Game Setan

Game Setan
bab 29


__ADS_3

Kami terus memutar dan tidak pernah sampai di tempat bapak dan kami sudah binggung kenapa kami tidak sampai ke tempat bapak, apa mungkin kami melakukan kesalahan dan tidak tau mengapa bapak tidak kelihatan sama sekali padahal ini sudah sampai di kuburan di perkampungan kami.


Ada sesuatu yang salah ini nak mata kita sudah di tutup kenapa bapak dan tetua kampung kita tidak kelihatan, sebentar lagi malam pasti untuk kembali juga pasti kita akan susah pasti kita tersesat juga nanti.


Marilah kita berdoa supaya kita bisa melihat tetua dan bapakmu nak, paman takut kita juga tidak bisa pulang, karna kalau matahari sudah gelap kemungkinan kita semuanya akan susah kembali dan kita sudah tidak bisa melihat jalan yang mana untuk pulang.


' Paman apakah kita tidak bisa kembali pulang ? '


" Bisa, cuma kita harus menguatkan doa kita terlebih dahulu agar kita bisa kembali.


" Tidak bisa paman sendiri yang berdoa nak ? "


" Mari paman, kita semuanya berdoa, mudah - mudahan jalan kita bertemu bapak dan tetua di permudahkan paman. "


Kamipun berdoa menurut ajaran kami masing - masing sesuai yang kami anut.


" Tuhan, jika niat kami ini benar, biarlah kami bertemu dengan bapak dan para tetua, karna bagaimanapun kami melakukan untuk desa kami, Tuhan bukakanlah jalan keluarnya menuju tempat bapak dan yang lainnya !


Niat kami baik dan aku terus berjuang - ulang mengucapkannya di dalam batinku, matahari sudah mulai meredup, ku tutup mataku dan membukanya kembali, sayup - sayup aku mendengar suara bapak dan akupun berlari ke padanya.


Semua paman melihatku dan mengatakan, " jangan lari dulu dan perhatikan keamanan kata yang lainnya, bahaya ? "


Tetapi aku yakin itu bapak, yang jaraknya cuma 5 meter dari kami dan entar kenapa kami tidak bisa melihatnya.


" Bapak, kataku dan bapak juga melihatku dan para tetua semuanya, dengan siapa kamu kemari nak ? "


" itu disana ada paman, pak ? "


" Dimana, kenapa kamu sendirian ? "


' Pak, aku bersama paman kemari dan mereka akan menyusul nanti, itu mereka ! "


" Syukurlah nak, kamu dan paman selamat semuanya, ayo kemari semuanya, jangan sampai kalian tidak kelihatan dan jangan jauh - jauh ! '


" Apa masih lama pak ?"


" Tidak nak, tinggal mengambil tulang belulang saja, sedangkan tulang belulang tetua lama sudah kami masukkan, tetapi ini mereka marah dan susah untuk kembali ! "

__ADS_1


Kita akan kembali dan minta tolong untuk untuk.membantu mengangkat tulang - tulang ini dan matahari sudah mau redup dan cepatlah bantu semuanya, kalau sudah gelap kita akan susah kembali ke desa.


Kamipun membantu dengan cepat dan kamipun bergegas karna kata bapak matahari sudah mau meredup.


Aku.melihat matahari masih saja tinggi dan panas sekali kenapa kata bapak matahari sudah redup.


" Ayo nak ! "


Bapak terus saja mengandeng tanganku sedangkan yang lainnya juga bergegas, tulang belulang itu pasti sangat berat sekali dan paman itu saling membantu satu dan yang lainnya, setelah semuanya selesai dan ulang itu di masukkan ke peti, kamipun berangkat ke desa untuk dan tetua sudah membuat ritual kembali dan bunga - bunga harum.kembali di tabur.


Kami berjalan dan kembali suara tangis ke dengar suara menaggis masal seperti orang meninggal di balai desa dan aku terus di bawa bapak, kadang bapak mengendobhku padahal aku sudah bersekolah di sekolah dasar walaupun masih kelas kecil.


