
Ku tepis anggapan Bella temanku, yang bilang ibuku tidak akan berumur panjang"
ibu menderita sakit maaf kronis"? Paman nya pak darma meninggal karena maag curhat nya.
Jujur aku begitu takut kalo ibu tiada" ngebuang rasa takut " aku pun berdoa dan berlutut agar Tuhan ngga ambil ibu dari hidup ku.
Cukup lama dengan air mata" aku percaya doa bisa mengubah segala sesuatu?"entah kenapa aku teramat pilu mengingat keadaan ibu.
Ibu masih dirawat dirumah sakit" aku kurang sehat kak Jonatan yang bersikeras ingin aku pulang karena rumah sakit akan ngebuat kondisi ku mungkin akan memburuk.
Akupun berbaring masih diranjang usang ini uang hadiah lomba sudah kupakai sebagian aku tabung dan sebagian lagi untuk membeli kebutuhan dapur Juga modal jualan.
Karena lelah curhat kepada Tuhan didalam doa seraya menangis "mataku terasa sakit begitu pula dengan kepalaku ; aku jadi tertidur pulas.
Pagi aku bersiap untuk pergi ke sekolah"aku berjalan perlahan menuju kearah sekolahku, tiba di gerbang sekolah sudah banyak siswa siswi yang datang.
Aku langsung menuju ke arah kelas ku"? tumben kamu lekas turun dari biasanya" tutur Delisa huuuuuu sorak riuh teman-teman kearahku.
Aku abaikan begitu saja sorak riuh teman-teman kearahku serta langsung menuju ke tempat duduk ku" Bell masuk berbunyi "?
pelajaran pertama IPS.
Aku memang suka berkhayal tetapi diwaktu jam pelajaran aku fokus belajar aku tidak ingin membuat ibu sedih dengan nilai ku yang tidak bagus.
Akhirnya jam pulang sekolah tiba aku gegas ke luar menuju ke rumah sakit" dengan naik taksi kota, saat tiba diruang rawat inap ibuku.
Dokter berkata' ibu tidak boleh stress ya" Bu" disela-sela waktu makan makan lah roti atau makanan ringan dan usaha kan makan teratur.
__ADS_1
Aku mendengar penuturan dokter dari balik pintu kamar rawat ibu, akupun bergegas masuk sambil berkata" permisi Dok? bagaimana kondisi ibu' saya" ibumu pasti sembuh ujarnya sambil menatapku.
Dokter pun berlalu meninggalkan ku dan ibuku" Gapi .. kamu sudah makan? belum Bu sahutku " sebaiknya kamu segera kekantin untuk makan "ucap ibu lagi.
Baiklah Bu" aku tinggal dulu ujar ku" sambil beranjak menuju ke pintu keluar berjalan mencari letak kantin rumah sakit , usai bertanya kepetugas kebersihan.
Aku berjalan menuju kantin" dan memesan satu mangkuk sop ayam aku memakan makanan ku dalam diam, saat akan berdiri ingin membayar tagihan makanan dan minuman ku.
Dokter yang memeriksa ibu ku tiba tiba menawarkan diri untuk membayar tagihan makanan ku" maaf.. pak" terima kasih tetapi saya masih ada uang ucapku sambil tersenyum.
Mbak ini tagihan makanan gadis ini ucapnya seraya menyerahkan uang sebesar Rp.25.000 kepada penjual makanan.
Aku terbengong melihat kearahnya,dan berkata" terima kasih banyak pak"ujarku sambil berjalan menuju kearah luar kantin hendak menuju ruangan ibuku.
Akh' dokter itu" kok bisa tahu aku kekantin "batinku" ada apa Gapi" ujar ibu saat aku tengah menyuapinya makan siang? tidak apa bu" aku hanya ingin ibu cepat sembuh jadi aku tidak kesepian dirumah.
Iya" Gapi" ibu boleh pulang"?ucap ibu dengan sumringah padaku'! Bu..ntar biaya rawat inap nya pake uang tabungan Gapi saja ucapku dengan nada suara datar.
