
Sebulan setelah itu " aku mencoba menjaga diri dari Justin" pagi ini aku bersiap untuk pergi beribadah menggunakan motor ku.
Motor yang aku beli 2 Minggu yang lalu, aku bersyukur sebab Toko HP ku nampak rame dan banyak pelanggannya.
Aku tahu itu Karena Dini yang ramah dan sopan pada pengunjung ditoko selain itu " tak dapat aku pungkiri, ada kak Richard selalu andil besar untuk kemajuan Tokoku.
Kupacu sepeda motor ku " dengan kecepatan sedang menuju ke arah Gereja yang berjarak 150 m dari rumah ku.
Jalan terbilang sepi mungkin karena hari libur, tetapi ada beberapa orang yang memilih bersepeda dan ada juga yang berlari pagi.
Dan ada sepasang kakek dan nenek jalan jalan santai , akhirnya aku tiba di gereja" karena terlalu pagi " ! akupun membantu menyapu dan mengepel lantai.
Setelah itu..
Jemaat pun mulai memenuhi kursi kursi yang tersedia, begitu juga aku duduk di deretan kursi ke-dua dibelakang ibu pendeta.
Saat menyanyikan lagu-lagu pujian " sebuah mobil berhenti didepan Gereja, dan seorang pemuda duduk disamping ku "?
Pikiran ku berkata pasti' orang' ini yang barusan datang memakai mobil " Akh ' bagus'lah setidaknya aku tidak duduk sendirian
__ADS_1
Aku tidak peduli dengan pria yang duduk didekat ku, sampai ibadah selesai " akupun terkejut melihat ternyata Hinata yang datang dengan mobilnya.
Kamu "? tatap ku heran" Napa ucapnya kamu marah kalo aku ibadah di Gereja mu"? bukan gitu selaku aku hanya gak paham kamu bisa ada ibadah di sini.
Mumpung Minggu kita ke air terjun yuk' ajakan nya kearahku ? tetapi aku nggak mandi ujar ku..
" Gak masalah kalo kamu gak mandi" tegasnya" baik'lah 'jawabku singkat ? aku pun berjalan menuju jalan yang mengarah ke arah air terjun.
Air mengalir sangat jernih, begitu banyak orang yang mandi ataupun yang sekedar ingin menikmati pemandangan alam dan sejuknya air.
Kita kesana ucapnya terlihat oleh ku beberapa pria dan wanita sedang mandi dibawah derasnya arus air terjun.
Kamu saja ucapku " aku mau pulang ke rumah ku"? ayo buruan kita kesana terus kita pulang tegasnya padaku.
Dia kekasih baru'mu"?bro ujar pria beralis tebal bermata besar , sudah diajak ehem ehem kah" tanyanya sambil meliriknya sekilas pada Hinata.
Tidak" dia tidak mengerti hal semacam itu sungut nya,ajarin lah? biar hubungan kalian awet seperti aku dan Sinta cerocos nya pada Hinata.
Aku balik dulu sekalian pulang ucap Hinata tidak enak padaku"? sembari tatapan nya kearahku.
__ADS_1
Kenapa gerutuku" bisa bisanya aku kenal Hinata dan kumpulan nya yang begitu mudahnya melakukan hubungan semacam itu sungutku.
Kenapa gak nikah aja daripada berdosa selaku dalam hati "? tetapi apa hak ku aku tidak ngenalin mereka keluhku kalo ia kumpulan ku sudah kutegur batinku.
Hei..Gapi'? kok diem aja' Akh tidak apa-apa ucapku" mereka teman SMP ku " gaya pacaran mereka yang bebas dan semaunya.
Buatku pelan Pelan menghindari mereka ujarnya pelan " aku harap kamu tidak menerima mentah-mentah ucapan mereka tentang aku tatapnya penuh harap.
Setelah berpamitan kepada ibu Pendeta aku pun pulang kerumah ku "
Hinata telah lebih dahulu pulang ; dengan mobilnya sesaat tiba digereja tadi terlihat ia merasa tidak enak padaku soal teman teman nya.
Setibanya di rumah.
Khusus hari Minggu dan Sabtu Toko HP ku kututup agar Dini bisa rehat sejenak.
Bunyi perutku seakan seperti meminta diisi makanan akupun pergi ke dapur untuk memasak.
Sesaat kemudian mie goreng plus telur dadar sudah siap untuk kumakan.
__ADS_1
Baru saja hendak makan ketokan dipintu membuatku segera pergi ke pintu depan,
saat kubuka pintu.,