
Seminggu sudah Mia berada di kampung halaman nya, belum banyak kegiatan yang Mia lakukan, hari harinya lebih banyak mengurung diri di rumah, hari ini Mia mulai membuka pikirannya, ia bangun dan keluar dari kamar, mencari rumah pak RT yang ternyata adalah uwak samsul.
"Assalamualaikum, wak...?" Mia mengucap salam sambil melihat kiri dan kanan, banyak pohon anggrek di sekitar rumah Wak Samsul.
"waalaikumsalam salam.." Seorang wanita kira kira sebaya Mia keluar sambil menggendong bayi mungil kira kira satu tahun.
"Intan....?" Mia menyapa sahabat nya itu dengan wajah ceria.
"Siapa yah?" Tanya wanita tersebut menyerngitkan dahinya.
"Ih...., masa kamu gak ingat aku Ntan" Mia memajukan bibirnya manyun berpura pura ngambek.
"Maaf, tapi aku benaran..lu.... Mia.....!!!?" pekik Intan saat mengenali wanita berhijab itu.
"Ya ampun Mia, kamu cantik banget aku beneran lupa tadi, ahhh sudah sukses ya kamu, ayo masuk" Ajak Intan pada sahabat nya itu.
Mia dan Intan duduk di ruang tamu sambil berbincang bincang,sesekali mereka membicarakan masa masa sekolah dulu.
"Assalamualaikum, seorang Pria 35 tahun masuk sambil tersenyum pada Mia,"
"Waalaikumsalam" Jawab Intan
"Baru pulang bang?" Pria itu mengangguk dan segera meninggalkan ruang tamu menuju ke kamarnya.
""Bang Iman...???" Tanya Mia ke Intan, Intan mengangguk, Mia melebarkan matanya kemudian tertawa.
"Sombong banget dia?" Mia dan Intan tertawa.
"oh ya, anak mu ada berapa orang Mia" Tanya Intan yang memamg sudah tau jika Mia telah menikah.
"Tiga, ntan, kamu sendiri sudah berapa orang?" Tanya Mia kembali.
"Anak aku sepasang, yang besar kelas 3SD usianya 9 tahun, dan ini yang kedua usianya baru satu tahun." Jelas intan.
"Kenapa sih, gak ajak anak anak Mia?" keluh Intan pada Mia.
"Mereka pada sekolah Ntan, belum libur" Ucap Mia sambil mengalihkan pandangan pada pintu saat seorang Pria tua memasuki Rumah.
"Assalamualaikum," Pak Samsul masuk sambil menggandeng seorang anak laki laki sepuluh tahun.
__ADS_1
"Ayah udah pulang"Intan berdiri dan mencium punggung tangan ayah nya tersebut. Mia pun mengikuti gerakan Intan. sedangkan bocah itu mencium punggung tangan Intan dan Mia bergantian, kemudian berpamitan ke kamarnya.
"Uwak..?" Sapa Mia.
"Kamu di sini Mia, sebenarnya Wak sudah menunggu mu dari kemaren, banyak hal yang ingin wak bicarakan, tapi kamu tidak nongol, dan wak lihat rumah mu juga selalu tutupan." Ucap pak Samsul yang duduk di kursi panjang.
"Iya wak, Mia lagi malas keluar, di dalam rumah berantakan banget jadi Mia beberes dulu, sekalian ini Mia ke sini juga mau minta tolong sama Wak, di sini ada yang bisa benerin genteng yang bocor nggak wak, sama itu... mmmm Mia juga cari orang buat bantu bersihin rumput, itu sudah sangat tinggi." Ucap Mia menyampaikan niat nya pada Wak Samsul.
"ooo, Iya iya, itu rumah orang tuamu memamg sudah lama tinggal, kemaren sempat ada yang mau ngontrak, cuma wak gak ada nomor ponsel mu, jadi yah wak batalin saja, padahal jika ada yang menghuni rumah itu akan lebih terawat." Ucap Wak Samsul menyayangkan.
"Iya wak, Mia juga rencana mau merenovasi bagian dapur wak, kelihatannya kayu kayu nya sudah pada lapuk." Wak Samsul mangut mangut tanda mengerti.
"Begini saja, nanti Wak carikan tukang,yang bisa bantu kamu, masalah upah dan biaya lainnya kamu runding sendiri aja yah" Ucap pak Samsul di balas anggukan oleh Mia.
"Dan masalah ngerumput nanti wak suruh Iman yang bantu, di belakang ada mesin rumput" Ucap pak Samsul.
