Gara-gara Pamer Suami Di Medsos

Gara-gara Pamer Suami Di Medsos
Amarah


__ADS_3

Siska menatap wajah Cila dan suaminya secara bergantian. Menyadari kemiripan mereka, wanita itu mulai curiga. Selama ini dia tahu kalau Fadil yang dinikahinya dulu adalah seorang perjaka. Dia berpikir mana mungkin dia mempunyai anak yang bahkan usianya sudah 4 tahun.


"Cila, kita main di taman yuk sayang…!" Ajak Nadia pada Cila.


"Nggak, Cila maunya main sama ayah… Cila kangen…," jawab Cila dengan suara pelan.


Hati Fadil begitu pili saat mendengarnya, dia pun merasakan hal yang sama. Tapi karena Cila memang lahir tanpa pernikahan, membuat anak itu kini tidak mempunyai nasab. Bahkan hanya untuk diakui ayahnya didepan umum pun dia tak sanggup. 


Aku memang ayah yang jahat Cila, dulu ayah meninggalkan kalian. Membuat kalian menderita bahkan sampai saat ini. Kamu adalah korban keegoisan ayah nak. Maafkan ayah… batin Fadil.


"Ayah kamu belum pulang Cila," ucap Nadia. Kemudian wanita itu menatap Siska sekarang. "Ini namanya Cila, anak pancingan Arya dan Arin. Karena Arin sudah berhasil hamil, jadi dia tinggal disini dulu, kasian Arin kerepotan kalau hamil besar malah jagain Cila. Ibu juga sudah menyayangi Cila, ibu kini yang merawat dia. Ibu tinggal dulu ya sebentar."


Siska mengangguk, tapi hatinya masih belum bisa menerima perkataan ibu mertuanya. "Mas, kok anak itu mirip kamu sih?" Tanya Siska.


"Hahaha…, kamu kok nanyanya gitu? Mungkin karena kami sering ketemu jd seperti mirip. Kaya kalau udah temenan lama dan kemana-mana bareng pasti dibilang mirip, iya kan?" Jawab Fadli dengan serileks mungkin.


Siska menatap Fadil dengan bingung, dia masih curiga. Tapi dengan cepat Fadil mengajak Siska pergi berkeliling kota, mencari tempat yang indah dan tak lupa berbelanja.

__ADS_1


Siska yang senang, dia melupakan rasa curiganya. Dia langsung menuju ke mobil yang ada di halaman depan. "Bu, aku dan mas Fadil mau pergi jalan-jalan sebentar ya? Emm… apa ibu mau ikut?" Tanya Siska.


"Oh, yaudah kalian hati-hati ya..! Ibu disini aja sama Cila," jawab Nadia.


Nadia pun mengirim pesan pada Amel agar tidak pulang ke rumahnya. Amel disuruh menginap di rumah Arya ataupun ibu kandungnya. Dia tidak tahu berapa lama Siska dan Fadil akan menginap, tapi ini sungguh membuatnya cemas dan bingung.


***


Amel masih setia di depan kantor Arya, dia yang bosan sampai ketiduran di dalam mobil. Saat terbangun dia memutuskan mencari minuman segar terlebih dahulu, melihat ponselnya sejenak untuk mengecek jam. Matanya fokus pada pesan Nadia, ada rasa cemburu dihatinya saat membayangkan Fadil bersama istrinya.


"Aku menginap di rumah Arin aja deh, aku mendadak kehilangan energi. Sebaiknya aku pergi sekarang, masalah Arya? Biarlah, yang penting Yadi aku sudah mendapatkan bukti," gumam Amel.


***


Setibanya di rumah Arin, wanita itu bisa melihat wajah Arin yang sembab karena habis menangis, matanya juga membengkak. Kini mereka duduk saling berdampingan.


"Rin, kamu yang sabar ya..! Tapi kamu harus tenang dan menanyakan hal ini dengan baik-baik. Siapa tahu Arya akan menjelaskan sesuatu dan ini hanya kesalahpahaman,," ucap Amel. Dia bukannya membela perselingkuhan, hanya saja dia tidak mau melihat rumah tangga Arin hancur. Jika ada yang perlu diperbaiki, maka itu lebih baik. Kesempatan kedua pun bisa digunakan, karena manusia tak luput dari dosa.

__ADS_1


"Kamu belain dia?" Tanya Arin marah, dia sampai bangkit dari tempat duduknya.


"Bukan begitu Rin, hanya saja aku tidak mau anak yang kamu kandung tidak memiliki ayah seperti Cila," jawab Amel dengan suara pilu. Dia teringat nasib Cila yang menyedihkan.


"Tapi Mel, foto itu sudah menjelaskan semuanya. Selingkuh itu penyakit, suatu saat bisa terulang lagi bukan? Aku tidak mau hidup dengan lelaki yang tak bisa setia," jawab Amel.


"Mungkin ini ujian untuk menghadapi kelahiran anak pertama kalian, kamu jangan emosi dan banyak pikiran dulu ya..!" Ucap Amel, dia khawatir dengan kehamilan Arin.


Tok


Tok


Tok


Terdengar suara pintu yang diketuk, Arin sudah memasang wajah merah karena marah. Sementara Amel bersiap-siap menjadi penengah diantara mereka.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2