
sebulan setelah kelulusan ku Jimmy menyambangi rumah kediaman ku, ia menatapku dengan senyum senang.
Ada apa kesini" ? tanyaku pada Jimmy, kamu udah mendaftar sekolah tanyanya tanpa mengubris ucapanku barusan.
sudah jawabku singkat ; ooh'baik'lah ujarnya sambil menatapku sejenak," tadinya aku pikir kamu mau mendaftar sekolah bersama ku ujarnya sendu.
setelah berbincang bincang santai Jimmy pamit untuk pulang" ia menatapku dan berkata" kalo kamu nggak lulus tes,
kamu mau kan"? masuk SMU pilihan ku" biar kita samaan ujarnya kali ini dengan sedikit memelas pada ku.
Iya" liat aja nanti " tukas ku pada Jimmy,Minggu ini tes tertulis nya"? ungkap ku sembari berjalan menuju kearah Toko HP ku.
Aku mencatat keuntungan dari penjualan barang barang ku" entah kenapa aku teringat dengan dokter Richard" sudah sebulan tidak jalan jalan ke rumah ku.
Saat tengah duduk mikirin dokter Richard
sebuah mobil sport Lamborghini berhenti tepat di depan toko Hpku.
Dini alih kan pandangan ku kearah mobil yang berada di depan rumahku" seorang pemuda turun dari mobil.
Tatapan matanya tertuju kepadaku?" hai..Gapi" apa kabar "? kamu siapa timpal ku masih dengan tatapan yang serius pada nya.
__ADS_1
Apa aku tidak dipersilahkan masuk kedalam rumah mu"? gerutunya sambil tersenyum padaku.
kali ini tatapan matanya benar benar seperti mengodaku,masak cowok setampan dan sekeren aku kamu lupain gerutunya"?
Posisinya sangat dekat dengan ku, siapa yang beri kalung dileher mu itu ?" cercanya padaku,..
ini pemberian temanku" jawab ku tidak berani menatap wajah nya, seingat ku Justin tidak setampan dia batinku.
tiba-tiba saja ia memelukku erat"entah kenapa aku enggan menolak justru aku menikmati nya.
ada apa dengan ku"?ini gak bisa dibiarin tutur ku dalam hati, aku mendorong tubuh nya dengan pelan.
Maaf.. Justin "? lepasin aku pintaku,ia pun melepas pelukannya, kenapa Gapi apa pelukan ku buat kamu nggak nyaman?"
sudah ganteng kaya lagi " ucapnya kali ini, dengan berbisik ditelinga ku,rasa geli membuat ku mundur kebelakang.
maaf..kalo begitu tukasnya sambil menatap wajah ku, kamu kok gitu sih"Gapi, keluhnya.
Usai insiden pelukan itu, rasa gak nyaman mengganjal hatiku, tetapi jujur aku kangen banget sama Justin.
Malam ini aku bersiap untuk pergi ke tepian danau dengan Justin, ketukan di pintu buatku beralih ke arah pintu.
__ADS_1
betapa terkejutnya aku yang datang bukan lah Justin melainkan kak Richard,ia menatapku cukup lama.
lama tak ketemu kamu sangat cantik,mau kemana"? tatapnya penuh perhatian, mau ngedate sama siapa ?
mobil berhenti di depan rumahku,Justin keluar dengan stelan casualnya dan berjalan menuju kearah ku.
Gapi..dia siapa"? saat Justin sudah didepan rumah ku, dia kak Richard ucapku, mereka berdua berkenalan,ia langsung memegang tanganku.
maaf..kak" aku mau jalan sama Justin ?
ujarku pada kak Richard, baik'seloroh nya masih dengan tatapan yang tidak bisa kuartikan.
Tepian sungai..
Semilir angin malam begitu buatku merasa dingin ia menarik ku dalam pelukannya.
sejenak kurasakan hangat nya pelukannya, Justin kita pulang yuk" ntar aku masuk angin kelamaan disini ujar ku sambil menjauh dari tubuh nya.
Masak sich" kan ada aku mesin penghangat buat kamu" ujarnya kali ini dengan tatapan yang serius padaku.
Udah Akh' jangan becanda Mulu ujar ku sambil mencubit tangan nya." baiklah ujarnya lesu.
__ADS_1
akh'Gapi sepertinya aku udah bucin sama kamu, tidak bisakah kita lebih lama dipinggir sungai tadi keluhku dalam hati.
Justin aku ingin lebih lama dekat sama kamu tetapi aku takut..takut kita kebablasan gerutu ku dalam hati.