__ADS_3

kamipun melanjutkan perjalanan kami dan tetua mengatakan semakin masuk ke dalam maka rintangan akan semakin susah kata tetua dan lainnya juga harus banyak doa dan mental yang sekuat baja, dan kita sudah mendekati anak itu dan kondisinya saat ini semakin lemah katanya, dan untuk itu hari sudah siang mari kita makan siang dulu dan jangan tidur lagi nanti kita tidak bis pulang kata tetua itu sebab memang hari sudah siang kata tetua dan kita sudah sangat lapar dan barang siapa tidak punya bahan makanan ini ada pisang rebus dan ubi kata bapak, pisang itu bisa membuat badan tidak linu2 dan sakit pada waktu berjalan lama seperti ini enaknya makan pisang dan kamipun sekedarnya dan setelah makan tanpa.disuruh semuanya sudah menguburkan sisa makanan. itu tanpa disuruh dan akupun tertidur kembali dan sangat ngantuk .di bawah pohon mangga hutan dan mangga ini tidak berbuah dan dalam tidurku aku bertemu temanku itu, dia mengatakan bahwa dia tidak ingin kembali karna di rumahnya yang baru enak disana dia di manja dan tidak pernah dimarahi, teman kataku kamu juga salah harusnya kamu jangan makan bagian ayahmu, dan ayahmu mengajarimu supaya kelak kamu jadi orang, apa kamu tidak rindu ibu dan ayahmu kataku, dan ayahmu sedang mencarimu sekarang teman, dan ayahmu juga salah karna mengusirmu tapi dia sudah insaf dan tidak mau mengusirmu lagi teman, ayo pulanglah enak di tempat kita disini tidak enak, pohonya besar dan seram kataku, apa kamu tidak mau bermain petak umpet lagi dan pergi ke sekolah teman, ayo pulanglah, iya aku mau pulang teman aku rindu padamu, jalanlah teman lurus ke depan engkau akan menemukanku dan jika beruntung kita bisa main lagi, dan aku akan menunggu dan bapak2 lainnya disana dan sekarang ini aku belum bisa kembali karna kakiku tidak bisa jalan teman, kakiku patah pada saat mau pulang, baiklah teman kami akan menjemputmu kataku dan akupun terbangun dan melihat bapak dan lainnya sudah berkerumun dan mereka mengatakan aku tidak sadar sudah sekitar satu jam.


ketika itu hari mulai sore dan kata tetua itu kami harus kembali karna sebentar lagi hari sudah sore dan kami akan susah kembali dan ini sudah jam siang, dan aku mengatakan paman kita lurus sebentar ke sana paman dibalik pohon yang jurang itu tidak lama paman kataku kepada bapak temanku dan kita sebentar saja paman, dan dia masih hidup paman, kalau kita pulang dia akan mati disini dan kakinya sudah patah dan sulit untuk.kembali kataku, kamu yakin nak untuk pergi kesana dan Joko ada disana kata bapakku, iya pak temanku Joko mengatakan dia terjatuh pada saat mengambil buah mangga hutan di jurang itu dan dia ada di balik itu,dan ayo kita kesana pak sebelum.malam kataku, kamipun pergi kesana dan benar saja Joko pinsan di balik bebatuan itu dan lemas sekali, kebetulan ada pohon kelapa dan tetua meyuruhnya meminum air kelapa dan Joko mulai sadar dan bapaknya mengatakan minta maaf ya nak, bapak salah,dan Joko juga mengatakan minta maaf dan tidak akan melakukan kesalahan lagi, mereka berdua berpelukan seolah sudah lama tidak bertemu, tetua mengingatkan agar kami berkemas karna hari sudah sore, dan Joko juga melihatku dan aku memelukbya, kamipun bergegas dan untuk Joko dipasangkan bambu di kakinya karna kakinya terkilir saja dan Joko bisa berjalan tanpa sakit karna di beri obat oleh tetua itu dan kamipun berjalan berbeluk dan tidak dari jalan awal Karana jalan itu sudah tidak kelihatan, Joko terlihat kelelahan dan tetua mengatakan sebentar lagi kita sampai, jadi jangan berhenti karna sudah mau malam dan satupun jangan melihat ke belakang, jalan lurus saja aku melihat bapak memegang tanganku dan Joko juga sudah mulai lemas dan kehilangan tenaga dan tetua memberikannya obat kembali dan Joko bisa berjalan lagi tanpa lelah, tetapi kata tetua itu jangan lari nanti kakimu bisa patah pelan2 saja sebab rumah sudah dekat, ayo bergandengan tangan kata tetua dan kamipun melewati semuanya dengan baik.tinggal sungai itu, jangan gegabah nanti hanyut, sungai kecil itu cuma dimata kalian , sudah sampai nanti akan lebar kata tetua dan kamipun berjalan kembali dan hari sudah gelap dan pelan2 kamipun dituntun bapak dan tetua itu dan benar saja apa kata tetua itu sungainya panjang dan sangat jauh sekali dan kami pelan2 jalan dan kemudian sampai di ujung semuanya dan kamipun berjalan pulang ke rumah tanpa ada yang bicara dan ketika sudah sampai dirumah baru terdengar suara warga kampung teriak memanggil kami dan berterimakasih kepada kami semuanya, sudah pulang dalam keadaan sehat.


__ADS_2