GODAAN CINTA PERTAMA

GODAAN CINTA PERTAMA
Sahabat dan Rival


__ADS_3

Seorang wanita cantik dengan balutan dress maron keluar dari taksi online, senyum bahagia tak lepas dari wajah cantiknya. Ia berjalan dengan anggun memasuki butik ternama di kota itu. matanya memandang ke deretan Gaun penganten yang berjejer rapi seorang pelayan butik pun menghampiri wanita 37 tahun itu.


"Ada yang bisa saya bantu nyonya" Ucap wanita itu ramah.


"Aku ingin bertemu Anita." Ucap wanita itu datar tanpa menoleh pada pelayan butik.


"Apa nyonya sudah ada janji." Tanya pelayan butik itu ragu ragu.


"Bilang saja sahabat lama nya sangat merindukannya " Pelayan butik pun mengangguk dan segera menemui atasannya.


tok..


tok..


tok..


"Masuklah Dian" Anita menatap gadis muda itu sejenak.


"Ada apa?" Katanya kemudian.


"Seorang wanita ingin bertemu dengan ibuk, dan katanya dia teman lama yang sangat merindukan ibuk." Ucap pelayan butik itu sopan. Anita menghentikan aksinya dan menautkan keningnya heran.


"baiklah saya akan menemuinya" Jawab wanita itu kemudian.


beberapa menit kemudian Anita telah berada di belakang wanita yang mengenakan dres maron itu.


"Apakah kita saling mengenal sebelum nya " Wanita itu memutar tubuhnya dan tersenyum penuh arti pada Anita.


"Kau.....!!!!?" Anita yang kaget dengan kehadiran wanjta yang tak lain adalah Hesti sahabat sekaligus musuhnya itu melotot seolah tak percaya dengan keberadaan wanita itu di butik nya.


"Apa kabar sahabat ku, ups.... salah Rival ku." Ucap Hesti dengan gaya congkak nya.


"Ada perlu apa kau ke butik ku."Ucap Anita datar.

__ADS_1


"Aku menagih janjimu" Ucap Hesti sambil berjalan mengintari satu persatu gaun penganten terpajang .


"Huh... apa kau lupa pada janjimu sahabat ku." Hesti menatap Anita yang masih berdiri mematung dengan tatapan dingin.


"Baiklah jika kau lupa maka akan aku ingatkan" Wanita itu dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Tentu saja aku sangat ingat semua tentang mu, Duduklah " Anita berusaha bersikap ramah dan mempersilahkan Hesti duduk di kursi yang di khususkan untuk tamu butik itu.


"Dian, buatkan jus lemon yang agak sedikit asam untuk sahabat ku ini." Titah Anita pada salah satu pelayan butiknya.


"Asem, apa tamu ibuk itu pecinta jus lemon asam" Batin Dian.


"Kau tidak berubah Anita angkuh dan sombong." Sinis Hesti.


"Kau juga tidak berubah Hesti, Walau berpenampilan seperti orang kaya tetap saja terlihat murahan." Sarkas Anita yang membuat Hesti mengeretakkan giginya. Untuk sejenak kedua wanita itu saling menatap tajam penuh dendam.


"Katakan apa yang kau mau, hingga kau sampai ke butik ku ini. " Anita tak ingin berbasa basi terlalu lama dengan wanita yang berada di depan nya ini.


"Seperti yang aku ucap kan, aku ingin menagih janjimu padaku, Aku ingin kau membuat gaun penganten untuk ku." Jawab Hesti membuat Anita terkekeh.


"Aku tidak punya waktu." Ucap Anita ketus.


"Kenapa...? aku akan membayar dengan harga dua kali lipat, asal kau membuat kan gaun yang berbeda untuk ku," Ucap nya sombong


"hum..., ternyata kau memang wanita tidak tau malu yah." sinis Anita.


"Loh bukan kah itu janjimu pada ku, jika aku menikah kau akan membuat gaun istimewa untuk ku." Hesti masih saja memaksa Anita.


"Sebaiknya kau keluar, atau..." Anita menarik sudut bibirnya mendapat ide untuk mempermalukan Hesti.


