GODAAN CINTA PERTAMA

GODAAN CINTA PERTAMA
bertemu anak anak


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat, sesuai dengan niat awalnya Mia pun kembali ke kota untuk menyelesaikan segala urusan perceraian nya dengan Arifin, tidak ada bantahan ataupun perlawanan dari Arifin sehingga proses perceraian berlangsung cepat. Tiga bulan Mia berada di toko grosir sembako miliknya, saat ini ia memeriksa laporan pemasukan dan pengeluaran dari orang kepercayaan nya yaitu Indah.


"Indah, untuk sementara aku percayakan grosir ini sama kamu yah, aku ingin ke suatu tempat untuk waktu yang agak lama." Ucap Mia saat mereka sedang berdiskusi di ruangan Mia.


"Tapi buk..?" Indah tampak ragu ragu.


"Saya percaya sama kamu indah, nanti akan aku minta Rian untuk membantu mu, tugas kamu adalah mengatur barang masuk dan keluar, nanti untuk pemesanan barang tetap saya yang akan melakukan nya, saya minta laporan penjualan tiap hari ke email saya ya" Ucap Mia, sedangkan indah mengangguk tanda setuju.


"Oh ya, Indah, jangan lupa selalu isi paket sembako ke panti asuhan PERMATA HATI ya,dan sampaikan salam saya sama bunda, saya belum bisa berkunjung ke sana" Sambung nya kemudian


"Iya buk, insyaallah akan saya lakukan seperti yang ibu minta" Ucap Indah yang mengerti situasi hati Mia.


"Buk,"Indah melirik Mia sejenak, Mia pun menatap seolah bertanya ada apa.


"Hummm, Aulia putri sulung ibuk ke sini beberapa hari yang lalu."Ucap Indah.


"Saya sangat merindukan mereka Indah," Mia menarik nafas dalam, lalu menatap indah sejenak.


"Apa yang dia katakan indah." Tanya nya kemudian.


"Aulia cuma titip pesan, dia dan adik adiknya sekarang ikut olahraga taekwondo di antar sama mbak Asih, dan mereka baik baik saja, mereka akan segera mengusir ulat bulu di rumah mereka. Itu kata Aulia waktu itu buk." Ucap indah, Mia tersenyum miris, bahkan dia terpaksa harus bersembunyi dari anak anak yang sangat ia sayangi itu.


"Aku sangat rindu dan ingin bertemu mereka Indah, tapi saya takut jika saat ini saya bertemu mereka maka mereka akan lemah, aku ingin mereka kuat dan menerima kenyataan indah." lirih Mia.


"Maaf buk, saya rasa tidak begitu, Aulia, Raja, dan Dila bukan anak anak yang cengeng.


"Menurut mu begitu?" Mia memfokuskan diri pada Indah. Indah mengangguk sambil tersenyum yakin.


Tiga bulan lebih Mia meninggalkan anak anak tanpa memberikan kabar sedikit pun, bahkan ia memblokir nomor ponsel Aulia dan Raja, berharap anak anak itu melupakan nya dan menerima keberadaan Hesti. Jika di tanya Rindu...? jangan pernah bertanya itu, karena Mia sangat merindukan mereka, tiap hari, jam, detik bahkan tiap hembusan nafasnya, Namun Mia berusaha tegar, demi kebaikan mereka semua. Kadang untuk mengobati rasa rindunya Mia meminta Asih untuk mengirim Video kegiatan anak anak nya, dan seperti dugaan nya, Asih orang yang dapat di percaya, anak anak tampak sehat, dan baik baik saja dalam pengasuhan Asih.

__ADS_1


"Asih, kelihatan nya saya berubah pikiran, saya akan menemui anak anak sore ini" Ucap Mia pada Asih melalui pesan singkat.


"Alhamdulillah, anak anak pasti senang buk?" balas Asih.


"Iya, jangan beritahukan kedatangan saya pada mereka ya sih, saya ingin memberikan surprise pada mereka" Sambung Mia.


"Baik buk" Asih pun segera melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda,


"Baik lah, pekerjaan rumah ku selesai, aku akan menjemput anak anak dulu." Gumam Asih, semenjak Mia tidak ada, tugas mengantar dan menjemput anak anak memang di pegang asih, itu atas permintaan anak anak.


