Gapi (Gadis Pemimpi)

Gapi (Gadis Pemimpi)
Bab.3.Aku dituduh sebagai pencuri.


__ADS_3

Ku tapaki jalan semen yang disebelah kiri kanan terbentang luas sawah milik warga" hari ini ; ibu membawa ku untuk menemaninya pergi ke pernikahan Adek bungsunya dengan berjalan kaki.


Tiba di sana " tamu undangan lumayan banyak ? ibu disambut oleh ibu Lidia? orang tua asuh adik bungsunya, suasana sangat Ramai.


Bu...Gapi mau ambil makanan penutup itu" ujarku pada ibu sambil mengarahkan pandangan ku pada deretan kue yang berjejer rapi.


Dengan langkah santai ,aku mengambil piring kecil dan memasukan beberapa potong kue dan juga buah semangka ,aku lanjut menuju ke arah ibuku.


Waktu menunjukkan pukul 11:00 Gapi kita pulang soalnya teman ibu meminta ibu singgah dirumahnya, setelah berpamitan pada sang empunya resepsi pernikahan aku bersama ibu menuju ke rumah temannya.


Setibanya dirumah teman ibu "Ibu Erika menyambut kedatangan kami, ia adalah tetangga ibu dulu waktu tinggal didesa ini, Karena ada masalah jadi ibu Erika pindah agak jauh dari tempat ibu yang dulu" obrolan mereka saling bertukar pikiran baik soal rumah tangga bahkan soal anak.


Aku sesekali tertawa kecil mendengar ocehan Bu Erika, ibu Erika masih terlihat cantik mungkin karena ia tidak selalu berada di bawah matahari langsung makanya ia tidak banyak berubah gumamku dalam hati.


Menjelang sore jam 02: 30 aku dan ibu pamit pulang " Bu Erika menawarkan diri untuk mengantarkan aku dan ibu pulang"?


kebetulan suaminya tidak bekerja hari ini cetusnya sambil tersenyum manis.


Setengah jam kemudian aku bersama ibu tiba dirumah" terima kasih Erika ?"ujar ibu sumringah ,suami Bu Erika tersenyum tipis seraya berkata" sama sama Bu" saya senang bisa mengantarkan ibu dan Gapi.


Aku merebahkan diri diatas kasur usang sambil menatap langit langit rumah ku"


rumah tanpa plafon ; akupun mulai berkhayal sambil tersenyum.


Andai saja" aku jadi orang kaya rumah ini kubuat seperti rumah Bu Erika teman ibu tadi"! tanpa kusadari aku berbaring didekat pinggiran ranjang alhasil akupun terjatuh aduh... keluhku.

__ADS_1


Kamu kenapa Gapi"? seru ibu yang tiba-tiba datang menengok ke dalam kamarku" Akh" gak apa-apa bu"? tadi aku terpentok kayu ranjang ; kok bisa" desus ibuku sambil menatap kearah ku.


Ya" sudah kalo gak kenapa napa"? sambung ibu lagi ' sambil berjalan meninggalkan ku didalam kamar, lucunya tadi jatoh belakang dan kepalaku jadi sakit sekarang keluhku.


Gapi.. panggil ibu" iya? Bu sahutku belikan ibu beberapa bumbu dapur" diwarung Bu Siti yang rumahnya dekat rumah pak RT "? masak sich Bu" disitu ada warung beberapa hari yang lalu tidak ada cecarku pada ibuku.


Ada baru buka" Gapi?tegas ibu lagi " baik' seloroh ku sambil melangkah menuju kearah pintu keluar rumah,tiba diwarung akupun membeli beberapa bumbu yang ibu minta aku beli.


Usai membayar tagihan bumbu yang aku beli" aku lanjut pulang? dijalan pulang aku melihat kearah pos jaga siskamling disana ada semacam pengumuman lomba nyanyi lagu pop Indonesia.


Tetapi uang pendaftaran cukup besar Rp.100.000 darimana aku dapat uang sebanyak ini"? oh' ya"? aku baru ingat didalam celengan ayam ada sisa uang pemberian Bu Lina Tempo hari gumamku dalam hati.


