
"Aku sedih Bi, dulu aku begitu ingin cepat-cepay hamil. Kenapa saat aku sudah mengandung, rumah tanggaku bukannya semakin bahagia tapi malah berantakan begini bi? Hiks…," jawab Arin sambil menangis.
"Berantakan gimana Non? Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Non yang sabar..! anak pasti membawa kebahagiaan bagi orang tuanya. Setelah melahirkan pasti sudah tidak merasakan hal aneh lagi pada Den Arya, dikasih pengertian aja Non suaminya..!" Ucap Bi Ijah. Dia sedikitnya tahu masalah Arin karena sempat bercerita sebelumnya.
"Iya Bi. Aku hanya takut Mas Arya malah mencari kebahagiaan diluar sana, tapi aku juga yang salah ya bi? Aku gak bisa deket-deket sama suami sendiri, padahal kami butuh kasih sayang satu sama lain," ucap Arin.
"Gapapa Non, kalian harus sama-sama sabar..! Semua akan indah pada waktunya. Mungkin ini ujian atas hadirnya anak yang selama ini diinginkan," jawab Bu Ijah.
Arin mengangguk paham. Dia merasa sedikit lebih lega dengan bercerita sambil menangis seperti itu, meski dia tidak mendapatkan solusi. Mau bagaimanapun Arya tetap marah, sudah berkali-kali Arin menjelaskan kondisinya, bahakn dokter pun memberikan jawaban yang sama.
Itu adalah bawaan bayi dan akan hilang dengan sendirinya. Tidak ada obat untuk hal semacam itu, diharapkan saling mengerti, saling mendukung dan saling menguatkan antara suami dan istri.
Beruntung Arin dalam keadaan sehat dan tidak mempunyai keluhan nafsu makan. Banyak diluar sana ibu hamil yang tiba-tiba membenci nasi, membenci bau masakan. Sehingga mereka hanya makan mie instan dan buah-buahan saja selama mengandung.
Ada ibu hamil yang memiliki kebiasaan aneh juga, seperti ingin mengunyah beras, bahkan mengunyah sabun yang membahayakan kesehatan. Memang aneh, tapi itu nyata. Tidak bisa dijelaskan dan diobati secara medis. Hal itu akan hilang saat bayi sudah keluar dari rahim sang ibu.
***
__ADS_1
Disaat suasana hati yang masih sedih, ingin rasanya Arin menghubungi kakak iparnya (Diani) tapi dia mengurungkan niatnya mengingat karena pasti Arin akan ditertawakan oleh kakaknya itu.
"Males ah, pasti bukan solusi yang didapat. Aku yakin teh Diani hanya akan menertawakan aku sampai puas tanpa memberikan jalan keluar dari masalahku ini," gumam Arin.
Apa aku hubungi Amel saja ya? Batin Arin.
Karena Amel sekarang tinggal di rumah ibu mertuanya, membuat dia bisa curhat secara langsung. Jika curhat pada Diani, dia hanya akan berbicara lewat telepon.
Akhirnya Amel setuju untuk main ke rumah Arin disore hati bersama Cila. Arin pun menyuruh bi Ijah untuk menyiapkan beberapa makanan kesukaan Cila, seperti puding dan salad buah.
"Siapa aja yang akan datang Non?" Tanya Bi Ijah.
"Oh, berati segini juga udah cukup Non?" Ucap Bi Ijah.
"Iya Bi, lagian Mas Arya tidak begitu suka makanan manis," jawab Arin.
Saat Amel dan Cila datang, Arin begitu antusias. Jika dulu mereka seperti musuh dengan status istri pertama dan pelakor. Tapi kini mereka sudah seperti saudara, yang lebih dari sahabat. Dulu Arin membantu Amel disaat dibutuhkan, sekarang wnaita itu juga akan berusaha untuk membantu setiap masalah yang dihadapi Arin.
__ADS_1
Cila yang sedang makan disuapi oleh Bu Ijah. Membuat Arin dan Amel bebas bercerita, Arin menjelaskan semuanya. Amel mendadak seperti patung yang tak berbicara sepatah katapun.
"Kamu dengerin aku gak sih Mel? Dari tadi diem aja," protes Arin.
"Dengerin lah, saking fokusnya makanya aku gak menyela omongan kamu," jawab Amel kesal, dia tak mau kalah.
"Jadi menurutmu, aku harus bagaimana?" Tanya Arin.
"Emm, biar aku aja yang menyelidiki wanita itu. Aku akan mencari bukti apakah Arya selingkuh atau tidak. Kamu jangan banyak pikiran dulu ya, kamu fokus saja sama kehamilanmu..! Jika Arya macam-macam, maka aku ornag pertama yang menghajarnya," jawab Amel.
"Lalu masalah bau, gimana?" Tanya Arin lagi.
"Hahaha…, itu sih bawaan bayi. Aku gak tahu obatnya. Kamu ajak bicara baik-baik aja calon bayi kamu, elus aja perut kamu sambil membujuknya biar gak jahat sama Papanya! Hehe…," jawab Amel sambil tersenyum.
"Ih, aku serius Mel…, malah becanda," ucap Arin kesal.
"Eh, ini serius Rin. Siapa tahu anak kamu luluh. Biasanya orang ngidam kan berbeda-beda, ada yang beberapa bulan saja kok, siapa tau bulan ke 8 aroma bau Arya itu hilang, fftttt …," jawab Amel sambil menutup mulutnya menahan tawa.
__ADS_1
"Non…," teriak Bi Ijah panik. Wanita itu masuk ke dalam rumah sambil terus berteriak. Arin dan Amel langsung berdiri dari tempat duduk mereka karena kaget sekaligus cemas dengan apa yang terjadi.
Bersambung . . .