Kulihat pohon beringin itu seperti bergoyang dan seakan - akan mau tumbang saja padahal tidak ada hujan ataupun petir dan suara orang menanggis itu semakin lama - lama semakin hilang dan kamipun berhasil melewati pohon beringin dan area kuburan desa dan benar saja matahari mulai redup.


" Kita tidak boleh berhenti, ayo jalan lagi ? " kata tetua.


" Bagaiman ini tetua, kami lelah dan haus ? Kata paman sebelah.


" Tahankan ? "


Dengan muka menahan emosi paman melanjutaknjalan pulang dan kami sudah melihat rumah di ujung desa.


Paman langsung membuang air kelapa sesaji yang di temukan di jalan, paman haus sekali katanya dengan peluh yang membanjiri tubuhnya, apalagi paman sebelahnya kelihatan sangat lelah sekali.


' Panas, dan gerah tetua sekali ?"


" Ayo, sebentar lagi kita sampai ke balai desa ? "


Akhirnya kamipun sampai di balai desa dengan muka yang merah dan sangat melelahkan begitu juga dengan paman yang menggakat peti itu, mereka sangat kelelahan dan kayaknya mereka mengangkat batu di dalam peti itu, padahal cuma tulang belulang saja.


" Kenapa peti ini berat sekali, sepertinya kita kayak mengangkat batu saja ! '


Setelah meletakkan peti - peti balai desa, muka paman kembali segar dan sepertinya yang tadi lelah dan menahan berat yang amat sangat sekarang malah sehat dan bugar saja.


Ibuku mengantar minum ke pada bapak dan tetua dengan kopi yang hangat dan teh manis panas, bapak dan tetua itu minum banyak sekali dan seolah - olah air yang sediakan ibuku kurang dan kembali ibuku menyiapkan kopi kembali dan paman yang mengangangkat peti tidak ada yang minum


" Bapak lapar Bu, bisa sediakan makanan untuk kami, apa jadi Bu, yang penting bisa makan kata bapak ! "

__ADS_1


" sebentar ya pak, ibu buatkan untuk semuanya "


Ibuku membuat telur dadar untuk bapak dan para tetua serta paman, tetapi paman tidak makan kembali, bapak dan para kakek sudah kenyang mereka malah merokok dan tidak lapar katanya.


" Pak, paman itu kok tidak makan ? "


" Nanti mereka makan nak, mungkin masih lelah ! "


" Tetapi mereka tadi pak ? "


" Sudah, nanti kamu tau juga nak ? '


" Ayo, makan disini sama bapak ? "


" Iya pak ! "


Masih banyak yang harus kita lakukan yang penting pamanmu sehat - sehat aja dan kita semuanya selamat sampai di rumah, masih banyak ritual yang akan kita lakukan.


Kamipun memakan telur dadar yang di buat ibuku dan semuanya makanan yang di buat baru dan di bantu oleh bibi istri pamanku dan entah mengapa padahal di baskom itu masih banyak daging tetapi ibuku cuma memberi kami makan dadar telur saja.


" Ibu, apa boleh aku makan daging itu ? "


" Makan itu saja ya ? " daging itu sudah basi dan banyak belatungnya kata ibuku.


Bagaimana mungkin Bu, kan tadi siang masih kita makan, kataku kembali.


" Makan saja itu telur dadar yang di buat ibumu nak, ibumu sudah capek membuatnya untukmu dan bapak serta yang lainnya ! "


" iya pak,. Baik aku makan ! '


" Nak, nanti kalau ibu punya uang lebih ibu belikan besok ya?"


Aku tersenyum.ke ibuku dan aku tau ibuku tidak pernah berbohong kepadaku.


Ada seorang anak kecil tidak mau makan dadar yang di buat oleh ibuku, dan dia menangis dan berlari ke tempat baskom daging yang berjejer di sana.


" Tiba - tiba, ada ular di daging itu, jijik gak mau makan daging katanya ! "

__ADS_1


Aku terdiam dan bapak tersenyum kepadaku.


__ADS_2