Gara-gara Pamer Suami Di Medsos

Gara-gara Pamer Suami Di Medsos
Detektif Dadakan


__ADS_3

Arin menunggu kedatangan Arya, dia berpikir jika suaminya akan datang dan membujuknya agar tidak marah lagi. Tapi sayang, sudah lama menunggu pun suaminya tidak kunjung datang.


"Kamu keterlaluan Mas, kamu pasti beneran selingkuh. Kalau kamu setia, kamu pasti masih bersikap seperti dulu yang selalu mengutamakan aku," gumam Arin pelan.


Dia menatap cermin besar yang ada di hadapannya, badannya kini besar dengan perut besar juga. Dia mengalami kenaikan berat badan yang cukup banyak selama kehamilannya.


Apa karena aku sudah tidak enak dipandang ya? Badanku sudah seperti gajah saja, batin Arin.


Arin menyemangati dirinya sendiri, dia harus bersabar sampai kelahiran anaknya tiba. Setelah dia melahirkan dan sudah sehat. Dia akan melakukan kegiatan olahraga lagi agar badannya bisa kembali seperti dulu.


Sementara untuk masalah wajah, sama sekali tidak berbeda, masih cantik dan terawat. Dia masih melakukan masker wajah dengan bahan alami dan memakai skincare yang aman untuk ibu hamil.


***


Ketika pagi datang, Arya bersikap seolah tidak melakukan kesalahan apapun dan tidak terjadi pertengkaran diantara mereka. Tidak ada kata maaf, dia hanya bertanya seperlunya pad Arin dan bergegas berangkat bekerja.


"Hati-hati Mas…," ucap Arin yang berada cukup jauh dari Arya karena dia yang memberi jarak antara mereka.


"Iya, memangnya gak mau cium tangan Mas dulu?" Tanya Arya.

__ADS_1


Arin pun melangkah dengan ragu, lalu dia berusaha bersikap seperti biasa. Dia menahan rasa mual demi mencium punggung tangan suaminya. Arya tersenyum kemudian berlalu pergi, dia senang karena setidaknya Arin masih menghormatinya.


Setelah mobil Arya tak terlihat, Arin langsung muntah di halaman depan rumahnya. Dia tidak sempat pergi ke kamar mandi. Bi Ijah menuju dapur untuk membuatkan teh manis hangat.


Arin pun duduk dengan lemas di kursi yang ada di teras rumah. Dia mengelus perutnya yang bulat besar itu, "nak, kamu kenapa gak mau deket-deket sama ayah kamu sih, kan ibu yang repot? Coba kamu bilang alasannya apa sama mamah?" Tanya Arin pada calon anaknya.


Bukannya menjawab, janin itu menendang perut Arin cukup keras. "Ok, ok. Mamah gak akan bertanya lagi, kamu gak mau deket sama ayah? Baiklah, mamah akan coba sabar sampai kamu lahir," gumam Arin.


"Makasih Bi," ucap Arin. Kemudian dia meminum teh manis hangat itu seteguk demi seteguk hingga habis.


"Bi aku lapar lagi setelah muntah tadi, masih ada makanan di meja makan?" Tanya Arin.


"Ada Non, kalau kurang… nanti bibi buatkan salad buah juga," ucap Bi Ijah.


"Bukan aja Bi, pasti aku makan kok," jawab Arin. Dia pun bangkit dari tempat duduknya. Bi Ijah membantu memapah Arin sambil menahan tawanya. Majikannya itu memang nafsu makannya bertambah dua kali lipat saat mengandung.


Cita-cita kebanyakan wanita memang begitu, ingin makan banyak tapi tetap langsing. Hehehe…


***

__ADS_1


Amel menghubungi Arin saat siang hari, dia mengatakan kalau dia sedang berada didepan kantor Arya dan akan menjadi detektif dadakan. Tentu itu tidak gratis, karena Amel menginginkan beberapa tas mewah milik Arin.


"Terus awasi aja Mel..! kalau kamu menemukan bukti, maka aku akan melepaskan satu tas untukmu, kamu jangan khawatir," ucap Arin.


"Kalau suami kamu setia bagaimana?" Tanya Amel.


"Ya kamu gak dapat apa-apa lah, hehe…," jawab Arin.


"Yaudah akan aku buat suamimu selingkuh beneran," jawab Amel kesal.


"Eh jangan dong. Kalau memang setelah 3 hari kamu ikuti mas Arya tapi gak ada yang aneh. Aku akan tetap memberikan tas itu, tapi hanya satu ya?" Ucap Arin.


"Ok." Jawab Amel kemudian menutup panggilan itu.


Tak berselang lama, dia melihat Arya keluar kantor bersama wanita yang cantik, dengan rambut panjang yang lurus. "Yes, dua tas mewah," gumam Arin kemudian dia menari sambil duduk di kursi mobil saking senangnya.


"Aduh malah keasyikan, mobil Arya udah keluar lagi," ucap Amel Kemudian dia melajukan kendaraannya.


Amel mengikuti mobil Arya dengan senyum.merekah, dia senang karena mendapatkan mangsanya. Dia merasa telah berhasil menjadi seorang detektif, dia hanya perlu mengikuti mereka dan memotret mereka saat ada momen yang romantis.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2