Gapi (Gadis Pemimpi)

Gapi (Gadis Pemimpi)
Bab 48.Proyek desa


__ADS_3

Hari ini genap 1 tahun lebih 6 bulan Floren anakku ' IA begitu cantik dengan Rambut panjangnya.


matanya yang sipit Dan pipinya yang tembem menambah ngemesin orang yang melihatnya.


aku seakan menikmati kesendirianku.


meski demikian aku minta petunjuk dalam Doa untuk kedepannya hidupku.


Sebagai seorang ibu tunggal aku tidak menampik aku butuh sosok pria yang bisa hidup bersamaku.


dalam suka maupun duka " dalam benakku Justin lah pria yang aku mimpikan jadi pria tempat berbagi


baik senang ataupun susah.


Tetapi siapa sangka alur hidupku begitu rumit dan berliku liku, jujur saja?


Aku tak ingin memberi harapan palsu


Pada pria yang ingin dekat denganku :


seiring berjalan waktu.


Aku tahu menjadi janda bukan pilihan


terbaik.


Ada cibirin dan omongan yang memanaskan telinga :


Tetapi aku berniat menjadi janda yang tidak menjadi penghancur rumah tangga orang lain.


Lamunan ku buyar sekejap saat salsa datang menghampiriku "


mana Floren ,salsa ?


Mbak..ucap salsa ? Floren diajak Om Richard Jalan Jalan tadi? kemana ; balasku cepat.


kalo gak salah kekantor? sahutnya sambil memainkan air didekatku.


sesudah selesai pekerjaanku memcuci Dan membersihkan diri aku bergegas pulang kerumah.


Mobil berhenti tepat didepan rumahku. Floren berlari kepadaku saat aku sudah didepan pintu.

__ADS_1


Maaf " tidak ijin membawa Floren Jalan Jalan tukasnya sambil mengaruk kepalanya.


Desa kita dapat bantuan makanya aku buru buru karena Bos proyek bernama Justin, ada urusan yang tak dapat ditunda jelas nya padaku.


Apa?justin ujarku dalam hati akh " bisa saja nama yang sama tetapi wajah berbeda aku membatin.


alat berat sudah terparkir disamping kantor desa tinggal menanti sang empunya Bos proyek tiba.


Setengah jam kemudian sebuah mobil berhenti tepat didepan balai desa penyambutan singkat pun dilakukan oleh lurah beserta staf.


Dan turut juga tokoh masyarakat setempat.sejenak mataku terus menyelidik melihat kearah nya.


Tentunya dengan sembunyi sembunyi dengan mengenakan masker penutup mulut.


Saat asyiknya memperhatikan sang Bos proyek aku dikejutkan oleh suara salsa.


Mbak lagi ngapain disini?


aku sontak menatap kearah nya.


sambil meletakkan telunjuk dimulutku.


ada aja sambut ku sambil tersenyum


tipis.


Tanpa kuduga ia melangkah menuju kearah aku dan salsa.


Gawat nih Alissa ia menatapku dan semakin dekat ujarku cemas.


Gak usah grogi cetus ku pada diriku sendiri.


akupun masih berdiri tegak dan tak beranjak dari posisiku.


Maaf'..apa Anda penduduk desa ini ?


cecarnya kearahku sambil menatapku


sejenak hatiku berdebar tak karuan.


Apa ? ayo'lah hatiku tenang ; jangan tunjukkan bahwa kamu gugup aku berucap pada hati ku sendiri.

__ADS_1


sebenarnya aku belumlah cukup lama didesa ini tukasku ; oh'ya udah tetapi hari ini : aku ingin kamu menemaniku menikmati suasana desa ini.


Apa ? Gak salah ia menjatuhkan pilihan pada ku ; batinku berdialog bukankah disini ada beberapa Gadis cantik.


itu disana ada Gadis Gadis manis mereka pasti seneng banget kalo Anda meminta mereka menemani anda berjalan jalan.


Seloroh ku " Aku tidak mau mereka,aku hanya mau kamu ujarnya tegas.


aduh keluhku..


Jangan sampai ia mengenal ku : batinku berbicara, Mbak Gapi mau kemana tanya salsa sambil melihat kearah ku.


Belum sempat menyahut seruan salsa aku terhenyak mendengar suara


anakku.


Mama... anakku memanggil ku, ibunya salsa datang sambil memegangi tangan salsa anakku.


2 jam sebelumnya


Floren ingin menemui ibunya salsa yang ia sebut bude, karena penasaran pada pria itu aku meminta izin untuk pergi ke kantor lurah.


pada ibunya salsa ; disini aku sekarang bersama pria yang tadi begitu membuat hatiku penasaran Gimana wajahnya.


Ia menatapku serta berkata" mari kita jalan jalan bersama anakmu tukasnya tidak keliatan sungkan padaku.


Floren langsung menuju kearah ku dan memegang tanganku ; seperempat dari kantor desa.


mari kita duduk dipos jaga ini ?


ucapnya sambil menatap kearah pos kamling.


Aku merindukan mu ucapnya seraya mengalihkan pandangan nya dari Floren dan lanjut memandangi wajah ku.


Aku tadi tak sengaja melihat mu aku hampir tak bisa percaya jika kamu ternyata disini ujarnya padaku.


Cara Tuhan begitu sempurna dan indah pada waktunya mempertemukan kita


kini aku benar benar bertemu dengan mu


tukas nya sambil memegangi tangan ku.

__ADS_1


__ADS_2