Gapi (Gadis Pemimpi)

Gapi (Gadis Pemimpi)
Bab 27.nikah dadakan.


__ADS_3

Ku diam tanpa bicara sepatah katapun,rasa sesal merasuk hatiku, niat hati ingin menolong malah jadi sasaran nikah dadakan.


Emang sich secara finansial hidupku terbebas dari segala kesulitan keuangan kalo menikah dengan cucu nenek Reta.


Tetapi apa gunanya bergelimang harta benda tetapi tidak bahagia,lebih baik makan ikan goreng plus sambel kemangi lebih nikmat.


Daripada menjadi budak orang kaya, cerocos ku.mobil memasuki halaman rumah.


Seorang pria berpakaian rapi khas seorang bos masuk kedalam rumah dan langsung duduk menghadap ke arah nenek Reta.


Ada apa"? Oma, apa ada sesuatu yang penting ujarnya seraya menatap kearah ku dan nenek Reta.


Oma sudah siapkan tempat nikah buat kamu dan Gadis ini,kenalan dulu perintah nenek pada cucunya sendiri.


Aku Nata ucapnya sambil menyalami tanganku,nama mu ucapnya" aku Gapi balasku sejenak ada kekaguman saat mataku tertuju kepada wajahnya.


Gagah Nya ucapku dalam hati, sekarang juga kita ke Gereja tegas nenek Reta tanpa basa-basi.


Tapi Oma aku belum mandi" sergahnya cepat' baiklah " 10 menit waktumu pungkas nenek Reta sedikit ketus.


Gapi Gimana cucu nenek" sempurna bukan "?cecar nenek Reta sedikit mengoda ku.

__ADS_1


Aku anggukkan kepala ku.tanda membenarkan ucapan nya ayo"... Oma ? buruan cerocos nya sambil menatap kearah Oma dan lanjut kepadaku.


Aroma tubuhnya begitu harum tetapi sangat memusingkan kepala ku, rasa lapar membuat perutku terasa mual bercampur mau muntah.,duh..apa ini yang namanya cemas berlebihan.


30 menit sebelum tiba digereja nenek Reta membawa ku kesalon,satu jam kemudian aku sudah berubah menjadi pengantin wanita.


Dengan gaun pengantin yang mengembang sempurna, sebuah kalung berlian tergantung pada leher ku.


Rasa kangen teringat Justin " pria yang baik dan telah kurangkai mimpi ku kedepannya bersama Justin.


Tetapi sayangnya aku malah terjebak nikah dadakan dengan pria yang sama sekali tidak kukenal.


Ampun deh ucapku dalam hati sembari menatap singit kearahnya" iya"? saat ini aku sudah duduk berdampingan mendengar Pendeta berkhotbah tentang kehidupan pernikahan.


Duh"" ada apa" kenapa hatiku berdebar tidak menentu gini ya"ku mencoba tersenyum meski hatiku menangis getir ini bukan mimpi ku.


Sepulang dari Gereja aku bergegas menuju kearah kamarku tepatnya kamar Nata suamiku.


Rasa gerah dan lengket membuat ku lanjut ke arah kamar mandi,pintu kamar terbuka aduh keluhku" gimana ini apa aku diam saja disini.


Pintu kamar mandi diketuk oleh seseorang, cepetan dong kebelet nie keluhnya padaku.

__ADS_1


Iya' bentar jawabku akupun keluar dari kamar mandi,ada apa"? wajah mu nampak cemas tuturnya padaku.


Tidak kok" kamu saja' yang salah liat pungkasku; iapun segera masuk ke kamar mandi.


Beberapa kado teronggok di atas meja,tanpa niat membuka isi didalam kado aku lanjut kesofa yang terletak di dekat lemari.


Ia keluar lalu berkata" mana pakaian ku"?


aku pun berjalan menuju lemari mengeluarkan baju kaos dan celana pendek.


Kamu sengaja' tidak memberikan aku pakaian dalaman ku ya" oh ya' aku lupa keluhku sambil membuka lemari pakaian lalu menyerahkan pakaian dalamnya.


Ia lalu berbaring ditempat tidur nya, sedangkan karena lelah aku tertidur pulas di sofa pendingin ruangan menusuk tulang ku.


Dinginnya udara hingga ke ubun-ubun kepala ku,aku berdiri menatap kearah Nata ia nampak tidur nyenyak.


Apa aku tidur di situ " tetapi aku takut ungkap ku sembari berdiri hendak melangkah menuju kearah tempat tidurnya.


Tanpa kusadari ia menatapku,apa kamu kedinginan "? ia bangun dan berdiri mendekati ku.,mulutku kelu.


Jangan takut" aku bukan harimau timpalnya padaku, kamu sudah menjadi istriku sudah tugasmu melayani kebutuhan ku cecarnya kearahku.

__ADS_1


Duh kok bisa gini sich gerutu ku dalam hati, dengan hati dongkol ku naik ketempat tidurnya.


Sejenak kurasakan hangat nya selimut tebal ini, coba aku disini pasti aku bisa tidur sampai pagi batinku berbicara.


__ADS_2