"Asih..." Tiba tiba Hesti sudah berada di belakang Asih.


"Ya nyonya?" Jawab Asih


"Kamu pijitin saya, kelihatan nya saya masuk angin" Ucap wanita itu memerintah.


"Ta.. tapi nyonya, saya mesti menjemput anak anak" Ucap Asih memberikan alasan.


"Tapi, nanti bapak marah Nya" Bantah Asih, yang pastinya mendapat tatapan tajam dari Hesti.


"Ba.. baiklah nyonya, saya akan memberitahu Non Aulia dulu." Asih mengambil ponselnya dan segera menghubungi Mia.


Mia yang masih sibuk segera membuka pesan singkat dari asih yang mengatakan ia tidak sempat untuk menjemput anak anak.


"Mungkin ini sudah saat nya aku menemui anak anak, aku sangat merindukan mereka." Mia menghentikan pekerjaan nya. Dan bersiap untuk menjemput anak anak ke sekolah.


Sebuah mobil Fortuner hitam berhenti di depan Sekolah Dasar vaforit tempat si kembar Dila dan Raja bersekolah, tanpak si kembar tengah duduk di pos satpam sambil tertunduk lesu menunggu jemputan mereka.


"Assalamualaikum," Sapa Mia pada sepasang kembar 10 tahun tersebut. Keduanya kompak mengangkat wajah mereka.

__ADS_1


"Mamah..." Dila segera bangun dan berhambur ke pelukan Mia. Sangat berbeda dengan Raja pria itu tanpak cuek dan kembali menatap potongan ubin di lantai sambil menopang dagunya dengan kedua tangan nya.


"Sayang...,hiks.. hiks..hiks..., mamah sangat merindukan kalian" Wanita itu memeluk putri bungsunya dengan perasaan haru.


"Mamah kemana aja, Dila kangen " hiks.. hiks..hiks.. keduanya saling menangis haru. Tatapan Mia kini beralih pada Putra nya yang tanpak cuek, Wanita itu merenggang kan pelukan nya pada Dila dan mengusap kepala Raja.


"Raja, apa Raja gak kangen mamah nak, Raja marah sama mamah?" Tanya wanita itu sambil mengusap tiap bulir air mata di pipinya.


"Ngapain tante kesini?"


deg... Mia menatap sendu pada wajah putranya itu, jelas terlihat luka di kedua mata bening itu.


"Ra.. Raja...?"


"Aku tak ingin tante kembali, kami sudah terbiasa tanpa tante." Ucap Raja dengan wajah datarnya.


"Raja putra ku" Mia memeluk putranya dengan perasaan hancur, tak menyangka akan mendapat penolakan dari Raja. Namun Raja tetap diam tanpa ekspresi, tetapi Mia berusaha memaklumi Raja, walau bagaiamana pun tak mudah menerima kenyataan ini.


"Maaf kan Abang mah, abang juga kangen sama mamah, tapi lebih baik jika mamah tidak kembali ke rumah, karena jika mamah jauh papa tidak akan bisa marah marah dan berteriak lagi sama mamah." Batin Raja sambil berusaha menahan bulir airmata nya.


"Jangan peluk peluk, Raja gerah" Raja mendorong bahu Mia, membuat Mia tak kuasa lagi menahan tangis nya.


"Raja, maaf kan mama nak, mamah tau Raja marah sama mamah nak, tapi percayalah mamah tetap mamah kalian, mamah tetap menyayangi kalian, hiks.. hiks.. hiks.."


"Mamah....?" raja akhirnya tak kuasa menahan diri hingga memeluk wanita yang sudah membesarkan nya selama sepuluh tahun itu. Keduanya saling berpelukan hingga mereka tak menyadari kehadiran gadis remaja yang tak lain adalah Aulia di bekang mereka.


"Mamah...?" Mia, Dila , dan Raja menoleh ke belakang dan tersenyum bahagia saat melihat Aulia.


"Kakak senang banget bisa jumpa mamah lagi." Mereka saling melepas rindu dengan berpelukan tak jauh berbeda dengan Dila dan Raja ,Aulia pun menangis penuh haru.

__ADS_1


"Sudah berhenti nangis nya, sekarang mamah antar kalian pulang ya," Ketiganya kompak saling pandang, lalu tersenyum di pansakan.


__ADS_2