
Amel berusaha menenangkan dirinya, dia begitu membenci lelaki yang ada di hadapannya itu saat ini. "Cila, ayo kita pulang..!" Ajak Amel.
"Kamu gak akan menginap? Ini sudah terlalu sore, nanti kemalaman dijalan," ucap Arya. Tidak ada niatan sedikitpun untuk bertemu dan melepas rindu pada istri keduanya, dia hanya merasa kasihan saja pada Cila.
Arin merasa cemburu mendengar penawaran suaminya pada istri keduanya itu. Dia berusaha bersikap tenang, dia tahu kalau suaminya dipengaruhi hal mistis saat ini. Dia tidak boleh membenci sikap Arya yang begini, dia harus banyak berdoa dan pasrah.
"Emm, baiklah. Aku akan menginap malam ini," jawab Amel.
Mendengar jawaban Amel yang diluar dugaan semakin membuat Arin terluka, dia menghembuskan nafasnya secara kasar. Arya yang menyadari hal itu, dia membisikan sesuatu ditelinga Arin. Membuat wanita itu terkejut sekaligus senang.
"Jangan cemburu begitu Dek..! malam ini Mas akan tidur dikamar kita," bisik Arya.
Apa ini tidak apa-apa, apa aku terlalu egois? Bukankah dalam berumah tangga harus adil antara istri pertama dan kedua? tapi ini kan beda ceritanya, bahkan Mas Arya tidak benar-benar sadar menikahi wanita itu, batin Arin.
Fadil terus saja memperhatikan Amel, membuat Arin dengan sengaja mencari tahu hubungan diantara mereka.
"Ehm…, apa Kakak mengenal istri kedua Mas Arya?" Tanya Arin.
"Eh, gimana Rin?" Tanya Fadil, sepertinya tadi dia sedang pergi mengenang masa lalu.
"Apa Kakak kenal dengan wanita itu?, Namanya Kamelia, istri kedua Mas Arya. Istri tiba-tiba Mas Arya," tanya Arin.
"Oh dia, seperti orang yang tidak asing. Mungkin kami pernah satu sekolah atau semacamnya. Kakak tidak terlalu ingat," jawab Fadil. Dia mencoba berkelit karena jujur saja dia merasa canggung dan tidak enak jika Arya tahu hubungan masa lalu mereka.
Lebih baik Arya tidak usah tahu, toh itu hanya masa lalu. aku tidak mau membuat rumah tangga mereka semakin kacau, batin Fadil.
Arin mengangguk pelan, dia seolah-olah mempercayai ucapan kakak iparnya, meski dia tahu kalau dulu mereka pernah menjalin hubungan yang spesial. Apa mungkin Amel sebenarnya mengincar Kak Fadli bukan mas Arya? Batin Arin.
***
Malam itu mereka makan malam bersama, Arya menahan kakaknya dengan penuh usaha sampai akhirnya bisa makan bersama. Mereka yang sudah lama tak bertemu, membuat Arya ingin kakaknya tinggal lebih lama.
__ADS_1
"Makanlah yang banyak Kak, kami sudah menyiapkan makanan kesukaan Kakak juga, jadi jangan menolak..!" Ucap Arya.
"Iya, hanya kali ini kamu bisa memaksaku Ya," jawab Fadil.
Cila yang sedang masa-masanya tidak mau diam, aktif kesana kemari, membuat Amel tidak bisa menikmati makan malam. Arya menawarkan bantuan untuk menjaga Cila bergantian, Bi Ijah yang bekerja sebagai asisten rumah tangga pun sedang sibuk membersihkan dapur dan mencuci banyak peralatan masak, membuat wanita itu dibiarkan fokus di dapur.
Fadil yang lebih dulu menghabiskan makanannya, dia mengambil alih Cila dari Arya. "Biar Kakak aja Ya, kamu makanlah sana! Ntar pingsan lagi karena kelaparan, hehe…," ucap Fadil.
"Kakak bisa aja, yaudah aku tinggal sebentar ya Kak, jagain Cila dengan baik!" Ucap Arya.
"Iya bawel, bapak kamu cerewet banget Cila," ucap Fadil meledek Arya. Balita itu hanya tersenyum mungkin karena tidak mengerti, sementara Arya berlalu dengan sedikit kesal karena diejek oleh kakaknya.
