
Hari ini entah kenapa aku ingin sekali pergi ibadah ; cetus ku.Mona menatapku dan berkata" disini ada sebuah gereja kecil hanya beberapa orang yang datang tukasnya padaku.
Kok kamu tahu tanyaku heran"?
karena dulu aku pernah pergi ke gereja itu ucapnya seraya menatap kearah ku.
Oh ya" terus kenapa "?
Gak lagi cetusku cepat, itu rahasia timpalnya sambil tersenyum.
Oh' ya udah ! kalo itu rahasia tukasku dengan wajah sewot.
sesudah sarapan pagi akupun berucap pada Mona.
Mon...temani aku yuk" kemana ? balasnya.ke Gereja balasku sambil tersenyum padanya.
Kamu aja ya ujarnya seraya memainkan HP nya" baik lah.. ucapku pasrah tak ingin memaksa nya.
Akupun berjalan menuju kearah Gereja yang rupanya lumayan jauh dari kosan Mona.
Duh... panas nya batinku tiba tiba saja payung meneduhkan kepalaku kulihat dia. Mona kamu mau juga ikutan ucapku senang.
Iya" aku lama gak pergi gereja mumpung ada kesempatan aku ikutan nimbrung sama kamu celoteh nya.
__ADS_1
Gitu dong Mona " Ucapku sambil tersenyum" tiba disana hanya ada 4 orang yang didalam Gereja.
Tuh kan sepi gak seru sungut nya ; tetapi Tuhan senang liat kita datang ke Gereja uraiku.
apa seperti itu tatapnya penuh selidik padaku " iya iyalah sahutku ?ibu Pdt menyambut kami dengan senyum bahagia.
Mona...ibu senang liat kamu kesini " maaf Bu aku sibuk dengan pekerjaan ku" alasan ku.
Gak apa Mon" yang penting sekarang kamu datang ujar ibu Pendeta sumringah menyambut kami.
Ibadah satu jam berlalu ibu Pdt berujar Minggu depan ; datang jangan lalai tegur ibu Pendeta.
Mona pun berkata" kalo gak ada halangan kami berdua pasti datang timpal Mona sambil menatap kearah ku.
Aku dan Mona berjalan menuju kearah rumahku " Mon...kita singgah di warung itu?
Tanpa kuduga sebuah mobil berhenti didepan warung" seorang pemuda berkemeja putih turun dari mobil setelah pintu dibuka oleh supir pribadi nya.
Sontak mataku dan perhatian ku tertuju kepada wajah pria yang baru saja turun
dari mobil.
Winata ".. akupun membalikkan badan ku agar wajah ku tak dikenal oleh nya" Bu..apa ibu pernah melihat wanita ini ?
__ADS_1
Ibu itu memandang ke arah ku dan Mona : coba liat wanita disamping mu ?
tanpa berpikir ia lanjut beralih menatap kearah ku.
Gapi aku merindukan mu ucapnya seraya memelukku erat " duh..Nata? bisa bisa napas ku habis karena kamu sungutku pada Nata.
maaf kalo begitu tukasnya padaku.akupun diam tidak ingin berbicara sepatah kata pun.
Ada apa?
tercetus kata kata nya " seolah ia tidak tahu ulah Nenek nya?
Aku lelah ; aku mau istirahat pungkas ku seraya masuk kedalam" Mona sudah sedari tadi nyampe langsung masuk kedalam rumah.
Maaf Nata kita sudah tidak ada hubungan lagi tegasku." sebenarnya apa yang membuat mu pergi dari hidupku tukasnya tak mengerti.
Cari sendiri apa penyebabnya?
tutur ku ketus seraya melepaskan tangannya dari tangan ku.
Hujan deras mengguyur kota ini " kutarik selimut tebal ku yang entah sejak kapan berada dibawah kakiku.
Mona nampak tidur nyenyak Karena udara dingin menusuk hingga ketulang ; entah kenapa hatiku ingin melihat kearah luar rumah.
__ADS_1
Begitu terkejut nya aku melihat Nata masih berada di luar bersama supir pribadi nya tengah tertidur pulas.
Akupun membalikkan badan ku tak ingin melihat pemandangan itu , meski hatiku sedikit iba melihat nya.