
Berhubung aku merasa sungkan pada Justin,aku pun beriktikad untuk pindah serta membuka usaha warnet di dekat taman sekolahku.
Sesudah menghabiskan sarapan pagi ku, aku membuka suara ku, Justin aku mau pindah kekontrakan sekalian aku mau buka usaha warnet.
Ucapku sambil menatap kearahnya, ia memakan makanan nya dalam diam tanpa mengubris ucapanku barusan.
Akh' ada apa "? dengan nya, gumamku hingga saat selesai sarapan ia bertingkah seperti tidak mendengar suara ku.
Malam ini ia memanggil ku" aku mau bicara ujarnya aku harap kamu tetap disini, jangan kemana-mana tegasnya padaku.
Gak" aku mau keluar dari rumah mu" balasku sambil menatap kearah wajah nya,apa dihatimu sudah ada pria lain selain aku? cetusnya tiba-tiba.
Duh" kok jadi ngeselin banget sih ni orang, gerutuku"? kalau aku bicara coba lihat kearahku.aku disini bukan di tempat lain, keluhnya padaku.
Atau kamu berfikir aku sudah punya pacar" jadi kamu sengaja' menjauh dariku,
tatap mata ku perintah nya padaku.
Aduh keluhku kenapa jadi gugup ginian sich! gerutu ku " dimana kalung berlian pemberian ku, cecarnya.
ada kusimpan dilemari jawabku kenapa gak dipake" kali ini tatapan matanya mengandung suatu perintah.
__ADS_1
Pokoknya aku tidak ijinkan kamu pindah dari rumah ku,titik tanpa koma ujarnya kali ini dengan disertai bentakan keras.
Kamu siap gih" ikut aku keluar negeri aja" apa keluar negeri" ngapain cercaku seraya menatap kemanik matanya yang tajam kearah ku.
Aku mau ngeliat kinerja bawahan ku disana"tetapi entah kenapa aku ingin pergi bersama kamu selorohnya padaku.
Kalo aku ikut serta kayak apa" ya? seumur-umur aku takut yang namanya naik pesawat, karena berita pesawat yang jatuh ke lautan batinku.
Emangnya kenapa " ko bengong gitu", selidiknya.akh gak apa aku hanya ngerasa ngeri naik pesawat jawabku jujur.
Udah" jangan berfikir yang macem-macem deh ! kan ada aku, jawabnya dengan tampang Sok pahlawan.
Saat ini aku sudah duduk didalam pesawat, keringat dingin membasahi wajahku " ini sudah ketiga kalinya aku ketoilet.
Justin tersenyum padaku dan berkata" Doa aja deh biar tenang tatapnya penuh perhatian padaku.
Iya ucapku sambil memejamkan mataku dan berdoa" Tuhan pelihara aku dan lindungi aku dari apa yang tidak aku inginkan Amin.
Pesawat pun lepas landas aku merasa lebih tenang " tetapi kepalaku terasa sakit dan perut ku mual.aduh" keluhku ayolah perut jangan bikin aku malu, gerutuku dalam hati.
Akhirnya aku tiba di bandara Changi Singapura, mataku takjub melihat sekeliling ku.
__ADS_1
Seorang pria muda menyapa kami berdua, Jordi terima kasih sudah menjemput ku.
Aku mau langsung kehotel ujarku pada Jordi yang nampak ragu menuruti keinginan ku.
Apa apaan ini"gak mungkin aku nginap di hotel bersama Justin" kita bukan sepasang suami istri." gerutu ku dalam hati sembari menatap kearah wajah nya.
Tiba di hotel ia langsung mendatangi resepsionis hotel, memesan hanya satu kamar,itu terlihat dari wajahnya yang sedikit mencurigakan.
Aku diam menahan geramku pada Justin kok bisa-bisanya ia memesan hanya satu kamar, hingga tiba didepan kamar.
Karena lelah dan sakit kepala akupun membaringkan tubuhku sesudah dari kamar mandi.
Aku terbangun saat tangan ku merasakan sesuatu yang membuat aku terkejut, Justin kamu" tatapku sedikit emosi,sejak kapan kamu berbaring ditempat tidur disebelah ku.
Maaf timpal nya padaku,aku butuh waktu istirahat jawabnya santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Aku bangun dari tempat tidur ku sesaat setelah keterkejutan ku melihat' Justin sudah berada di tempat tidur ku.
Apa ia sudah " pikiran ku mengusikku rasa takutku menggelayut hatiku,apa ia Setega itu gumamku sambil menatap kearah diriku sendiri.
akh' gak..gak.. mungkin aku merasa aku baik baik saja " batinku berbicara tentang Justin, ia tipe cowok yang baik.
__ADS_1