Tak berselang lama, Amel datang untuk mengambil alih Cila. Wanita itu langsung mengambil Cila dari pangkuan Fadil. "Pelan-pelan dong Mel, sama anak kecil itu yang lembut!" Ucap Fadil.
"Terserah, dia anakku," jawab Amel.
"Anak ini umur tiga tahun kan, apakah setelah aku pergi kamu menikah dengan orang lain, dengan siapa Mel?" Tanya Fadil.
"Aku serius Mel, ditanya kok malah balik nanya. Aku cuma mau tahu siapa ayah Cila dan ingin tau kehidupan kamu setelah kita berpisah," tanya Arya.
"Jangan sok peduli, bukankah kamu memang tidak peduli makanya kamu pergi ninggalin aku?" Tanya Amel dengan penuh penekanan.
Amel berlalu pergi dengan membawa Cila yang menangis. Anak itu merasa kaget dengan suara keras yang diucapkan ibunya. Cila takut jika ibunya sedang marah seperti itu.
Fadil menatap wajah Cila yang digendong ibunya yang semakin menjauh. Lelaki itu semakin dibuat penasaran tentang kehidupan mantan pacarnya itu setelah berpisah dengannya. Dia akan merasa bersalah jika kehidupan Amel terpuruk dan hancur.
Melihat adanya Cila bersama Amel, Fadil sedikit lebih lega karena Amel bisa menjalani hidupnya dengan normal dan memiliki keluarga juga anak, meski pernikahan Amel tidak awet karena sekarang malah menikah dengan Arya untuk yang ke dua kalinya.
Sungguh diluar dugaan, aku tak menyangka mantan pacarku kini menjadi istri kedua adikku, batin Fadil.
***
__ADS_1
Flashback
Dulu Fadil dan Amel berjanji akan saling setia dan mencintai sampai akhir hayat. Mereka berdua berusaha keras untuk mendapatkan restu dari kedua orang tuanya. Disaat orang tua Amel setuju, Bu Nadia menolak keras pernikahan mereka.
Waktu itu dua sejoli itu nekat kabur dan berniat kawin lari. Mereka pun sempat tinggal bersama dikontrakan selama dua hari, dan mereka kebablasan bahkan sebelum ijab Qabul dilakukan. Sampai akhirnya ayah Fadil menemukan keberadaan mereka dan menyeret Fadil untuk pulang.
Bagaimana Bu Nadia rela anaknya yang masih kuliah harus menikah. Fadil sedang mengejar S2 kala itu, ibu mana yang mau melihat kegagalan sang anak. Dia tidak mau Fadil berhenti ditengah jalan.
"Mamah bilang kan sabar, kamu masih kuliah. Kenapa kamu nekat sih? Ini pasti hasutan perempuan itu kan?" Tanya Nadia.
"Gak Mah, Fadil yang mempunyai ide gila ini, bukan Amel. Jangan salahkan dia Mah!" Jawab Fadil.
"Papah gak mau tahu. Dari pada kamu mengorbankan karir kamu. Besok kamu pergi ke luar kota, kamu teruskan kuliah kamu disana bahkan sampai S3!" Ucap Pak Herman.
Sejak itulah Fadil tidak pernah bertemu dengan Amel lagi, di kota baru dia menjalani hidup fokus untuk cita-citanya. Kemudian dia bertemu wanita karir yang sangat direstui kedua orang tua mereka sehingga mereka menikah dengan perkenalan yang singkat.
***
Fadil pamit pulang, meski dia masih penasaran dengan Amel. Dia berniat kembali besok bersama ibunya, dia juga ingin tahu dari beliau cerita tentang Amel yang bisa jadi istri kedua Arya.
Amel yang tak sengaja berpapasan dengan Arin yang hendak pergi ke dapur. Amel bersikap acuh tak acuh, dia berhenti tepat di samping Arin dan mulai berbicara apa yang dia ingin utarakan.
"Kalian tidurlah bersama, aku akan tidur dengan Cila," ucap Amel datar.
Arin mengerutkan dahinya, dia semakin yakin kalau target Amel bukanlah suaminya. Dia membalikkan badannya karena rasa penasaran yang kuat.
"Apa kamu punya alasan lain masuk ke dalam keluarga ini? Apa kamu ingin melihat ayah kandung Cila?" Tanya Arin.
Deg!
Amel sungguh kaget, dia tak menyangka dengan apa yang dikatakan Arin.
__ADS_1
Bersambung …