"Gak usah bang Imam wak, nggak enak nanti ngerepotin" Tolak Mia halus.
"Gak akan merepotkan kok Mia, kamu kayak siapa aja, ya gak yah.." Ucap Intan pada ayah nya, Pria yang sudah mulai beruban itu pun hanya mengangguk setuju.
"Oh iya, wak mo solat Zuhur dulu, kamu jangan pulang dulu, kita makan siang bersama dan habis itu, wak mau bicara penting sama kamu." Pak Samsul meninggalkan Mia dan Intan sedangkan Mia bertanya tanya apa yang hendak di bicarakan wak Samsul.
"Eh, iya tapi aku mo numpang solat dulu ntan, aku kebetulan belum solat." Ucap Mia.
"Ya udah yok," keduanya pun menuju ruang belakang, Intan menunjukkan ruang solat pada Mia. Setelah selesai Solat Mia membantu Intan menyiapkan hidangan makan siang, Mia membuat sambal terasi dadakan sedangkan intan menggoreng tempe dan kerupuk, serta memanaskan pepes ikan yang sudah di buat Intan sejak pagi.
"Bentar ya, aku panggil bang Imam dan Faris." Intan memanggil abang dan keponakan nya untuk makan bersama. beberapa saat kemudian keluarlah Imam sambil bergandengan dengan putranya yang bernama Faris.
"Ayah mana Ntan," Tanya Imam sambil menarik kursi dan duduk di sebelah Faris.
"Masih di musolah kayaknya bang" Jawab Intan.
"Suamimu belum pulang?" Tanya Imam lagi, matanya tak lepas dari ponselnya sepertinya ada sesuatu yang tak bisa ia tinggalkan di ponsel itu.
"palingan mampir ke musolah dulu sama Bagas." Ucap intan kini meletakkan bayinya di ayunan.
"Tante, teman nya tante intan yah" Suara Faris tiba tiba memecah keheningan.
"hehehe iya, tante juga berteman dengan almarhum ibumu." Ucap Mia membuat Iman mendongakkan kepalanya.
__ADS_1
"Kamu....????" Imam yang sedari tadi tak memperhatikan Mia kaget melihat wanita itu ternyata duduk tepat di depan nya.
"Sombong..." Ucap Mia sambil mengerucutkan bibirnya ke depan.
"Massa Allah Mia...?" Imam benar benar surprise melihat keberadaan Mia.
"Sejak kapan kau di sini, emm maksudmu sejak kapan kau kembali ke kampung ini" Pria dingin itu Tiba tiba menjadi ceria melupakan imej nya di depan Faris.
"Papa kenal sama tante ini" Tanya bocah itu kemudian.
"Tentu saja papa mengenal nya nak, tante ini yang...?" Tiba tiba wajah Imam sendu.
"Tante dulu sering ke rumah ini, saat masih sekolah, mengerjakan PR dan bermain bersama tante Intan." Mia akhirnya menjawab pertanyaan Faris.
"oo" bocah itu mangut mangut.
"Ihhh kakek sama om Haikal lama banget sih tan, Faris sudah lapar ini." Keluh bocah itu.
"Kalau abang lapar abang makan duluan aja."Ucap intan pada keponakan nya itu.
"Assalamualaikum," Pak Samsul pulang bersama Haikal dan Bagas suami dan anak Intan.
"Waalaikumsalam" Semuanya langsung duduk di meja makan, karena memang sudah pada lapar.
"Loh, kita ada tamu yah" Tanya Haikal pada istrinya Intan.
"Iya mas, tamu jauh.. saking jauhnya butuh waktu sebelas tahun untuk menemukan kampung ini." sindir Intan pada sahabat nya itu.
"wah...., jauh banget." Haikal terkekeh sedangkan Mia tersenyum mendengar sindiran Intan.
"Kamu beneran gak kenal mas?" Tanya intan kemudian.
"Hummm," Haikal memperhatikan wajah Mia dengan seksama, Mia jadi tertawa melihat tingkah Haikal.
"Heiii, play boi kadal, jangan menatap ku seperti itu, nanti kau bisa naksir pada ku, dan aku gak mau yah itu terjadi..?" Ucap Mia membuat Haikal melongo.
"Playboy kadal....? kau....?" Haikal melotot saat menyadari wanita di samping istrinya itu.
"Mak comblang...?" Semua tertawa melihat tingkah konyol Haikal..
__ADS_1