
Paginya aku buru buru ke kamar mandi sekilas aku terkejut Nata sudah ada didalam kamar ku.
dibagian wajah dan tubuhnya nampak memar dan memerah" apa ada sesuatu yang terjadi cetusku sambil menatap wajah nya.
Diam tanpa mengubris ucapanku barusan akh Tuhan ada apa dengan nya"? batinku berbicara.
Akupun diam terpaku melihat kearah nya, jangan kepo ujarnya menatapku tajam, maaf"ucapku pelan.
sembari berjalan menuju kearah pintu keluar kamar, suasana hatiku sungguh kecewa mendapat perlakuan demikian.
Gapi..dimana? Nata cucu Oma, akupun bergumam ia ada di kamar.lalu aku berjalan menuju kearah dapur.
disana mbak dini dan mini sedang membuat kue basah" aku lajukan langkah ku menuju ke arah mereka.
Tetapi tiba-tiba aku terjatuh "kutahan rasa sakit dibagian kakiku sambil berkeringat dingin.
non Gapi?cetus mereka berdua terlihat buru buru berjalan menuju kearah ku,dan langsung membantu aku berdiri.
Hati hati non Gapi ujar dini padaku, ku rutuk diriku yang bodoh.
Disaat itu' dini kenapa dengan Gapi? sontak tatapan kami bertiga bertumpu pada sosok nenek Reta.
Itu..itu Oma non Gapi terjatuh di lantai menuju dapur" jawab dini : kok bisa Gapi seloroh nenek Reta padaku.
__ADS_1
aku tak perhatikan jalan ujarku singkat.
Oma kenapa dengan Gapi? Nata datang dari arah atas ; ia terjatuh di lantai sahut Oma datar.
aku diam tanpa menimpali kata kata Oma pada Nata, Gapi lain kali hati hati ujar nenek Reta sambil menyentuh tangan ku.,iya Oma jawabku singkat.
Seperti biasa saat hatiku rasa sepi aku selalu duduk dibelakang rumah sambil merasakan tiupan angin dirambutku.
seakan gundah gulana hatiku terbawa oleh angin"rasa kantukku membuat ku berbaring dikursi dibawah pohon mangga besar.
dan tertidur.aku terbangun saat hidungku mencium aroma tubuhnya begitu harum.
dan aku membuka mataku perlahan.
kenapa sich mulutnya kalo bicara selalu nyakitin hati seruku dalam hati,Gapi kamu dengar atau budek tatapnya nyalang kearah ku.
akupun gegas mencoba berdiri meski masih terasa sakit dan berjalan menuju kearah kamarku.
Masih terdengar gerutunya,ku diam tanpa bermaksud bicara, ternyata ia belum sepenuhnya berubah batinku.
untuk mengusir rasa bosan aku keluar dari rumah menuju pintu keluar' dengan senyum yang manis.
mau kemana non ? sapanya kearah ku," aku ingin makan bakso, tunggu saja paling bentar lagi lewat jawab nya.
__ADS_1
oh ya" ucapku sambil menatap wajah nya,
Hinata ucapku pelan,kaget dan tak percaya tentunya'.
kenapa ? apa aku tidak cocok dengan seragam ini"? kok bisa kamu berpikir begitu selorohku sembari menatap singit kearahnya.
suara ketukan mangkuk mengejutkan ku aku dengan pelan menuju kearah penjual bakso diluar pagar rumah.
Baksonya dua ucapku" buat siapa? suara Suamiku tiba tiba,buat Abang itu ucapku sambil menatap kearah Hinata teman sekolahku.
satu mangkok bakso langsung diambil Nata suamiku, aku pun menyerahkan satu mangkok bakso untuk Hinata.
apakah enak? ucapku pada Hinata" tidak peduli dengan tatapan marah suamiku, enak banget apalagi kalo kamu yang Nemani makan timpalnya padaku.
Akh" kamu? pintar mengodaku, ucapku sambil menatap kearah nya" mangkok bakso bersuara keras membuat aku terkejut melihat kearah Suamiku.
Tanpa kuduga reaksinya cepat ia menatapku dan men**um bibir ku begitu lama.
sesaat kurasakan hasrat nya menghipnotis ku" aku berusaha untuk melepas pelukannya tetapi tenaganya tidak sebanding dengan ku.
akupun diam" aku pasrah saja ia lalu perlahan melepaskan tangannya yang melingkar dipinggang ku.
begitu juga ci**man di Bi**rku akupun beralih menatap wajah nya dan mengatainya" sungguh keterlaluan kamu bentakku keras.
__ADS_1