Gapi (Gadis Pemimpi)

Gapi (Gadis Pemimpi)
Bab.38.Tuduhan palsu.


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu benih cinta tumbuh mekar bagai kelopak bunga dihatiku, hubungan antara aku dan Nata kian mesra.


namun buah cinta ku dan Nata tidak kunjung hadir" akupun berpasrah diri kepada Tuhan.


Sebaliknya nenek Reta begitu mendambakan seorang penerus dari cucunya.


Sayang...apa yang kamu risaukan" gumam Nata? akh aku hanya sedih' jawabku sekenanya.


apa kita pisah saja" ujarku tiba tiba?


Tuhan apakah ini yang terbaik batinku berkata lirihnya.


Nata menatap lekat kearahku "Oh ya bukankah kamu kemaren dekat dengan Fiona Gadis itu cantik dan mempesona aku yakin nenek Reta menyukai nya ujarku.


Anak bukan patokan kebahagiaan setiap pasangan suami istri Gapi'?bagimu itu tidak terlalu penting tetapi bagi nenek itu penting ujarku sedikit menaikkan berapa oktaf nada suara ku.


Sudah".. jangan bahas soal anak lagi ujar nya" kenapa akupun sedikit heran? saat ini aku ingin sesuatu darimu ucapnya dengan tatapan mata yang sedikit merayuku.


iya" sudah dua bulan ini ; ia terus saja memintaku untuk berhubungan meski hatiku bertanya " ada apa tetapi aku memilih mengikuti keinginan nya.


Waktu menunjukkan pukul 02:00 sebuah panggilan dari satpam " aku mengangkat dengan rasa penasaran.

__ADS_1


Hallo.. Gapi' didepan rumah ada wanita yang tidak ingin pergi dari depan pagar :


ia tengah hamil ia tidak ingin pergi sampai ia bertemu Nata.


Apa " wanita sedang Hamil" mungkinkah itu Fiona kekasih Winata suamiku ; akupun bergegas keluar dari kamar ku.


dan tiba didepan pagar rumah" wanita itu menatap kearah ku, Apa aku boleh bertemu dengan Nata serunya sambil memelas disertai airmata dipelupuk matanya.


Fiona.. untuk apa kemari"? tatapan ku tertuju pada sebuah suara yang datang tiba-tiba.


sambil ia menarik tubuhku mendekat padanya dan berbisik mesra " aku butuh kamu ucapnya seraya mencium punca kepalaku.


Nata..apa kamu sadar kamu sudah buat aku mengandung tiga bulan selorohnya kearah Nata suamiku.


ujar Nata lantang" sayang.. jangan begitu kasihan dia Tegurku " kamu lupa aku membawa bukti kesepakatan bersama kita tukas nya pada Nata.


apa" bukti kesepakatan apa? aku yakin ini bisa membuat kamu dipenjara 3 atau 6 bulan.


Cecarnya seraya menatap marah pada Nata" sayang.. jangan percaya padanya.


aku tidak seperti tuduhan itu,ia sengaja' menjebak ku.

__ADS_1


ujar Nata setengah berbisik ditelinga ku " tanpa kuduga sebuah mobil polisi datang dan langsung menuju kearah pintu pagar rumah ku.


satpam membuka pintu " pak" ikut kami kekantor " akupun terpaku melihat kearah Nata.


Kalo aku dipenjara jangan berhubungan dengan pria lain terlebih satpam ku ingat itu' kata kata yang membuat ku takut seperti ancaman.


Nata pun dibawa ke kantor polisi begitu juga wanita tadi" tinggalah aku dan satpam.


Gapi sebaiknya kamu segera masuk udara subuh ini teramat dingin" aku tidak ingin kamu sakit ucap Hinata padaku.


akupun diam dan berfikir positif pada Nata suamiku langkah ku terasa ringan dan akupun jatuh pingsan.


Pagi hari aku baru terbangun, Nata tengah ngelamun disebelah ku" Nata kamu sudah pulang.


Gimana" dengan kasus mu"? soal itu sudah beres jawabnya datar tanpa memberi penjelasan lebih detail.


kok bisa runtukku dalam hati sembari menatap kearah wajah nya yang tidak bisa aku pahami.


Ayo' kenapa ngeliat aku begitu" apa aku seperti orang yang tengah berbohong sungut nya sambil menatapku intens.


Dengan cara apa" yang bisa buat kamu percaya padaku desaknya kearahku, iya' aku percaya selorohku sembari tersenyum padanya.

__ADS_1


Gitu dong sebuah hubungan haruslah dilandasi rasa percaya "tukasnya padaku' iya iya' jangan nodai rasa percaya ku tukasku sedikit ketus.


__ADS_2