Gapi (Gadis Pemimpi)

Gapi (Gadis Pemimpi)
Bab 37.Benih cinta.


__ADS_3

Ia menarik tanganku dengan kasar hingga tiba dikamar ku,apa yang kamu inginkan dariku ujarnya ketus.


Tidak ada ucapku kamu seenaknya saja dekat dengan satpam ku"katakan ujarnya sambil menatapku intens.


Udah Akh jawabku singkat.


aku ingin jalan jalan mumpung masih sore ujarku sambil menggenakan jaket.


Aku sudah berusaha melunak kan hatiku tetapi ia malah membuat ku naik darah " istriku ini menjengkelkan hatiku.


Dengusku sambil menatap kepergian nya keluar dari kamar ku" apa aku sudah benar benar mencintai mu Gapi ujar ku dalam hati.


Suasana hati ku gak tenang karena sudah bersikap abai terhadap Nata suamiku tetapi ego ku lebih mendominasi hatiku.


Abisnya ia tega banget menarik tanganku sekarang aja masih terasa sakit batinku bergumam lirih.


iya" aku tidak jalan jalan seperti kataku pada suamiku tetapi ditaman belakang tempat favorit ku.


hei... kamu? ngapain selalu disini ; apa tidak ada tempat lain buat menyendiri " asal kamu tahu taman ini angker Lo ujarnya dengan tatapan mencoba menakuti ku.


Oh ya" tetapi sayangnya aku lebih takut kepada Tuhan daripada apa yang kamu katakan cibir ku.?


Oh' bagus'lah kalo istriku seorang pemberani, pujinya padaku.


aku diam.

__ADS_1


entah kenapa aku selalu bosan akhir akhir ini' teringat akan Justin temanku


gimana kabarnya.


sedari tadi Nata hanya duduk ditepi danau buatan sambil melihat-lihat ikan mas yang sengaja dipelihara oleh nya.


akupun berjalan kedalam rumah" dini dan Bude nya sedang menonton TV mereka berdua terlihat sangat senang.


non Gapi ayo' sini ajaknya sambil menatapku. Oma pulang ke rumah nya sendiri sudah.


Oh'pantesan aja dari tadi aku gak liat cetus ku" non ntar malam kita tidur di taman belakang gimana?


Seperti berkemah mau" tanya dini buatku beralih teringat dengan ungkapan Nata suamiku barusan.


Malam harinya.


Suasana malam ini rame dengan candaan mereka " dini dan Hinata seperti kakak beradik.


Aku sesekali membalas gurauan dini dan Bude nya, sedang kan Nata suamiku seperti permen karet padaku.


lantunan lagu pop Hinata mendayu begitu merdu sesaat aku termangu memandangi wajah nya.


api unggun menghangatkan suasana malam ini " bintang bintang nampak begitu menikmati kebersamaan kami malam ini.


jujur saja aku merasa tidak nyaman dengan perilaku Nata ; ia seakan pamer kemesraan di depan Hinata dan pembantunya.

__ADS_1


Dini aku ngantuk berat aku masuk kedalam kemah ujar ku pada Dini " Nata mengikuti langkah ku.


Ia memelukku erat " sayang...nyampe kapan kita seperti menjaga jarak ?"


Curhatan atau sungutan ujarku dalam hati sembari berdiam diri.


Entah sejak kapan aku tertidur" dan aku seorang diri didalam kemah, mana Nata bibirku berujar pelan.


Tiba-tiba saja Nata masuk ke dalam kemah" dan mendorong tubuh ku pelan dan mencium kening ku.


kenapa" wajah mu cemas begitu"? gerutunya sambil menatap kearah ku


apa" kamu ingin dipeluk godanya.


Wajah ku kalo terang pasti seperti buah tomat untungnya malam batinku bermonolog.


Udah tidur " iapun segera baring didekat ku sambil mendekap tubuh ku didadanya.


hangatnya tubuh nya pujiku seraya menahan rasa yang berbeda.


Iapun meminta haknya dariku " akupun mencoba melayaninya mengingat ia empunya diriku.


Malam yang dingin seakan turut merasakan kenikmatan ku dan Suamiku malam ini.


Untuk pertama kalinya aku melakukan hubungan itu atas dasar mau sama mau tidak seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2