
Entah kenapa perasaanku gak enak ketika melihat ulat - ulat di sisa daging sayur yang di tinggalkan itu begitu banyak dan rasanya mual saja melihatnya.
Sedangkan bapak dan yang lainnya masih terus saja makan dan minum kopi buatan ibu dan bapak melihatku dan mengatakan makan saja terus nanti kamu bisa sakit tidak bisa makan dan teruskan minum air kopi itu dan jangan di sisakan nak sayang kalau kamu menyisakan makanan sedangkan disana masih banyak yang tidak bisa makan kata bapakku.
Akupun menghabiskan makananku dan secepatnya minum kopi yang diberikan oleh ibu karna kalau tidak begitu pasti bapak akan marah dan bapak sering sekali mengatakan tidak baik kalau makanan itu di sisakan dan semuanya makananku sudah ku habiskan dengan menutup mataku tentunya dan buah pisang yang di berikan bapak juga segera ku makan dengan tanpa melihat karna kamu kulihat maka aku membayangkan ulat yang ada di baskom itu dan aduh pasti aku mual dan tidak mau makan.
Ku hirup kopi hitam yang wangi ini dan begitu juga semuanya kami melanjutkan memakan kacang yang kemarin di bawa ibu dari ladang dan sudah kenyang pak kataku kepadanya.
" Jangan tidur ya nak ? " kamu bantu ibumu dulu nak, nanti kalaupun ibu bilang jangan bantu saja sampai selesai kasihan ibumu kata bapak lagi.
Akupun membantu ibu mencuci semua piring - piring itu serta baskom sampai selesai dan aku pun dengan ibu ke balai desa lagi dan kukatakan ke ibu jangan meninggalkanku karna aku mengantuk sekali dan ibupun mengatakan tidur saja sebentar.
Di dalam tidurku, aku bertemu kakak dan nenek kandungku dari bapak, mengatakan kepadaku kalaupun sudah bantulah ayah dan ibumu serta orang - orang desa ini ini cucu, kasihan juga orang - orang desa yang serakah mencari harta Karun hanya untuk kepentingan sendiri di liang lahat tetua.
" Apa mereka tidak tau bahwa liang lahat itu kosong ? " maka kutukan akan datang, karna semuanya yang tidak terlihat akan terlihat karna mereka semuanya serakah cuma mementingkan diri sendiri kata kakekku.
Kamu harus bantu bapakmu ke jalan yang benar nak, jangan sampai terhanyut oleh rayuan setan dan itu cuma sementara karna di lihat mata bukan kenyataan dan orang - orang yang datang menyerupai manusia kata kakek lagi.
Kamu lihat mereka bukan itu disana, mereka menjilati makanan sisa daging yang kamu mau cucuku dan kamu lihat anak itu, dia tidak mau makan karna semua makanan yang mereka makan sudah menjijikan makanya ibumu lah yang memasaknya karna nenek sudah mengajari ibumu bagaimana supaya makanan itu tidak di jilat makhluk itu.
Dan kamu sudah melihatnya bukan belatung yang ganas yang ada di baskom itu.
__ADS_1
Kakek tidak menyuruhmu makan cucuku tetapi jika kamu makan maka matamu akan terbalik dan kamu akan jatuh dan ikut ke dalamnya kata kakek kembali.
Kamu lihat apa yang di lakukan oleh makhluk itu mereka menghisapnya dan lihatlah tulang belulang di sana sudah mulai tidak ada ulatnya dan bahkan bisa saja mereka hidup lagi dari daging sesaji yang di kumpulkan oleh para tetua itu.
Kakek " apa yang harus kami lakukan kek ? "
" Jangan membuat sesaji dan jangan memakan makanan yang di sajikan untuk para roh itu, jika kalian memakannya maka dagingmu akan di makannya, mendekatkan diri dengan Tuhan dan jauhi larangannya.
Sudah ya cucuku, ingat bantu ibumu dan bapakmu dan jangan makan sesembahan untuk leluhur dan sejenisnya.
Ibupun membangunkan ku karna kata ibu, kami pulang dulu untuk mandi sudah lengkek dan aku ternyata tertidur selama 1 jam di pangkuan ibuku dan kamipun pulang ke rumah untuk mandi.
" Jadi bapak daritadi di rumah sehabis kita pulang dari kuburan ? "
" Terus, siapa yang menjagaku ketika di balai desa tadi ? "
Ibu terdiam saja dan mungkin kakekmu nak, kakekmu sudah di pindahkan dengan nenek dan tentu saja dia akan menjaga turunannya kata ibuku lagi.
Tapi bapak berbicara kepada jangan melihat ulat yang di baskom tempat daging itu pak, masa bapak gak ingat kalau bapak itu disana.
Tidak nak, bapak pulang dan mengantarkan kayu ke balai desa karna untuk memasak makanan yang dari kuburan sudah habis dan bapak tidak ke balai desa dan ini saja baru ketemu ibu, " ada apa emangnya ? " kamu takut nak, sedangkan kemarin kamu yang buka portal di kuburan itu dan tentu saja kamu di berkati Tuhan.
__ADS_1
Setiap anak yang di berkati biasanya bisa membuka portal tempat dimana para roh mengunci dan biasanya tidak bisa kembali dan kamu adalah anak bapak dan bapak tau kamu pasti bisa melihat hal - hal di luar nalar manusia
Itu kemarin aku cuma berdoa saja pak, soalnya sudah berjam - jam kami tidak bisa melihat bapak dan yang lainnya, aku mohon ke Tuhan agar membantu dan aku bisa bertemu bapak kembali dan mungkin Tuhan juga mendengarnya pak.
Bukan karna di bantu roh ataupun yang lainnya pak, jika pun memang di bantu kita tidak boleh percaya melebihi kuasa Tuhan, kita juga harus menghormati tetua bukan sebagai Tuhan tetapi sebagai orang yang di tuakan pak.
Bapak percaya kamu pasti bisa membantu orang - orang desa kita nak menuju yang lebih baik lagi, apalagi ini tulang belulang itu belum di kebumikan mungkin entah apa.lagi yang terjadi tapi jangan takut semuanya pasti berjalan dengan baik.
Tulang belulang itu masih di dalam peti pak dan mungkin besok di kuburkan di kebun masing - masing. Asal mereka tidak mengambil barang yang bukan miliknya saja kataku dan kalau begitu maka kita akan jadi ribet lagi pak ngurusi orang padahal kakek sudah di kuburkan ke tempatnya bersama nenek.
" Kenapa kamu bilang ada yang serakah dan mengambil barang milik tetua nak ? "
" Jangan bilang begitu nak, nanti di dengar orang ? " kata bapak lagi.
Tadi aku bermimpi dengan nenek sama kakek pak, katanya ada yang mengambil barang para leluhur, itu jimat pelebur jiwa dan itu akan membawa masalah ke depannya dan aku juga tidak tau siapa yang ambil pak, boleh bapak tanyakan kepada yang ikut atau kepada tetua biar tetua juga tau pak.
" Nak, kamu cuma mimpi, mungkin kamu kepikiran kakek sama nenekmu saja ya ? "
Aku juga tidak tau Bu, intinya kakek sama nenek mengatakan hati - hati dan bantu ibumu, begitu Bu, kataku
Sudah, mandi saja dulu, kata ibu kembali.
__ADS_1