Gapi (Gadis Pemimpi)

Gapi (Gadis Pemimpi)
Bab 44. Pulang ke desa.


__ADS_3

Sebulan berlalu aku disibukkan mengurus bayiku " sebagai ibu muda tentu sedikit melelahkan dan belum telaten dalam hal merawat bayi ku.


akupun tidak ingin merepotkan orang lain dan aku terus belajar mengali informasi lewat hp soal mengurus dan merawat bayiku.


hari ini sesudah memandikan bayiku,aku bersiap untuk pergi ke puskesmas " bayiku kubawa untuk di imunisasi.


Karena tak terlalu jauh aku memilih berjalan kaki " cuaca hari ini sedikit mendung.


25 menit menunggu aku pun dipanggil Bu siapa yang berobat"? bayi saya ucap ku ,


sakit apa?


imunisasi ujar ku lagi.


iapun tersenyum dan berkata" silahkan tunggu didepan ruang imunisasi.


akupun berlalu menuju kearah ruang yang dikatakan oleh ibu tadi ditempat pendaftaran.


Si cantik Floren menangis " akupun bangun hendak menuju ke ruang khusus untuk menyusui.


Tanpa kuduga aku tersenggol seseorang maaf ucapku tetapi pria itu menatap ku lama.


Gapi apa kabar tukasnya padaku ;


aku diam tanpa kata.


Aku Justin sahutnya sambil menatapku oh' maaf aku tak mengenal mu balasku sambil tersenyum malu.


Aku mau keruang itu' bayimu haus ya?


ucapnya sambil menatapku lagi.


Sesudah diimunisasi aku pun berjalan menuju kearah pintu keluar puskesmas mau pulang.


Justin menghampiri ku" ayo' aku antar tawar nya" akupun mengikuti langkah nya menuju ke mobilnya.

__ADS_1


Sampai Rumah ? aku segera turun dan terus masuk kedalam rumah usai berucap terima kasih.


Dan meletakkan Floren ditempat tidurnya.


tok..tok..tok


siapa yang datang? batinku bertanya.


Mataku tertuju pada Justin kok kamu belum pulang?


aku merindukan mu ucapnya sambil tersenyum padaku.


udah" gak usah rindu rinduan seloroh ku becanda." Gimana aku gak rindu ?


balasnya.


kamu selalu terlihat jual mahal padaku ujarnya sembari menatap sendu kepada ku.


Emang barang sungutku' iapun tertawa kecil mendengar ocehan ku.


obrolan demi obrolan tercetus begitu saja antara aku dan Justin, mulai cerita dari pekerjaannya hingga masa sekolah.


Hingga bayiku menangis barulah aku berhenti mengobrol dengan Justin


Gapi ini nomorku disimpan ucapnya sambil berlalu untuk pulang.


Setelah pertemuan itu.


Aku memutuskan untuk pindah rumah tak ingin semakin dekat dengan Justin ; andai saja aku tak menikah dengan Winata.


sekarang hidup ku pasti bahagia bersama Justin " pria yang baik dan sudah mengisi ruang hatiku.


namun demikian ada bilik lain dihatiku Nata pria cuek dan tak peduli itu berubah menjadi peduli dan perhatian padaku.


Akan kah?

__ADS_1


aku bertahan hidup diposisi ini keluhku lirihnya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang akupun sesekali memandangi wajah Floren bayiku.


Mungkin ini pilihan terbaik ku melupakan semua kenangan dan memulai hidup baru.


berdua dengan Floren bayiku.aku tiba dirumah berdinding batu "


meskipun kecil setidaknya aku dan Floren terlindungi dari panas dan hujan.


Suasana desa yang sejuk dan damai ,


rerumputan hijau nan luas seakan akan mendekati cakrawala.


aliran sungai jernih dan bersih ? didepan rumah nampak bunga bunga beranekaragam dan warna.


Pohon mangga tumbuh besar dan diselimuti buah " disamping rumah.


Mbak ini kuncinya ujar perempuan berumur 9 tahun padaku' dengan rambut ikal nya dan mata bulatnya.


Terima kasih ucapku ia menatapku dan berkata" jangan kemana-mana tegasnya padaku.


Iya" wajarlah ia berkata seperti itu ?


batinku disini hanya ada 6 rumah dengan jarak yang berjauhan.


hanya rumah ini yang terbilang sangat dekat dengan rumah nya' rumah ku ini aku beli dengan uang hadiah tutup botol.


ini desa teman ibuku ?


mungkin karena dipelosok jadi harganya murah.


Iya" ini desa paling terpencil tak heran tak banyak orang yang mau menetap disini akses jalan yang belum sepenuhnya baik.


belum lagi listrik belum menjangkau desa ini " hanya mesin jet set alat untuk penerangan desa.

__ADS_1


__ADS_2