
Seminggu kemudian,ibu duduk bersamaku diluar saat aku tengah membaca buku pelajaran ku' ada apa Bu"? tidak ada apa-apa nak" sambut ibu sambil mengelus rambut panjang ku.
Gapi kamu harus berusaha agar sekolah mu jangan putus ditengah jalan " ibu ingin kamu teruskan sekolah mu sampai SMA ya" iya Bu"jawab ku.
Kamu tidak perlu tahu Gapi"kalau kamu tahu pasti kamu akan kepikiran soal kesehatan ibu batinku; aku seorang ibu yang bisanya membuat mu repot"Gapi.
Ibu jangan bilang begitu Bu" bagaimanapun ibu.. adalah seorang ibu yang baik untuk ku " hibur ku pada ibuku yang sepertinya banyak pikiran.
Aku pergi ke warung Bu Lina" membeli kebutuhan dapur?" Bu apa ibuku
terlihat sehat dan baik baik saja "? tanyaku pada Bu Lina.
Gapi.. selama ibu mu bekerja pernah sekali ibu melihatnya nampak menahan rasa sakit sambil memegangi perutnya "? benarkah Bu" tetapi saat ibu tanya,ibumu bilang hanya masuk angin biasa.
Aku terdiam sejenak, Gapi... sontak aku terkejut mendengar suara ibuku, ibu.. apa ibu yakin masih mau bekerja bukan kah ibu kurang sehat ,sungutku pada ibu.
Ibu tidak apa apa, ooh' baik'lah? Gapi pulang ya..Bu? ujarku sambil melangkah meninggalkan ibu,Bu.. sebaiknya ibu Jujur saja bicara soal keadaan ibu pada Gapi kasihan dia Bu " cecarku pada ibu Gapi.
Sesampainya di rumah aku meletakkan belanjaan ku diatas lemari tempat piring dan gelas, aku mulai berkhayal coba aku punya uang banyak pasti ibu tidak perlu bekerja keluhku sendu.
Aku pun berjalan menuju pintu " sebuah mobil berhenti tepat didepan rumah ku?
seorang pria keluar dari mobil, Justin aku pikir siapa "? yang datang kerumah ku.
Aku mulai berkhayal Justin menjadi pangeran yang ingin bertemu dengan gadis miskin seperti ku; dan memboyongku jadi permaisurinya.
__ADS_1
Hei... Gapi" apa yang kamu khayalkan "? akh' kamu sejak kapan kamu kepo ; dalih ku , sejak awal kita ketemuan godanya tersenyum manis.
Justin apa" yang membawamu kerumahku"
rasa kangen " cetusnya enteng ; wah" sejak kapan kamu pinter merayu' ku, bukan merayu' tapi...? ujarnya berjeda ,tapi apa? yang jelas kalau bicara gerutu ku sewot.
Gapi...kita makan bakso yuk"? tu ada tukang bakso ujarnya sambil pandangan mengarah ke arah tukang bakso, boleh ucapku" pak " sambil tangan kanannya melambai kearah penjual bakso keliling.
Sesudah bakso didalam mangkukku habis, Justin berkata " apa kamu masih mau"? apa kamu keberatan jika aku jawab ; masih mau"? ujarku kearahnya.
Tentu saja tidak ujarnya" seraya menatap wajah ku?" pak bakso nya satu porsi lagi" perintahnya pada Abang tukang bakso; aku memakan bakso pesanan Justin dengan tenang.
Gapi..iya" sahutku Besok aku akan pindah ke luar negeri, what ? ujar ku cepat ; ia terkejut saat mendengar suaraku, tetapi hatiku berat meninggalkan mu.
Justru sebaliknya kamu musti seneng banget sebab diluar negeri ilmu dan pengetahuan mu bertambah ?"bukankah kamu ingin...? ingin apa" selidiknya.
nggak pernah nanya sich mending nanya biar tahu " selorohnya kearahku sambil menatapku dengan senyum kecil.
Entar kamu kegeeran kalo aku banyak nanya nanya"?kamu kok jadi ngeselin banget Gapi ; gerutunya dengan wajah masam.
Maaf timpal ku " sudah sore aku pulang ? ujarnya sambil menatapku " Gapi coba berdiri sebentar" pintanya "? buat apaan sich" gerutu ku ?jangan bawel kenapa"? ujarnya.
Aku langsung berdiri " iapun mengeluarkan kotak kecil dari saku celananya"? ini kalung berlian pemberian ku,buat apa kalung berlian ini ucapku" jangan sampai hilang cerocos nya sambil pergi memasuki mobil nya.
Aku menatap sendu saat mobil nya hilang Dipersimpangan jalan, Gapi...eeh ibu ?" kenapa sayang"? tidak apa Bu timpal ku sambil menggandeng tangan ibu membawa masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Sesudah makan malam bersama ,"ibu mengeluh sakit perut' Gapi ambilkan obat dalam tas itu' perintah ibu?" aku dengan cepat mengambil obat dari tasnya.
Kuambil kan air putih dan membukakan obat untuk ibu" tetapi belum sempat aku membuka obat "ibu tiba tiba muntah aku tersentak kaget melihat nya.
Dan ibu pingsan tidak sadarkan diri" aku bergegas menuju ke warung Bu Lina "? Bu..ibu Lina tolong bantu aku ibu muntah dan tidak sadarkan diri curhat ku pada Bu Lina.
Tanpa bicara Bu Lina langsung memanggil suaminya mas cepatan ibu Gapi pingsan ujarnya sambil bergegas menuju ke mobilnya.
Aku pun dibawa serta" tiba dirumah sakit ibu langsung ditangani oleh dokter ?"begini pak dan ibu " syukurlah..kalau terlambat satu jam saja ibu ini bisa kehilangan nyawanya.
Kita banyak berdoa saja semoga ibumu cepat sadar Gapi'kata Bu Lina padaku ibu... Jonatan kamu tahu darimana ibu dan ayah Di sini"?
Seorang pria dengan stelan casualnya tersenyum manis pada ibu Bu Lina dan suaminya"? Bu siapa yang sakit" ini teman ibu sekaligus tetangga dekat di ibu Jo ?"
Dan dia"? ujarnya : ini Gapi anaknya" ia menatapku sejenak,dan aku alihkan pandangan ku kearah lain, aku duduk termenung di taman rumah sakit.
Entah kenapa aku kangen dengan Justin pria tampan yang berhasil mencuri hatiku dengan perhatian nya,. tiba-tiba sebuah jaket kulit menutupi bagian belakang tubuh ku.
Jonathan hatiku bergumam" malam ini dan sampai saat ibumu sadar aku akan menemanimu ujarnya sumringah padaku" maaf...kak"? tidak perlu ujar ku.
Sebenarnya aku butuh teman saat ini " tetapi kenapa harus putranya Bu Lina"? batinku, aku tiba diruang rawat inap ibuku.
Ibu... tolong bangun " Bu ? aku tidak bisa hidup tanpa ibu " tiba-tiba saja tangan ibu bergerak ? aku pun berkata" ibu sudah sadar".
Aku hendak keluar dari ruang ibu tetapi biar aku saja yang memanggil dokternya, dengan senyum manisnya, baik, terima kasih ucapku pada Jonatan.
__ADS_1
Bu.. Gimana" keadaan ibu? ucapku sambil memegang tangan ibuku, ibu tidak apa-apa sayang, jawab ibu.