Gapi (Gadis Pemimpi)

Gapi (Gadis Pemimpi)
Bab 45.Buruh tani.


__ADS_3

hari ini matahari bersinar terang embun pagi tadi hilang seiring munculnya mentari pagi.


aku kedapur untuk memasak nasi " tentu saja bukan memakai kompor gas tetapi kayu bakar.


Bayiku masih tertidur pulas , letak dapur yang dipisahkan memaksaku membuat ayunan bayi.


Tidak jauh dari tempat ku berada, ku kukukus ikan pemberian gadis berambut ikal tadi sore yang telah ku garami agar tidak busuk.


dengan bumbu seadanya.ikan pun matang.


sesudah mengucapkan doa aku lekas sarapan pagi.


Mayoritas penghuni desa ini adalah bertani sayuran dan menanam padi di sawah.


berhubung hari ini panas aku membawa bayi ku berjemur " Gadis berambut ikal baru saja pulang dari mandi di sungai.


Pagi mbak sapa salsa ?


pagi juga sahut ku seraya tersenyum.


15 menit kemudian aku masuk ke dalam rumah ; bayiku ku taruh kedalam ayunan.


mbak panggil saja aku salsa ujarnya ; ibu meminta ku menolong Mbak sambungnya.


Salsa kumintai tolong untuk menjaga Floren bayiku tadi " Sa... mbak cucian dulu kalo Floren bangun panggil mbak ya" perintah ku.


iya" mbak ucapnya sambil menatap kearah bayiku.


akupun kesungai berbatu " beberapa pria menjala ikan ; adapula yang pergi ke sawah.


Sesudah mencuci pakaian kotor aku pun mandi " seorang pemuda berkemeja kotak-kotak menyapaku.


Mbak baru ya' disini ?


saya lurah didesa ini : ucapnya seraya tersenyum padaku.

__ADS_1


oh" ucapku ia terus memandangi wajah ku ; maaf saya harus pulang takut nya bayiku bangun sambungku.


mari saya temani" tukasnya. gak usah itu rumah saya didepan? jawab ku menatap ke depan rumahku.


sayang..wanita cantik seperti mu pulang sendirian godanya padaku.rasa sebel bergelayut dihatiku.


Seiring berjalannya waktu rasa suka tertanam di hatiku ; pria yang berjabatan lurah itu berhasil memikat hati ku.


Anakku Floren genap berusia 6 bulan hari ini ; ia sangat menggemaskan setiap pasang mata yang melihatnya.


Begitu juga lurah didesa ini sangat menyukai Floren bayiku' hampir setiap bulan ia membelikan anakku mainan juga pakaian.


Aneh nya anakku begitu lengket dengan lurah didesa ini ' ku ingat waktu pertama kali bertemu.


Richard datang dan duduk didepan rumah ku " ia menatap Richard dan menangis saat Richard hendak pamitan pulang.


sejak saat itulah Floren sangat dekat dengannya mungkin anakku pikir Richard ayah nya.


Meskipun begitu aku berusaha memenuhi kebutuhan hidup ku dengan menjadi buruh tani.


jadi aku mendapat upah Rp.80.000 sehari menjadi tukang menanam padi.


pekerjaan yang kuanggap bisa sedikit memenuhi kebutuhan hidup ku.


sedangkan anakku ditungguin oleh salsa tentu saja aku memberikan uang kepada salsa sebagai ucapan terimakasih.


Salsa sangat penting ; malam hari menjadi anugerah tersendiri bagi ku setidaknya tubuh ku dapat beristirahat.


Hal ini mengingatkan ku begitu besarnya pengorbanan ibuku untuk merawat serta membesarkan ku.


tetesan air mata membasahi pipiku :


anakku kian besar dan tambun.


wajahnya mirip dengan Nata.

__ADS_1


Nak" maaf kan ibumu ini ?


ibu terluka oleh perbuatan nenek ayahmu yang tak berperasaan itu.


Tukasku sambil membelai pipi Floren "


hujan deras diselingi petir menakutkan bagi ku.


Kupeluk tubuh Floren yang sesekali menangis seraya menyusuinya.


tok..tok..tok.


suara ketukan pintu terdengar samar-samar oleh ku.


langkah ku meragu ' Gapi tolonglah bukakan pintu"?


Richard ngapain sih kesini hujan hujan begini runtukku dalam hati.


Kubuka pintu dan ternyata benar Richard yang datang" tubuhnya basah kuyup dan ditangan nya ada plastik sedang.


kuberikan handuk padanya " ia menerima nya " lalu bergegas berganti pakaian.


tatapan matanya tertuju padaku.


aku baru sadar aku lupa mengancingi baju daster ku usai menyusui bayiku.


aku lekas mengancingi baju ku.


ada teh atau kopi ?


tidak ada ucap ku.


kalo tidak ada kamu saja hangat kan aku kata kata nya seolah mengodaku,


gak aku gurau saja dalihnya sambil menatapku intens.

__ADS_1


Karena rasa lelah aku lanjut ketempat tidur ku setelah memberikan selimut pada nya.


__ADS_2