Gara-gara Pamer Suami Di Medsos

Gara-gara Pamer Suami Di Medsos
Kesal


__ADS_3

Sekuat tenaga Arin menepis pikiran negatifnya. Keadaannya yang sedang mengandung inilah membuatnya harus semakin menjaga kesehatan dan pikirannya.


Saat sore hari, Arya pulang dengan langkah perlahan. Badannya yang lelah membuat dia seperti kehilangan semua energinya. Karena tidak ada Arin yang menyambutnya didepan pintu, lelaki itu pun langsung menuju kamarnya.


Ceklek 


Tak terlihat tanda-tanda istrinya didalam kamar, dia berpikir jika istrinya mungkin sedang dikamar mandi yang berada dikamarnya. Tiba-tiba Arya kaget saat akan menutup pintu, Arin memeluknya dari arah belakang. "Mas udah pulang?" Tanya Arin.


Arya membalikan badannya," iya sayang, kamu kok gak nyambut suamimu didepan? dicariin, eh malah diem dikamar," Jawab Arya sambil memasang wajah kesal yang dibuat-buat. Dia sebenarnya tidak marah sama sekali, dia hanya ingin mengerjai istrinya.


"Maaf Mas, aku tadi ketiduran. Hiks …" jawab Arin pelan kemudian dia menangis.


"Jangan nangis dong Dek..! Mas gak marah, beneran deh. Kok nangis segala sih?" Tanya Arya dengan panik, dia tidak menyangka jika istrinya akan langsung menangis. Sungguh diluar dugaannya, niat hati ingin mengerjai istri sebagai hiburan dan candaan pulang kerja, eh… sekarang malah dia yang kerepotan sendiri.


"Mas marah, wajah Mas aja gitu, maaf Mas… aku beneran ketiduran, hiks … hiks…," jawab Arin dan menangis lagi. Karena sedang mengandung Arin lebih sensitif, dia mudah tersinggung.


Arya memeluk tubuh istrinya itu, "maafin Mas ya, wajah Mas emang tadi nyeremin banget ya? Asli kok Mas gak marah, Mas mau mandi lalu ganti baju. Nanti kita makan sama-sama, oke?" Ucap Arya. Dia melepaskan pelukan itu, menatap wajah istrinya. Setelah Arin mengangguk, barulah dia bergegas mandi.


Kenapa Arin aneh sekali hari ini, seperti anak kecil saja, batin Arya.

__ADS_1


***


15 menit sudah Arya didalam kamar mandi. Dia merasa ingin berlama-lama disana karena badannya terasa lengket dan panas. Rasa segar dari air shower membuatnya lupa kalau Arin sedang ada dibalik pintu seperti anak kecil. Sebelum Arya masuk, Arin berkata kalau dia akan menunggunya.


Ceklek


"Astagfirullahaladzim…," ucap Arya. Dia kaget saat membuka pintu sudah ada handuk yang seperti sedang melayang. Ternyata Arin yang memberikannya, tangannya saja tak terlihat, badannya apalagi, dia berada dibalik tembok.


"Mas, ini handuknya. Aku nungguin dari tadi. Lama banget sih," protes Arin. Wajahnya ditekuk, bibirnya sudah mengerucut.


"Maaf sayang, mas lupa kalau kamu mau nungguin. Lagian didalam kan ada handuk juga, kamu gak usah repot-repot begini Dek..!" ucap Arya.


Setelah selesai memakai baju, Arya mengajak Arin makan bersama, tapi wanita itu masih merasa kesal dan menolak ajakan suaminya. "Sayang, kamu kok jadi ngambekan gini sih," keluh Arya.


"Mas aja yang keterlaluan dan gak peka," jawab Arin.


Arya semakin bingung dengan jawaban istrinya itu, dia menghembuskan nafas kasarnya karena sudah lelah bekerja, eh … dia malah harus bekerja ekstra membujuk sang istri yang marah. Dia kenapa sih? Batin Arya.


"Nih…," ucap Arin memberikan hasil tes pack nya tadi pagi.

__ADS_1


"Ini apa? Oh… tes pack. Jadi kalau garis merahnya dua artinya apa? Kalau kamu sedih dan marah-marah pasti hasilnya mengecewakan ya Dek?" Tanya Arya.


"Baca aja Mas, kan kamu bisa baca keterangannya!" Jawab Arin yang masih bete.


"Oke, oke. Emmh garis dua itu positif. Jadi artinya apa Dek? Memang orang hamil itu positif atau negatif sih?" Tanya Arya yang masih bingung.


Arin bertambah kesal, suaminya benar-benar menyebalkan hari ini. Arin mendorong tubuh suaminya agar keluar dari kamar, "tanya aja sama mamah!" Ucap Arin kemudian menutup pintu dengan lumayan keras. Menyebalkan, batin Arin. Dia kemudian menutup semua badannya dengan selimut tebal.


Tak berselang lama, terdengar ketukan pintu yang lumayan keras.


Tok


Tok


Tok


"Arin… Arin…," teriak Bu Nadia yang keras dan sedikit panik. Membuat Arin khawatir jika terjadi sesuatu yang gawat. Dia bergegas bangun untuk membuka pintu.


Semoga Mas Arya gak kenapa-kenapa, batin Arin.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2