"Dian!" Anita memanggil salah satu pegawai butiknya yang dari tadi melayani Hesti.


"Iya buk" Dian kini sudah berada di belakang Hesti.

__ADS_1


"Kau bantu nyonya Hesti memilih gaun pengantin yang terbaik di sana, walau pun itu gaun diskon tapi harganya kurasa bisa menguras tabungan nyonya Hesti yang di kumpulkan nya bertahun tahun, Jadi karena dia sahabat lama ku, aku gak mau bikin dia jatuh miskin mendadak, Kasih gratis khusus buat nyonya Hesti , dan ingat lain kali jangan memanggilku jika tamu tak ada janji " Ucap Anita meninggalkan Hesti dengan muka memerah karena marah.


"Bangsat kau Anita, dasar wanita sombong, aku pastikan butik mu ini akan bangkrut karena sudah menghina calon istri seorang Arifin Darmawan." Teriak Hesti lancang membuat pengunjung yang lain nya menatap ke arah mereka dengan tatapan heran.


Mendengar nama yang di sebutkan Anita memutar tubuhnya memastikan telinganya masih berfungsi dengan benar. Anita menautkan alisnya. dan maju selangkah.


"Apa, telinga ku tidak salah dengar." Ucap Anita penuh tanya.


"Kenapa ...? kau tidak percaya, dan kau ingat lah Anita, Arifin akan melakukan apa pun untuk ku kau tau dari dulu dia sangat mencintai ku, jadi sekarang bagaimana hah...., kau pasti takut kan kalau butik mu ini akan terkena masalah, jadi sebaiknya kau berikan rancangan terbaik nona Anita Chaniago." ucap Hesti penuh penekanan.


Anita terkekeh dan berjalan beberapa langkah ke arah Hesti , dan tepat di depan wajah Hesti wanita 38 Tahun itu berkata sambil menunjuk kening Hesti. "MIMPI", kemudian dia memerintahkan Dian untuk mengusir paksa Hesti dari butiknya.


"Dian, seret wanita ini keluar dari butik ku, jangan sampai keberadaan nya mengganggu tamu tamu terhormat ku." Dengan sigap Dian menarik tangan Hesti .


"Lepaskan tangan kotor mu pelayan rendahan" Hardik Hesti pada Dian. Namun Dian tak menghiraukan Hardikan Hesti ia menyeret Hesti tanpa memperdulikan teriakan dan makian wanita itu, hingga sampai di tempat parkir.


"Lain kali jika aku melihat mu di daerah sini lagi akan aku sambelin mulut mu itu dengan campuran cabe setan dan cabe iblis." Geram Dian.


Dian adalah asisten kepercayaan Anita, berhubung hari ini Butik sangat ramai ia turun tangan membantu pelayan yang lain untuk melayani pembeli.


"Pak ingat wajah wanita ini baik baik, jika dia memasuki area butik ini, maka aku perintahkan untuk mengusirnya karena kedatangannya menganggu kenyamanan pengunjung lainnya." Tegas Dian pada petugas keamanan.


"siap mbak Dian" Wanita 25 Tahun itu pun kembali ke pekerjaan nya.


Sementara itu Hesti memasuki mobil sedan miliknya dengan penuh amarah dan dendam.


"Aku pasti akan membalas mu Anita " Gumam nya sambil melajukan kendaraan nya ke luar arena butik.


*****


"Wanita tidak tau malu, berani beraninya dia menunjukkan wajahnya di hadapan ku, wanita sampah, apa katanya....? Dia akan menikah dengan Arif, ah.. tidak mungkin apa pria itu sudah gila akan menikahi wanita murahan itu, tapi... istrinya memang telah meninggal 10 tahun yang lalu, atau jangan jangan mereka memang kembali bersama...." Anita menggeleng kan kepalanya tak percaya.


"Kurasa jika itu benar Pria itu mungkin sudah kehilangan akal sehat nya." Anita kembali pada pekerjaannya namun ia tidak bisa fokus, kehadiran Hesti benar benar mengganggu moodnya .

__ADS_1


__ADS_2