
Sebulan sudah berlalu, tetapi ada rasa gak enak dihatiku mengingat status ku yang masih tergantung.
Saat tengah ngelamun ;
Justin berkata "mau kan ntar malam kamu ikut aku kesuatu tempat?"Pintanya seraya tersenyum padaku.
Buat apa dan gapain selidik ku menatapnya tak mengerti" kalo kamu mau tahu hanya dua kata untuk mu ?"ujarnya,
apa ' desakku.
Ikuti aja ! balasnya ? baik' lah sungutku tak bersemangat,kok mukanya lesu gitu?
ujar Justin sambil menatapku.
Aku mau kekamar dulu ujarku tanpa mengubris ucapan nya barusan seraya berdiri meninggalkan nya diruang tamu sendirian.
ada apa denganmu? Gapi' sudah sebulan tetapi kamu selalu terlihat sendu, batinku mengeluh.
usai makan malam bersama, oh ya?' kamu sungguh mau ikut aku" tanyanya.kemana dan ngapain? cetusku sambil menatap ke arahnya.
Ada aja" jawab nya membuat ku jadi penasaran ; lebih baik sekarang kamu beristirahat dan jam 10 aku bangunin.
ujarnya sambil tersenyum padaku.
duh ! kok Justin maksain aku ikut" sebenarnya? ada apa sich gumamku sedikit heran serta curiga.
Aku lalu kekamarku, berbaring ditempat tidur ; aku terkejut saat tangan Justin menepuk nepuk wajahku pelan.
__ADS_1
oh'; ternyata aku terlelap tidur ; Ada apa? saat kubuka mataku, katanya mau ikut aku ?"buruan bangun cerocos nya.
Akh' aku masih ngantuk balasku sambil menguap lebar didepannya"? ayolah" cepatan desak Justin padaku.
Meski jengkel aku gegas berganti pakaian dan memakai sepatu kets dan keluar dari kamar ku.
satu jam kemudian.
Aku tiba disebuah jalanan yang sangat sepi dimana hanya ada beberapa orang saja.
Dengan ragu aku keluar dari mobil ;
10 menit kemudian sebuah mobil sport mewah mengerem saat dekat dengan posisi mobil Justin terparkir.
Hatiku berdebar tak karuan apa yang tengah direncanakan oleh mereka cetusku sambil menatap kearah wajah mereka semua.
Ia menatapku sembari melangkah menuju kearah ku" dan tersenyum "aku harap aku menang balapan biar kita kembali bersama, ucap nya datar ditelinga ku.
Apa balapan"? maksud kamu aku yang jadi taruhan begitu tatap ku tak percaya pada apa yang aku dengar.
Justin mendekati aku dan Nata, Justin pasti ini ide tergila mu"? ucapku ketus dan marah.
lantas apa yang mesti dilakukan agar kamu tetap bersama ku?"aku diam terpaku.
Justin' kalian berdua bisa celaka tutur ku ketus seraya menatap kearah Nata dan Justin.
Tidak ada komentar dari kedua belah pihak antara Nata dan Justin.
__ADS_1
Mereka berdua sudah siap di Garis star pemandu mengibarkan bendera balapan pun dimulai.
Akupun berdoa memohon perlindungan Tuhan untuk keduanya" bagaimana pun mereka berdua sosok berharga bagiku.
Satu jam berlalu.
Justin dan Nata sama sama ahli seperti nya dalam soal balapan liar seperti ini gumamku seraya menatap kearah layar lebar didepanku.
Dilayar itu terlihat sekali keduanya seperti pembalap sungguhan " hatiku terus berdoa agar Balapan liar ini segera berakhir.
balapan semakin menegangkan, saat akan mencapai garis finis Nata dan Justin saling mendahului.
Aku begitu terkejut kalo mobil sport Nata sudah melewati garis finis" dan dibelakangnya mobil Justin.
Sorak riuh teman-teman Justin berujar "Justin kok kamu gak bisa ngalahin dia? aku rugi nie..uangku abis., omelan nya tak ditanggapi oleh Justin.
Ni uang?"ujar pria berjaket hitam pada pendukung Nata.
maaf timpal nya sebenarnya aku kurang yakin kalo bocah itu bisa ngalahin bos kita Justin.
Tetapi aku senang sekali jagoan baru ku bisa menang balapan selorohnya pada pendukung Justin.
Nata nampak sumringah mendekati ku " ayo" pulang ke rumah ku ?"aku mengikutinya tanpa bicara.
Kalo aku gak ingat status ; Gak Sudi aku kembali kerumah mu pungkasku sambil mengikutinya dari belakang.
Didalam mobil" Oma ku ada dirumah dan ia merindukan mu ucapnya sambil menyetir mobilnya.
__ADS_1
Nenek Reta kembali" ada apa? aku membatin.