Gapi (Gadis Pemimpi)

Gapi (Gadis Pemimpi)
Bab.29.Suami arrogan.


__ADS_3

Dengan langkah dibuat santai aku berjalan menuju kearah ruang makan disana nenek Reta dan Nata tengah duduk dimeja makan.


Pagi Nek" sapaku? nenek berdiri dan sumringah menyambut ku, ayo' sini duduk didekat nenek " pinta nenek Reta.


Akupun duduk" Gapi layani suamimu, ambilkan nasi, lauk dan sayur nya,aku pun melakukan perintah nenek Reta tanpa membantah.


Entah apa yang membuat ku tak berselera makan, yang jelas hatiku terasa sakit lebih dari sakit gigi.


Pria ini bagai bunga mawar yang dapat sewaktu-waktu menusuk ku dengan kata kata yang melukai hati ku.


Percuma saja kaya , tampan ,dan berjabatan tinggi tetapi tak berhati nurani dengusku didalam hati.


Sesudah sarapan aku mencoba bantuin mbak pembantu rumah ini mencuci piring kotor,


non.. jangan"? tolaknya.kenapa? ucapku heran dan tak mengerti.


Ini sudah tugasku"non ?sahut nya dengan tatapan agak takut.Gapi...teriak Nata suamiku.


Kamu ngapain sih" didapur? mau jadi pembantu juga, cecarnya menatapku dengan tatapan mata penuh amarah.


Aku..hanya ingin membantu apa salahnya?"jawabku pelan. kamu ini otak mu terbuat dari apa"? seharusnya kamu itu tahu status kamu apa' tatapannya tajam kearah ku.

__ADS_1


aku diam tanpa bicara." ada apa sich" cucu Oma yang ganteng sanjung sang nenek pada Nata suamiku.


Ini ni Oma" istriku berani membantahku adu Nata pada nenek Reta.ada apa sebenarnya?ucap nenek Reta sedikit ketus.


Coba Oma nanya sendiri sama Gapi"cetus Nata. ada apa Gapi? timpal nenek Reta.


maaf Nek" aku mau membantu mbak pembantu rumah ini nyuci piring bekas jawabku.


Oh" hanya soal itu' jawab nenek Reta tersenyum tipis " lain kali jangan dibantu mbak nya soalnya pembantu dirumah ini udah nenek gaji besar sambungnya lagi.


Akupun mengangguk tanda mengerti sambil tersenyum kearah nenek Reta,aku lanjut duduk diruang tamu usai nenek Reta pamit mau pergi arisan.


Tinggallah aku seorang diri didepan TV sambil menonton film Korea kesukaan ku,


Bukannya bawain aku jus jeruk malah malas malasan duduk santai didepan TV omelnya padaku.


Maaf timpal ku sambil berdiri menunduk, sekarang juga" kamu nyuci mobilku bentaknya pada ku.


Ya ampun?"keluhku dengan air mata" cepatan ! jangan bisanya nangis dan lelet tahu nya bentaknya keras.


apa iya"?perangai nya seperti ini seenaknya saja main perintah benakku,tetapi aku tahu posisiku sebagai seorang istri biarlah ucapku dalam hati.

__ADS_1


Setelah mencuci mobil aku mau masuk kedalam rumah" Gapi ..apa matamu rabun? ini masih ada debunya.


Akupun kembali mencuci mobilnya" saat tengah mengelap mobilnya, dua orang berpakaian rapi khas pekerja kantoran menyapaku.


Mbak permisi " iya..pak?cari siapa, tanyaku heran, pak Winata ada? tanya pria berkacamata "kalo Pak Winata gak ada, adanya pak Nata jawabku.


Tiba-tiba saja Nata datang dari dalam rumah" Firza dan Danis ada apa" suaranya terdengar olehku, ini pak ada berkas yang harus segera bapak tanda tangani.


Jawab pria berkemeja putih. maaf" pak gadis itu pembantu baru ya" ujar pria berkacamata.


Iya" dia pembantu baru ku"? balas Nata pada pertanyaan kedua staf khususnya.


kok tega ia gak ngakui aku istrinya, batinku bermonolog.


Wah"boleh ni ia kujadiin pacarku" seloroh pria berkemeja putih."


sebaiknya kalian segera pergi bukankah kalian banyak kerjaan dikantor.perintah Nata pada kedua staf khususnya" iya,kita permisi pak".Aku pikir mereka berdua ingin segera pergi tetapi aku salah.


Hai.. sapa pria berkemeja putih ia mendekati ku sambil meminta no Hpku,


Danis apa kamu mau aku pecat "? teriaknya pada Danis.

__ADS_1


tidak pak" jawab nya pada Nata suamiku.


__ADS_2