
Aulia terbangun saat matahari pagi memancarkan cahaya terang nya, Sambil melirik kiri san kanan Aulia merasa sesuatu yang aneh dengan kamar tersebut.
"Seperti nya ini bukan kamarku?" Gumam gadis remaja itu.
"Ahk... Sakit sekali" Tiba tiba kepalnya terasa pusing, seketika Aulia menyadari apa yang terjadi semalam.
"Astaghfirullah halazim, aku di mana?" lirih nya kemudian ia pun turun dari ranjang empuk itu untuk melihat suasana sekitar.
"Kamu sudah bangun?" Tanya seorang wanita cantik yang baru masuk ke kamar yang di tempati Aulia. Seketika wajah remaja itu kaget dan memucat menyadari di mana dia saat ini.
"U... Uwak ..?" Ucap Aulia reflek , ia terpaku di tempat nya berdiri saat ini mencoba mengingat ingat apa yang terjadi sehingga ia bisa tertidur di kamar uwak nya tersebut.
"U.. Uwak kenapa Aulia bisa ada di sini, dan ..." Gadis itu terdiam saat wanita cantik yang di sebut uwak nya tersebut tersenyum ramah.
"Sekarang kamu mandi dulu yah, Uwak lanang sudah menunggu mu buat sarapan." Ucap wanita itu sambil menyerahkan paper bag berisi pakaian untuk Aulia.
"I.. Iya uwak, " Aulia pun mengangguk patuh. kemudian menuju kamar mandi. sementara itu di ruang makan tampak Pria 40 tahun itu tengah mengecek ponselnya. Sepertinya dia mengirim pesan pada seseorang di seberang sana. Pria itu pun menghentikan kegiatan nya saat mendengar langkah kaki mendekat ke arah tempat dia duduk.
"Mas lagi apa?" Tanya wanita itu lembut.
"Bagaimana keadaan Aulia?" Tanya pria itu tanpa menghiraukan pertanyaan sang istri.
"Dia sedang mandi, sebenarnya apa yang terjadi pada anak itu?" Tanya sang istri.
"Entah lah, semalam saat aku sedang rapat dengan papa mu, tiba tiba ada anggota ku yang menelpon seperti melihat Aulia di sebuah pesta remaja, hanya saja pestanya seperti pesta dewasa , dan anak anak remaja itu bahkan mengundang pasangan mereka bahkan beberapa di antara sugar Dedy pun ada di sana." Ucap pria itu menjelaskan.
"Astaghfirullah halazim," Irene kaget sampai menutup mulutnya.
"Lalu, kenapa anggota mas bosa mengenal Aulia." Tanya Irene penasaran.
__ADS_1
"Sebenarnya aku memang sedang mengawasi si cupu itu sejak beberapa bulan terakhir, "Ucap pria tersebut menjelaskan. Hingga membuat irene semakin bertanya tanya.
"Aku memamg mencari Hesti, aku ingin tau kemana dia membuang anak ku" Ucap pria itu akhirnya tak ingin menyembunyikan hal itu dari sang istri.
"Lalu... Apa hubungan nya dengan Arif." Tanya Irene makin tak mengerti.
"Hah.. Sudah lah, aku malas menjelaskan nya pada mu." Pria itu kembali ke mode galak nya.
"Mas..., bukan kah kita sudah sepakat untuk memulai dari awal lagi, dan mas sudah berjanji kita akan saling menerima satu sama lain di depan papa ku." Ucap Iren mengingatkan.
"Huf... Baiklah, sejujurnya sejak 10 tahun aku mencari keberadaan hesti, karena aku masih yakin kalau bayi yang di kandung nya dulu adalah anak ku, walau dia bilang sudah menggugurkan nya, tapi entah kenapa aku merasa bayi itu masih hidup, perasaan ku mengatakan seperti itu." Lirih pria itu. Sejenak ia pun mengenang kisah 10 tahun lalu saat Hesti ketahuan berselingkuh dengan salah satu rekan bisnis Hesti
10 tahun silam.
Doni baru saja tiba di kediaman nya setelah tiga minggu berada di luar kota untuk urusan bisnis yang di percayakan oleh pak Darmawan sang papa. Senyum mengembang di bibir pria tersebut karena sebentar lagi ia akan berjumpa dengan istri tercintanya. Kehidupan Doni dan Hesti memamg belum begitu mewah, tapi saat ini Doni sudah mulai di beri kepercayaan untuk menjadi wakil direktur, sehingga kehidupan mereka lumayan berkecukupan.
Namun saat pria itu sampai di depan rumah ia melihat sebuah mobil mewah terparkir di halaman rumah pria itu pun penasaran dan membuka pintu namun ia tak mendapati siapa pun di ruang tamu, hati Doni mulai gelisah sehingga akhirnya ia pun mendengar suara suara aneh dari kamar pribadinya. Doni pun perlahan melangkah sehingga matanya mendapati tontonan yang membuatnya sangat marah . Di sana di kamar pribadinya sang istri tengah di tindih oleh seorang pria tanpa mengenakan selembar pakaian pun, suara suara manja dan laknat dari bibir sang istri membuat darah Doni mendidih.
"Hentikan mas Doni, hentikan... Aku akan melaporkan mu ke polisi jika kau sampai menyakiti nya " Ancam Hesti yang membuat Doni semakin naik darah.
"Apa... Hahahaha kau akan melaporkan ku, cih... Dasar perempuan sampah, najis.. ******... Pelacur... Akan ku uat hidup mu bagai di neraka setelah ini." Ucap Doni menatap nyalang pada sang istri.