Selorohku sembari menatap kearah wajah ibu yang tiba-tiba meredup tidak seperti tadi" ibu membuat kamu diposisi yang sulit Gapi, udah lah Bu' ibu tenang saja ya".
Kita bisa berjualan seperti biasa kalo ibu sudah sehat ujarku menenangkan hati ibu sambil memeluk tubuh ibuku yang nampak kurus dan pucat.
Ya Tuhan yang maha tahu" tolong bantu aku melewati ujian hidup yang sulit seperti ini gumamku dalam hati sembari menatap sendu pada wanita yang melahirkan ku ini.
Ibupun tertidur pulas, waktu menunjukkan pukul 03.00 sore"? aku berjalan menuju kearah luar rumah sakit , untuk menghemat uang aku hendak berjalan kaki menuju ke rumah ku.
Untuk melepaskan penat di kakiku akupun beristirahat di warung makan di pinggir jalan raya" tidak sengaja' aku melihat selebaran yang bertuliskan didalam tutup botol berhadiah uang Rp.300 juta.
__ADS_1
Akupun mencoba membeli teh botol yang katanya bila beruntung bisa mendapatkan hadiah uang Rp.300 juta, aku membeli 2 botol.
Ketar ketir kubuka tutup botol yang katanya bila beruntung bisa mendapatkan uang" Akh" yang ini saja'? ini seperti enak gumamku sambil kubuka tutup botolnya saat tiba dirumah.
Dengan cepat aku membalikkan tutup untuk melihat 'dibagian dalam tutup botol tetapi tidak ada tulisan uang 300 juta,aku menatap sendu pada tutup botol ini.
Ya" tidak ada "? ujar ku lesu dan tidak bersemangat, khayalan ku membawaku kepada mimpi yang sederhana yaitu merenovasi rumah ku.
Jam 05:00 sore aku membersihkan diri dikamar mandi " dan duduk ditempat tidur sambil memegang kalung berlian pemberian Justin temanku beberapa hari yang lalu.
Justin bagaimana keadaan mu " apa kamu baik-baik saja, batinku ? akh' sepi tanpa ibu ; cobain aja ada Justin pasti seru gumamku lagi dalam hati.
Jam 07: 00 aku membaca buku pelajaran ku " dan setelah itu aku berdoa dan membaca kitab suci " hatiku jadi tenang dan damai usai melakukan kewajibanku.
Aku pun berbaring untuk tidur" meskipun mataku terpejam tetapi pikiran ku masih menerawang kepada ibu, akh" Tuhan bantu aku bisa tidur nyenyak.
Akhirnya aku pun tertidur pulas terbangun saat subuh " usai berdoa dan membaca kitab suci aku gegas ke dapur membuat onde-onde dan pisang goreng.
Aku menarik nafas panjang saat melihat 20 buah onde-onde dan 20 Pisang goreng sudah selesai aku goreng.
Aku pun meletakkan itu semuanya dalam toples plastik mika, Tuhan tolonglah agar dagangan kuhabis terjual doaku dalam hati sembari memasukan dalam keranjang.
Jam 07: 00 pagi aku bergegas menuju ke arah sekolah ku" aku singgah di warung Bu Lina, Bu aku nitip onde onde dan pisang goreng Bu'?.
Boleh.. Gapi ? terima kasih Bu' Gapi pamit pergi ke sekolah dulu Bu" ujar ku sambil melangkah dengan senyum menuju ke sekolah ku.
Tiba disekolah aku berjalan menuju kelas ku " suara petasan mengejutkan kan ku"? ha...ha...ha...kaget ya" seru mereka kearah ku".
__ADS_1
Sorak sorakan geng Terta kuabaikan saja, karena aku tahu setiap perbuatan jahat pasti ada balasannya,hei .. Gapi jangan sok cantik dikelas ini seru Delisa menimpali kata kata geng Terta.