
3 tahun berlalu hari ini nenek Reta mengajak ku kesalon dan menunjukkan beberapa hotel dan restoran yang menjadi miliknya.
Sungguh aku tidak tahu kalo nenek Reta begitu kaya raya " kau tahu Gapi itu semua sudah aku berikan pada Winata cucuku.
Aku terdiam sejenak tanpa bicara dan berujar apa nenek Reta ingin aku menyudahi hubungan pernikahan ku dengan Winata batinku.
Gapi sebaiknya kamu segera menandatangani surat ini" ini surat bahwa kamu ingin bercerai dengan Nata cucuku.
Dan kamu mau menerima harta berupa rumah dan restoran " untuk mu melanjutkan pendidikan ataupun hidup mu.
Kata kata nenek Reta begitu serius dan cukup penuh penekanan pada ku.
setelah berdiam diri saja.
Akupun membuka suaraku ;
Nenek terima kasih banyak untuk semuanya tetapi aku tidak akan mengambil harta berupa rumah dan restoran.
ujar ku pelan tetapi tegas.aku bisa hidup tanpa pemberian nenek Reta tukasku menahan sakit dihatiku.
Tidak" Gapi anggap saja ini rasa terima kasih nenek padamu cecarnya seraya memelas padaku.
aku tak akan menandatangani surat ini kalo nenek Reta memaksa ku menerima harta dan restoran itu tawarku dengan tatapan mata marah.
__ADS_1
nenek Reta pun terdiam menatap kearah ku " baiklah nenek menyetujui permintaan mu ujar nenek sambil menatapku binggung.
Baiklah" Nek"? kalo tidak ada yang penting aku ingin pergi ucapku hendak pergi.
tidak ada lagi ? jawab nenek.terlihat nenek terdiam cukup lama direstoran tadi aku bergegas menuju ke arah pintu keluar restoran.
Binggung mau kemana itu pasti ? aku menahan rasa mual mencium bau kendaraan.
Taksi kota membawaku pergi ke arah yang tidak kutahu kemana hingga seorang wanita muda yang tidak kukenal menegurku.
mbak" supir taksi ini mau pulang anaknya sedang sakit dirumahnya putuskan mbak mau kemana tanyanya dengan lembut.
Aku tidak tahu kemana ujar ku binggung sendiri " Gini saja' mbak bisa tinggal bersama ku dikosan tawarnya.
Tetapi apa gak ngerepotin kamu cetusku sambil tersenyum padanya, tidak sama sekali karena aku ingin punya teman.
iapun mengiyakan dengan bahasa wajah nya.
usai kebank aku lalu membeli sembako " Lo mbak banyak banget tegur nya seraya menatap kearah wajah ku.
Aku malu tanpa membeli apa apa masuk kedalam kosanmu jawabku sambil memegang belanjaan ku turun dari taksi kota.
Mbak ini begitu mengerti " padahal aku belum gajian benakku bersyukur karena sembako yang lumayan banyak.
__ADS_1
Kita berbagi kasur ya" ujarnya saat aku tiba dikosan tawarnya, perutku mendadak mual.
huek... huek...mbak kenapa"? ga tahu ini dua hari ini perutku aneh sahutku sambil mengelap mulutku dengan tisu.
Oh ya"? mbak aku Mona seraya menjulurkan tangannya padaku" aku Gapi balasku dengan sumringah menyalami tangan nya.
Gapi aku masak dulu ya" sambil ia berdiri menuju kearah dapur sempit ;pake beras yang aku beli y ucapku.
Mona menatapku sejenak dan berkata" baik'lah jawab nya sambil mengambil beras dan menanak nasi dimagic.
satu jam berlalu sayur dan ikan serta nasipun matang, Gapi kita makan sama sama panggil nya padaku.
Saat mencium aroma ikan dan sayur aku mendadak mual " Mona menatapku sejenak "Gapi sebaiknya periksa deh tegur nya.
kamu sepertinya Hamil ujarnya membuat jantung ku berdebar kencang " apa? Hamil ?
iya" Hamil ujarnya tidak; tidak mungkin batinku protes tetapi jika bener aku harus Gimana keluhku dalam hati.
Apa? Gapi sudah menikah" sebenarnya kemaren iya" tetapi sudah bercerai hari di ini tukasku sedikit terbuka pada Mona.
Kok sama ?Gapi ; matanya menyelidik menatapku, maksud kamu apa Mona"? timpalku lagi.
Apaan sich gumamku sedikit heran serta penasaran padanya" sebenarnya aku juga hari ini ditalak cerai suami ku sahut nya berurai air mata.
__ADS_1
Kamipun menangis sambil berpelukan ; sudah Mona kita musti kuat jangan lemah Gini malah kita sekarang bebas melakukan apa yang kita inginkan cetus ku lagi.
Omongan mu benar juga sambut nya menatap kearah ku" mumpung sendiri kita senang senang kan hati mau ngapain aja ujarnya dengan semangat 45.