Brak... Doni menendang apa pun yang ia temukan di kamar itu untuk melampiaskan rasa sakit hatinya. Sedangkan pria yang menjadi selingkuhan Hesti berusaha mengambil kesempatan untuk kabur.
"Kau...... ?" Doni kini mendekat ke arah wanita itu dengan tatapan tajam semakin dekat membuat Hesti semakin gemetar tak pernah ia melihat sang suami semarah itu, karena selama ini Doni sangat memanjakan nya karena Hesti pun sangat pandai menyenangkan hati Doni.
Doni mencekik leher Hesti dengan sebelah tangan nya dengan sangat kuat sehingga wanita itu terbatuk batuk karena kehabisan nafas dan akhirnya jatuh tak berdaya.
"Tu... Tuan..., nyonya ... Hesti" Seorang pembantu rumah tangga berlari tergopoh gopoh mendengar keributan si kamar majikan nya itu.
__ADS_1
"Astaghfirullah halazim nyonya.." wanita tua itu mengambil selimut dan menyelimuti tubuh polos Hesti, kemudian berinisiatif memanggil dokter langganan keluarga Doni. Sedangkan Doni tak perduli dan meninggalkan Hesti san pembantunya di kamar tersebut. Doni tak menghiraukan wanita tua itu yang terus memanggil dan bertanya apa yang terjadi, Doni yang terlanjur marah san kecewa akhirnya menuju ke sebuah klub malam . Tepat dini hari Doni pulang ke rumah di sambut oleh pembantu rumah tangga yang mengabarkan bahwa Hesti belum sadar dari pingsan nya. Lagi lagi Doni hanya Diam tak perduli. Ia masuk ke kamar melihat Hesti yang terbaring lemah dengan tanpa perasaan doni menendang wanita itu hingga terjatuh ke lantai dan dhoni pun tidur di kasur tanpa menghiraukan istrinya yang tak berdaya.
Pagi harinya Doni terbangun tak mendapatkan Hesti di tempatnya. Ia pun berteriak memanggil nama sang istri.
"Hesti..m di mana kau ******...," Teriak Doni menggema. Dengan tertatih seorang wanita tua pembantu rumah tangga segera berlari le arah Doni.
"Maaf tuan, semalam nyonya hesti panas nya tinggu jadi saya memindahkan nya ke kamar tamu. Saya tidak tega tuan, apa lagi saat ini nyonya Hesti tengah mengandung Empat bulan" Ucap wanita itu sambil tertunduk takut.
"Ha... Apa .. wanita sundal itu Hamil, apa itu anak ku.. Ah.. Tidak mungkin itu pasti anak bajingan itu." Gumam Doni yang memang sudah sangat menginginkan seorang anak.
"Pindahkan wanita itu ke kamar ini, jangan biarkan dia jauh dari ku, agar tiap detik hidupnya ia dapat merasakan hukuman dariku." Dari saat itu Doni menghukum Hesti dengan caranya, ia akan melampiaskan keinginan nya pada Hesti dengan brutal sampai wanita itu kesakitan, atau ia akan membawa wanita lain dan mengajak wanita itu bercinta di depan mata Hesti, tentu saja Hesti tidak terima dan melawan namum ia tak dapat berbuat apa apa, tubuhnya di rantai sehingga seperti orang gila. Semakin Hesti berteriak dan memakinya untuk di lepaskan Doni semakin bersemangat untuk melanjutkan aksinya.
"Hah... Sekarang katakan anak siapa yang ada di perut mu ini ******?" Bentak Doni saat ia baru saja menyelesaikan Hasratnya pada Hesti.
"Ha...h... Aku tau itu tak mungkin darah dagingku, karena terlalu banyak yang memasukimu hah.. Kalau pun itu anak ku, dia pasti sudah ternoda oleh kelakuan sampah mu itu."
"Dia bukan anak mu, ini anak ku dengan mas Ambran" Jawab Hesti yang membuat Doni semakin marah.
Baiklah jika begitu tak ada gunanya aku mempertahankan anak mu itu, Doni pun memerintahkan beberapa orang anggotanya untuk menikmati tubuh mulus Hesti. Hingga puncaknya Wanita itu pingsan dan di larikan ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit dokter pun langsung melakukan tindakan karena ternyata Hesti akan melahirkan salah satu anak buah Doni memantau proses kelahiran bayi yang di ketahui laki laki itu, dan kemudian diam diam melakukan tes DNA. Dan akhirnya Doni tau bayi itu adalah putranya.
Dua minggu Hesti di rawat karena pendarahan dan luka di tubuhnya beriring dengan keluarnya hasil tes DNA tersebut Doni pun ingin menjemput putranya, namun di ketahui hesti melarikan Diri bersama bayinya.
Kembali ke meja makan
Irene akhirnya tau masa lalu suaminya yang selama ini selalu di tutupinya, sekarang Irene mengerti mengapa Doni begitu menginginkan seorang anak darinya. kini Irene meraih tangan Doni dan menggenggamnya hangat tatapan sayu wanita itu meyakin kan Doni kalau semua akan baik baik saja .
"Dimanapun Bayi itu berada saat ini, aku yakin dia pasti akan baik baik saja, kita akan meminta tolong pada papa untuk mencarinya." Tulus Irene yang membuat Doni mali karena selama ini ia telah berlaku buruk pada sang istri.
"Uwak..." Aulia turun setelah ia membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
"Duduklah kira sarapan bersama, ada yang mau uwak bicarakan dengan mu." Ucap Doni dengan nada dingin nya membuat Aulia tertunduk takut.