
Aku heran melihat ibuku yang selalu ketakutan di setiap gendang itu kedengaran dan ibuku juga selalu masuk ke rumah jika suara itu sudah kedengaran dan kebersamaan kamipun selalu berhenti karna ibuku selalu aneh jika mendengar suara gendang itu dan kayaknya ibuku mempunyai sesuatu hal yang sangat mengganggunya pikirannya padahal ayahku biasa saja ketika mendengar suara itu dan aku juga tidak takut melihatnya karna hanya peti mati mayat putri 6ang cantik di dalamnya bukan setan yang seram tetapi ibuku sepertinya terganggu dengan suara gendang itu. Aku mendekati ibuku kemudian ketika suara gendang itu menghilang dari pendengaran kami.
__ADS_1
Aku bertanya pelan lakunya seorang bocah yang menyayangi ibunya dan kemudian ayahku menyusul ke kamar mereka dan aku melihat ibu berusaha kuat dan kutanya kembali , ibu mengapa ibu sangat ketakutan mendengar suara gendang itu padahal itu tidak apa - apa kataku dan kata ibuku, iya nak itu tidak akan berpengaruh tetapi untuk perempuan itu sangat berlaku dan mereka itu pasti mencari perempuan untuk menghidupkan wanita yang ada di dalam peti mati itu dan mungkin sekarang mereka belum mendapatkan korbannya dan mereka juga mencari anak perempuan yang mempunyai tanda khusus untuk di jadikan ganti gadai untuk putri junjungan mereka dan tentu saja suara itu selalu menganggu ibu karna ibu juga pernah disana untuk menggantikannya dan waktu itu ibu tidak bisa di jadikan tumbal karna ibu bukan yang terpilih dan saat itu ibu menjadi sangat trauma kata ibuku.
__ADS_1
Tetapi ibu kan sudah tidak bisa di jadikan tumbalnya begitu juga kakak dan adik karna mereka juga pasti bukan yang terpilih karna ibu bukan juga yang terpilih harusnya ibu jangan takut kataku kepada ibuku. Ibu hanya trauma katanya lagi dan kami membiarkan ibu untuk istirahat dan tentu saja aku tidak puas dengan jawaban ibu dan akupun mengikuti bapak untuk ke sawah karna kami akan melihat air untuk padi karna padi harus selalu ada airnya supaya bisa tumbuh dengan baik.
__ADS_1
Setelah dari sawah kami pergi ke perkebunan durian yang di sebelah karna sudah ada orang yang menjaganya dengan bagi hasil aku tidak takut lagi disana dan tentu saja dimana - mana ada orang dan bapakku mengatakan bahwa kebun durian ini bukan punya kami hanya di titipkan kepada kami saja kata bapak karna bapak orangnya rendah hati dan tidak mau sombong dengan mengatakan bahwa nasib kami sudah berubah dan aku mengikuti paman mengambil durian itu semakin masuk ke dalam untuk mengambil buah durian itu. Aku tidak melihat paman lagi dan durian itu sudah banyak ku kumpulkan dan aku mendengar suara gendang itu disini keras sekali dan banyak sekali orang berpakaian hitam dan sepertinya mereka lagi ada acara penguburan yang sangat mencekam di tengah meja yang keras itu ada mayat yang di tutup dengan kain hitam pekat dan mukanya begitu buruk rupa dan aku jijik melihatnya dan di sekeliling ada burung gagak hitam berikut dengan sangarnya dan ada yang juga burung gagak hitam itu di sekitar mayat itu dan suara gendang semakin kuat dan besar dan mereka kulihat semakin menaggis keras dan orang - orang mulai melompat dan melompat dan aku tidak mengenal siapa yang meninggal itu tetapi orang - orang di dalam saja semakin ramai saja dan banyak kulihat tetua yang sudah lama meninggal ada disana dan ada seorang tetua yang kukenal dan semasa hidupnya aku sangat mengenalnya dan aku mendatangi dan bertanya pada tetua dan tetua kataku kepadanya, ada apakah di tempat ini tetua dan mengapa banyak orang dan siapa yang meninggal kataku kepadanya dan tetapi mengatakan yang meninggal anaknya raja karna terkena tombak pemburu katanya kepadaku dan tetua bertanya kenapa kamu di sini nak dan sudah sejauh mana kamu memakan makanan yang tersedia disini dan apakah kamu ada memakan hidangan itu kata tetapi kepadaku lagi, tidak tetua aku tidak makan makanan dan minuman disini karna semuanya menjijikan dan airnya bernanah dan jorok kataku dan tetua mengajakku ke suatu tempat dan menyuruhku untuk keluar dari tempat ini dan kamu belum meninggalnya katanya dan cepatlah jalan ke luar nanti ada cahaya yang membantumu dan ini adalah kerajaan setan dan tidak seharusnya kamu masuk ke dalam sini karna kamu bisa melihat di dunia lain maka kamu masuk nak kedalam dan cepatlah pulang dan sampaikan salam kepada anak - anakku untuk berjalan di jalan yang benar dan kepada bapakmu sudah membeli kebun durian 8ni sehingga kami tidak perlu pindah lagi untuk mencari rumah kami nak, pergilah bapakmu dan pamanmu sudah mencintaimu dari tadi, jika kamu kemari jangan datang kembali karna mungkin nanti kamu tidak bisa balik dan sekarang tetua juga harus pergi dan jaga dirimu dengan baik dan sekarang pulanglah lurus ke depan dan ikuti cahaya itu kata tetua kepadaku dan akupun mengikuti apa yang di katakan tetua dan berjalan lurus ke depan dan sampailah aku di kebun durian dan kembali ke saung dan membawa durian hanya dua butir saja yang besar dan kembali aku melihat tempat ini dan benar saja ada pohon beringin yang sangat besar dan tertutup oleh pohon durian yang besar.
__ADS_1
Sampai di saung akupun langsung meminum air minum ku dan entar kenapa aku sangat haus dan lapar dan akupun membelah durian itu dan kulihat bapakku datang dengan keadaan cemas beserta paman dan kelihatan lelah sekali mereka dan bertanya kepada kemana saja katanya bapak sudah lelah mencari mu nak katanya dan kulihat durian itu sudah penuh dan sudah di jemput truk untuk di bawa ke kota dan aku hanya tersesat pak kataku.
__ADS_1