Gara-gara Pamer Suami Di Medsos

Gara-gara Pamer Suami Di Medsos
Cekrek


__ADS_3

Amel duduk dikursi yang agak jauh dari tempat duduk Arya dan teman kantor wanitanya itu. Dia cuma memesan minuman karena takut jika kedua mangsanya itu tiba-tiba pergi. Buku menu itupun selalu dia gunakan untuk menutupi wajahnya agar tidak dikenali Arya.


"Kenapa tidak ada adegan romantis sih? Aku sepertinya belum beruntung deh, apa aku kurang sabar? Mereka baru saja duduk lima menit," gumam Amel pelan.


"Mbak ini minumannya, silahkan dinikmati," ucap waiters yang mampu membuat Amel kaget.


"Astaga mba, bikin kaget aja deh. Iya, makasih…," jawab Amel. Dia yang sadar karena buku menunya sudah tidak menutupi wajahnya, dengan segera dia menyembunyikan wajahnya lagi.


Tak berselang lama, datanglah pria sekitar 45 tahun yang bergabung dengan mereka. Membuat Amel kecewa berat saat itu, diminumlah jusnya sampai habis tak bersisa karena dia merasa telah gagal dalam misinya.


Apa Arya memang tidak punya hubungan apapun dengan wanita itu? Hmm… siapa tahu dengan wanita lain. Aku harus tetap mencari tahu, demi tasku, eh… maksudku demi Arin, batin Amel.


Amel yang bosan dan berpikir jika mereka sedang membicarakan bisnis, wanita itu memilih menunggu di dalam mobil saja. Mobil itu pemberian dari Fadil agar Amel dan Cila lebih mudah bepergian. Meski pada awalnya Nadia keberatan, tapi pada akhirnya dia mengalah demi Cila sang cucu. Nadia kini hanya tidak menyukai Amel saja, dia sudah mengakui Cila dan menyayangi anak itu.


Namun Amel selama ini cuek, dia tidak menghiraukan sikap Nadia yang terkadang menyebalkan. Dia juga terkadang menginap dirumah ibunya saat sudah kesal dengan Nadia.


Amel juga tidak mengerti statusnya apa. Dia janda, tapi belum menikah. Dia juga bingung menganggap Bu Nadia itu sebagai mertuanya atau bukan. Dia hanya tinggal disana demi Cila, demi anaknya yang membutuhkan kasih sayang ayah dan juga neneknya. Memerlukan biaya dan hidup yang layak juga. Bahkan Fadil juga memberikan uang bulanan untuk kebutuhan pribadi Amel, itu karena rasa bersalahnya selama ini.


Fadil akan pulang ke rumah ibunya setiap sebulan sekali tanpa Siska. Dia bebas menikmati waktu bersama Cila, Amel tidak pernah mau ikut ataupun mengganggu waktu mereka.

__ADS_1


Amel tersenyum miris mengenang kehidupannya itu, tapi dia juga tak kalah miris mendengar curhatan Arin, bagaimana rumah tangganya yang sempurna bisa retak karena sering upload kemesraan di sosial media. Jejak digital memang sulit dihapus, dan sampai sekarang masih banyak wanita yang mencoba mendekati Arya.


***


Amel membuyarkan lamunannya saat dia melihat pria yang berusia sekitar 45 tahun tadi keluar dari cafe itu. Tapi dia tidak melihat tanda-tanda Arya maupun wanita tadi keluar dari sana.


Amel mengembangkan senyumannya, "aroma tas baru sangat tercium jelas di hidung," gumam Amel.


Dia turun dari mobil untuk melihat dua mangsanya, waw… terlihat wanita yang tadinya bersikap biasa dan begitu profesional saat bekerja, sekarang wanita itu tampak menempel pada Arya.


Terlihat Arya sempat risih dan melepaskan tangan wanita itu yang bergelayut manja. Tapi beberapa menit kemudian mereka tampak sudah bisa santai.


Cekrek


"Yes…"


Cekrek


"Oke"

__ADS_1


Cekrek


"Lebih mesra, biar semakin tercium aroma tasnya! Hehe…"


Amel mengambil beberapa foto, setiap sekali jepretan dia terus saja berbicara tak mau diam saking senangnya.


"Ah senangnya," ucap Amel melihat beberapa foto di galerinya. "Eh, maksudku bukan senang melihat suamimu selingkuh Rin, maaf ya…," ucap Amel saat tak sengaja dia melihat foto Arin yang sedang menatapnya sinis di galeri ponselnya.


Foto itu diambil saat Arin sedang kesal tapi malah terus diganggu oleh Amel. Wajah Arin tampak seram sekaligus lucu, matanya memang menatap tajam, tapi pipinya yang lebar membuat Amel ingin selalu tertawa.


"Hahaha…, aduh wajahnya lucu," ucap Amel sambil menatap foto Arin.


"Maafin aku Rin, aku gak niat loh menertawakan kamu. Jangan batalkan perjanjian kita ya..!" Ucap Amel berbicara sendiri, eh nggak juga sih. Dia berbicara berdua walau hanya dengan foto Arin.


Amel pun dengan segera mengirimkan foto bukti itu pada bosnya melalui pesan dengan caption, "JANGAN LUPA 2 TAS!"


Saking senangnya, Amel tidak menyadari jika sekarang ada seseorang di hadapannya sedang menatap Amel dengan penuh rasa curiga.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2