Gapi (Gadis Pemimpi)

Gapi (Gadis Pemimpi)
Bab 41.Kecurigaan


__ADS_3

6 bulan sudah aku bersama Mona hari hariku bersamanya membuat ku makin mengenal nya.


Namun demikian ada seorang pria yang hampir seminggu ini kerumah " pria dengan stelan jas khas pekerja kantoran.


Hari ini cuaca sangat panas aku lalu keluar untuk sekadar mencari angin karena kosan yang terbilang sempit.


Maaf" Mona ada"? tidak tukasku seraya menatap kearah wajah nya, aku akan tetap disini hingga Mona pulang seloroh nya tiba-tiba.


Baik kalo itu mau anda ucapku sambil berjalan menuju kearah rumah tetangga ku " ibu Doni tengah bersantai diteras depan rumah.


siang Bu ? sapaku ; ia sumringah menyambut kedatangan ku " mbak Gapi anaknya pasti cowok ujarnya sambil menatap kearah ku.


Kurang tahu Bu soalnya gak USG timpalku tersenyum " Gak apa sambut nya menatap ku.


Mbaknya udah tahu belum? kalo beberapa hari terakhir ini ada pria asing seperti mengawasi rumah mbaknya cecar nya.


oh ya" masak sich Bu ucapku kaget "?


pria yang didepan rumah mbaknya salah satunya ucapnya sambil berbisik ditelinga ku.


Hati hati mbak ya" apalagi mbak berdua kan cantik ; pungkasnya seraya menatap kearah wajah ku.


Hari semakin beranjak sore " rasa haus membuat ku beranjak menuju ke arah rumah kosan ku.


Bu...aku pulang dulu ucapku iya" hati hati jalan nya " tegur ibu Doni padaku.


pria berjas masih duduk didepan teras rumah ku" pak' sebaiknya Anda pulang soalnya mau petang hari ini.


Ia pun tersenyum hangat " saya tidak akan berbuat jahat dan macam macam


tukasnya.

__ADS_1


Hatiku ragu tetapi aku memilih masuk kedalam rumah" tetapi aku begitu terkejut Mona sudah ada didalam rumah.


Mona...kamu masuk darimana"?


tanyaku' heran ; dari belakang rumah jawabnya sambil terus mengunyah kripik pisangnya.


Aku lekas kekamar mandi dan membersihkan diri " aku makan malam bersama Mona dengan menu ikan bakar dan sayur buncis wortel.


Mon...siapa? orang itu apa kamu kenal ; ia menatap ku lama , tidak sama sekali


tetapi ia seperti orang upahan untuk menjaga mu ucapnya buatku merasa tidak puas.


akh' kamu? beri alasan yang jelas dan tepat " jangan asal bicara' runtukku pada Mona.


eeh.. dibilangin gak percaya" ucapnya Uda akh' mau tidur capek banget ini pungkasnya seraya membelakangi ku.


Siapa yang memerintah ?


tidak mungkin Oma Reta apalagi Winata cucunya.


aku tidak ingin berurusan dengan orang yang seperti mereka gumamku seraya memejamkan mataku perlahan.


Aku pun bermimpi melihat ibuku " ibu tengah masak di dapur? Bu.. masak apa ; ayam rica-rica kesukaan mu ucap ibu.


Gapi.. bangun "? ternyata aku bermimpi ada apa ujar ku. aku mau berangkat kerja " sarapan ntar perutmu sakit tegur nya.


iya iya kamu cerewet banget keluhku pada Mona" eeh..Gapi aku gini biar kamu gak sakit kalo kamu sakit ntar aku sedih celotehan nya.


Aku pun bangun ku ingat ini jadwal aku periksa kandungan " aku membersihkan diri dan berdandan ala kadarnya.


Karena dekat aku pun berjalan kaki itung-itung olahraga pikir ku " tiba di puskesmas aku lekas mengambil nomor antrian.

__ADS_1


Setengah jam menunggu nama kupun dipanggil. ibu Gapi ujar bidan akupun memasuki ruang bidan.


Wah'.. Bu anak ibu ini kuat nendang nya ucap bidan saat memeriksa anak dalam kandungan ku.


akupun tersenyum meski hatiku sakit mengingat Oma.bu..usahakan jangan stress nasihatnya padaku.


iya..Bu bidan jawabku singkat.akupun pulang kerumah ku.


Pak Nata Oma anda ada di luar ia ingin menemui Anda pak?


ngapain Oma kesini gerutuku bukankah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan.


Nata..apa kabar?


seperti yang di Oma lihat jawab ku menahan marah.


Nata Oma berulang kali meminta maaf padamu cecarnya kearahku.tidakkah kamu kasihan pada Oma, ucap Oma menghiba.


Oma... Aku bersedia maafin Oma dengan satu syarat temukan istriku dan bawa kepadaku.


sudah kuduga nata cucuku sudah benar benar merindukan Gapi "?


tunggu saja Nata Oma akan membawanya ke mari berserta anakmu.


Oma...aku ingin keluar" ujar ku seraya berjalan menuju kearah pintu keluar ruanganku.


Pak Warno aku ingin jalan jalan ke pinggiran kota ini " bawa aku kesana ucapku pada supir pribadi ku.


mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah kota naluri hatiku begitu ingin kesana.


entah apa yang aku temukan disana nantinya'tetapi satu pintaku pada Tuhan disitulah Istriku tengah berada.aku membatin.

__ADS_1


__ADS_2