Malam pun tiba, Bu.. boleh tidak aku ikut lomba nyanyi" uang pendaftaran nya Rp.100.000 bu "! ujarku" ibu ada uang jadi jangan diambil uang yang dari tabungan ya" ujar ibu sambil menatap wajah ku.


Pagi sekali aku bangun setelah berdoa akupun menuju ke dapur untuk memasak sarapan pagi serta ikut membantu ibu membuat onde-onde dan pisang goreng untuk dijual didepan rumah.


Aku berjalan kaki menuju ke sekolah akhirnya aku tiba di sekolah,aku memasuki kelasku dan duduk dikursi? ku, Bella temanku tidak turun hari ini.


Mata pelajaran pertama semuanya nampak biasa' saja, tetapi mata pelajaran kedua aku terkejut dengan kedatangan Bu Salsa yang tiba-tiba memasuki ruang kelasku.


Tentu kalian kaget dengan pemeriksaan tiba tiba pagi ini, tetapi ibu baru saja mendengar aduan dari teman kalian Delisa kalau dompet dan Hpnya hilang saat jam istirahat, oleh sebab itu ?"


Semua taruh tas kalian diatas meja " sementara ibu dan pak Budi memeriksa tas kalian, kalian bisa tunggu diluar kelas dan siapapun yang telah mencuri dompet dan hp Delisa tidak akan ibu umumkan.


Aku tidak mengerti mengapa" hal ini baru kali ini terjadi didalam kelasku?" tetapi tatapan teman teman ku seolah-olah menuduh bahwa aku yang mengambil dompet dan hp Delisa.

__ADS_1


Aku terdiam menatap kebawah kakiku"


semua teman teman ku menuju kekelas begitu juga aku"? tiba-tiba saja mejaku dipukul oleh Boni.


Hei... Gapi" aku yakin kamu akan menyesal karena mengambil dompet dan hp Delisa ujar nya dengan senyum liciknya" apa buktinya kalau aku ?" ujarku sengit kearahnya.


Sikembar nampak tidak peduli " aku menjadi curiga apa yang tengah direncanakan mereka terhadap ku?" sampai saat jam pelajaran berakhir semuanya seakan akan baik baik saja.


Akupun pulang dengan langkah lesu menuju ke arah pintu keluar sekolah, tanpa kusadari beberapa murid-murid yang cukup banyak mengatai ku pencuri... pencuri.


Sorak sorakan mereka betul betul membuat ku mati kutu " tidak ada yang belain aku saat ini" Tuhan yang maha tahu tolong bantu aku untuk melewati ini semua keluhku dengan air mata.


Hei.. kalian tidak adil kalau berbuat seperti itu pada orang yang tidak mampu" ujarnya sambil menatap dan mendekatiku ternyata pria perebut pop ice ku tempo hari.


Maaf.. Justin kami hanya latihan drama, iya" kan Gapi"? aku diam terpaku tanpa bicara sepatah kata, kalian jangan mencoba menipu ku" dengan akal bulus kalian cecar Justin.


Jikalau kalian masih berprilaku jahat padanya" kalian semua akan mendapat ganjaran yang setimpal atas perbuatan kalian cecarnya dengan tatapan nyalang kearah sikembar dan gengnya.


Akh'" Tuhan kenapa aku dituduh mencuri dompet dan Hpnya Delisa" lantas membuat aku jadi discor dan ibu dipanggil Besok keluhku sambil berjalan pulang ke rumah.


Hei Gapi" kenapa tidak bilang terima kasih padaku" aku menatap wajah nya dan berkata" bukankah menolong ku adalah suatu kebaikan untuk mu sendiri akhirnya cetus ku pada Justin.


Aku lanjut melangkah menuju kearah jalan menuju rumahku, tidak ada tanggapan dan umpatan dari mulut Justin tadi" apa kata-kataku tepat dan benar batinku.


Akhirnya aku tiba di kediaman ku " Kutatap sendu rumah ku" aku pun mulai berkhayal tentang rumah ku ; andaikata rumah ini layaknya seperti istana dinegeri dongeng dan akulah princess nya pasti hidup ku bahagia bersama ibu tutur ku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2