Gapi (Gadis Pemimpi)

Gapi (Gadis Pemimpi)
Bab 49.Cibiran tetangga.


__ADS_3

Proyek pembangunan jalan telah berada di tahap awal sebagai wujud kerjasama tokoh masyarakat beserta lurah turut memberikan konsumsi berupa kopi dan kue kue basah tradisional.


untuk para pekerja ; bagiku ini pertanda baik setidaknya ada kemajuan bagi desa ini mengingat akses jalan masih belum disentuh oleh pemerintah daerah.


Bukan hanya itu saja tetapi juga sarana kesehatan jadi lebih dinikmati masyarakat desa ini.


Selain itu, rencananya akan dibangun pembangkit listrik tenaga air pokoknya komplit dan ini semua tidak lepas dari peran penting Justin.


Setiap kali kedesaku ia selalu singgah ke rumah ku untuk sekedar minum kopi sebenarnya desa ini ada beberapa warung kopi.


Seperti biasa rutinitas ku seperti seorang ibu pada umumnya memasak sarapan pagi dan mengurus anak serta lanjut bekerja sebagai buruh tani.


Lagi lagi salsa yang kumintai tolong untuk menjaga Floren anakku ; setiap kali aku terima upah dari pekerjaan ku aku selalu memberinya uang.


tanpa salsa aku kesulitan untuk bekerja karena anakku masih kecil ;


Hari telah merangkak naik cuaca panas begitu menyengat ;kuberjalan menuju sawah pak Juman.


1km dari rumah ku ; dengan seraung besar menutupi kepala ku, baju serta celana panjang merupakan khas pekerja buruh tani.


Upah dari memotong padi bisa berbentuk beras dan bisa juga berbentuk uang ; hal ini memang sudah menjadi tradisi di desa ini.


Tiba di sawah beberapa ibu menatapku dengan tatapan sinis tepatnya tidak suka dengan kedatangan ku.

__ADS_1


Seperti biasa aku hanya tersenyum tipis meski hatiku sedikit sedih dengan sikap mereka semua.


Ayo buruan kita potong padinya perintah pak Juman" terdiri dari 5 ibu ibu dan 2 bapak bapak.


Keringat membasahi keningku ; ku hanya terus mendengar obrolan ringan mereka


tanpa mau ikut berbicara.


Mbak Gapi kemaren ada sembako dari Bos proyek bernama Justin ; apa mbak dapat juga?


tukas seorang ibu yang sedang meminum air putih tidak jauh dari tempat ku berada : Tidak dapat Bu ujarku sambil tersenyum.


Oh ya kah tanyanya sambil menatap kearah ku ; kok bisa ya ' mbak gak dapat selorohnya.


Bukan Nya" apa sih Mbak sambungnya semua orang didesa ini dapat semua


Meski begitu aku diam " Mbak ntar pulang sore kita singgah ke rumah ibu Sonya ya' ibu ini begitu peduli terhadap ku, aku berkata pada diriku sendiri.


Tengah hari sang empunya padi memberi kami makan siang : sayur lodeh terong dan ikan menu sederhana.


Yang bisa mengganjal perut yang keroncongan ; aku makan dalam porsi kecil.


Bukan maksud mengurangi porsi tetapi rasa sungkan begitu mendominasi hatiku,

__ADS_1


Mbak nambah lagi ;


Tuh.. sayur dan ikan masih banyak ujar ibu Yang berbincang dengan ku tadi ; alaaa.. Bu Lia dia pasti malu tuh nambah lagi.


secara kan dia miskin mungkin menu semacam ini sudah berhari-hari " jadi ia bosan.


bener tuh'' kalo aku sih sangat jarang menu sederhana seperti ini gumam ibu disebelah kanan ibu yang menyindir ku.


Karena suamiku dan kedua anak ku mau nya makanan restoran di ujung desa ini


sambung ibu yang sedang duduk di dekat Ibu yang mencibir ku.


Oh'ya timpal ibu yang menyindir ku,kok kita selera nya samaan ya' ujarnya pada ibu disebelahnya.


iya iyalah sahutnya kita kan golongan orang kaya bukan kayak mereka berdua ini cerocos nya sambil menatap kearah aku dan ibu yang disebelah ku.


duh kok jadi ngeselin sich? ibu ibu ini gerutu ku dalam hati.


ibu didekatku diam tanpa mengubris ledekan kedua Ibu ibu didepan ku ini.


Ayo' lanjut ngaret padinya perintah Bu Juman biar cepat kelar kerjaan kalian semua seloroh Bu Juman.


pada kami semua ; tidak terasa panen padi pun selesai, aku dan ibu ibu ini langsung menerima upah berbentuk uang.

__ADS_1


Mbak Gapi ayo' si cantik Floren pasti nungguin ibu tukas ibu Ranti tadinya sempat berkenalan saat ibu ibu yang mencibir kami sudah pulang.


kita singgah kerumah Bu Sonya ya' senyum tulusnya begitu terlihat oleh mata ku.


__ADS_2