Gapi (Gadis Pemimpi)

Gapi (Gadis Pemimpi)
Bab 43.Bersalin.


__ADS_3

Kuteguk air putih dengan perlahan mencoba menenangkan diri ku yang gundah.


Kata kata Nata betul betul membuat ku mati kutu ; Dalam pernikahan ku tidak ada kata " bercerai " biarpun aku mungkin buruk terlihat dimata mu.


Tetapi aku memegang prinsip bahwa menikah sekali seumur hidupku dan hanya maut yang memisahkan kita


cecarnya kearahku.


mengingat kembali kata kata nya terbersit pujian padanya didalam hatiku " tetapi rasa sakit hatiku terhadap Nenek Reta begitu dalam.


Akupun bergumam lirih ' tak seharusnya aku jadikan Nata kambing hitam dalam soal ini meski demikian.


Aku harusnya bisa melupakan dan memaafkan Nenek Reta karena manusia tak luput dari salah dan lupa.


Tidak terasa 9 bulan lebih usia kandungan ku ; semuanya sudah aku siapkan termasuk keperluan ku untuk persalinan.


Kupejamkan mataku perlahan mencoba untuk tidur siang ; Tiba-tiba perutku rasa sakit.


Sakit yang tak biasanya : akupun menghubungi Mona.


Mon... bisakah pulang seruku ; ada apa ucapnya aku sakit perut ujar ku.


Perutku mu sakit " baik'lah aku ijin pulang jawabnya didalam ditelpon.


Waktu menujuk pukul 01: 00 perutku kian lama kian sakit ; Mona tak kunjung datang.


Dengan langkah pelan aku menuju ke pintu " pintu terbuka lebar " sosok Nata berdiri di luar.

__ADS_1


Aku kesini karena kata Mona kamu sakit perut , aku tak sengaja bertemu dengan nya dijalan raya.


apa benar kamu sakit'? tukasnya


iya " ucapku lirih perutku sakit tukasku seraya menahan rasa sakit.


Iapun membantu ku berjalan menuju kearah mobil nya, buruan cerocos ku saat di kududuk didalam mobil.


setibanya di rumah sakit, aku lalu diperiksa oleh dokter " dan langsung dibawa ke ruang bersalin.


Dengan kekuatan daripada Tuhan akupun melahirkan bayi perempuan " bayiku lahir Dengan selamat.


meski sempat tertelan air ketuban " Nata nampak sumringah menatap kearah bayiku.


Usai dari ruang bersalin aku dipindahkan ke ruang ibu dan anak.


Ga ada lupa keluhku sambil menatap kearah wajah Bu bidan ; Bu..jadi kemaren dimandikan minta sabun mandi orang cecarnya seraya menatapku sinis.


Akupun diam meski hatiku sedih dan sakit saat kudengar ocehan bidan ; bayiku pun dimandikan.


Aku lanjut memakaikan bayiku pakaian dan bedongan " Bu...mana lampin?


Bu bidan menanyakan kepada seorang ibu yang tidak jauh dari ranjang tempat ku berada.


Coba beli Bu? tukasnya dengan tatapan mata ketus dan marah.


ibu itu hanya diam saja tetapi aku tahu ia pasti kecewa dengan sikap bidan tersebut.

__ADS_1


5 hari berlalu " bidan menanyai ku ; Bu apa bayinya udah bak dan bab " sudah jawabku singkat.


Kalo begitu tukasnya ibu dan bayi ibu bisa pulang hari ini silahkan" urus administrasi nya.


Nata datang beserta dengan Oma nya, aku diam terpaku "


Gapi selamat atas kelahiran bayi mu " Oma senang Oma akhirnya ada penerus untuk perusahaan Oma ucapnya dengan nada suara bahagia.


Terima kasih Oma ucapku seraya tersenyum manis " sekarang ikut Oma pulang ke rumah ?


Gapi selamat ya... kata-kata Mona mengejutkan ku" iya " ucapku bahagia.


yuk"...kita pulang ujarnya seraya membantu membereskan barang barang ku memasukkan kedalam tas ku.


Gapi apakah kamu tidak ingin kembali kerumah ku" tanya Nata padaku.


Tidak " aku mengelak aku sudah bahagia bersama dengan teman ku Mona yang ku jadikan saudara perempuan ku.


Tetapi rumah itu terlalu sempit " Gapi ?


kasihan anak kita tegasnya.


Beri alasan mengapa aku harus pulang bersama dengan mu tatap ku nyalang pada Nata.


Aku suamimu " aku yang bertanggung jawab atas hidup dan kebutuhan anak kita tegasnya lagi.


Beri aku waktu untuk memikirkan hal itu ucap ku sendu sambil duduk di kursi roda meninggalkan nata dan Oma.

__ADS_1


__ADS_2